Kisah Rasulullah dan Kaumnya Alami Boikot Ekonomi

Your Story | Selasa, 27 Agustus 2019 15:12
Kisah Rasulullah dan Kaumnya Alami Boikot Ekonomi

Reporter : Ahmad Baiquni

Rasulullah pernah mengalami kesulitan ekonomi karena diboikot. Tetapi yang terjadi kemudian justru sebaliknya.

Dream - Dakwah Rasulullah Muhammad SAW dalam menyampaikan Islam kepada dunia tidaklah berjalan dengan mudah. Ada saja rintangan yang dihadapi Rasulullah, tidak hanya pribadi namun hingga keluarga besarnya.

Masyarakat Mekah kala itu sangat membenci Rasulullah. Mereka melakukan berbagai cara demi menghentikan Rasulullah menyebarkan ajaran Islam yang bertentangan dengan keyakinan leluhurnya.

Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan memboikot Rasulullah secara ekonomi. Pemboikotan ini juga diberlakukan kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib, klan Rasulullah.

Para petinggi suku-suku musyrik di Mekah kala itu membuat pengumuman pemboikotan agar dipatuhi semua orang. Pengumuman itu digantung pada dinding Kabah, seperti tertuang dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadis-hadis Shahih karya Quraish Shihab.

" Tidak ada bantu membantu, tidak ada jual beli, tidak juga kawin-mawin, tidak ada damai sampai pendukung-pendukung Muhammad bersedia menyerahkannya secara sukarela untuk dicegah berdakwah atau untuk dibunuh," demikian bunyi pengumuman itu, seperti tertera dalam beberapa riwayat.

Satu riwayat menyebutkan pengumuman itu ditulis oleh Manshur bin Ikrimah. Tetapi, riwayat lain menyebutkan penulisnya adalah Baghid bin Amir.

2 dari 6 halaman

Keluarga Rasulullah Melawan

Lewat pengumuman itu, siapapun dilarang memberikan makan kepada Rasulullah dan keluarga besarnya. Termasuk juga mengadakan transaksi jual beli dengan mereka.

Namun demikian, ada saja yang tidak tega dan secara diam-diam memberikan makanan kepada Rasulullah dan keluarga besarnya. Meski pada akhirnya makanan itu tetap saja diberikan kepada anak-anak yang kelaparan.

Pemboikotan itu memang menimbulkan kesengsaraan pada Rasulullah dan keluarga besarnya. Tidak hanya di Mekah, boikot juga terjadi saat Rasulullah tinggal di Madinah.

Tetapi, harapan kaum Quraisy untuk memberi " pelajaran" kepada Rasulullah dan keluarganya ternyata meleset. Seluruh anggota Bani Hasyim dan Bani Muthalib, kecuali Abu Jahal, justru bersatu melawan pemboikotan dan berhasil.

 

3 dari 6 halaman

Boikot Atas Umat Islam Madinah

Ketika umat Islam hijrah ke Madinah, kaum musyrik Mekah merampas harta mereka. Umat Islam juga dilarang pergi ke Madinah dengan membawa harta apapun.

Salah satu sahabat yang mengalami hal ini Shuhaib Al Rumi. Satu riwayat menyebutkan kaum musyrik merampas seluruh harta Shuhaib. Dia dikejar, dipaksa, dan diancam ketika hendak ke Madinah. Kaum musyrik baru membolehkan dia pergi setelah hartanya habis dirampas.

Tetapi, kondisi ini justru menimbulkan simpati yang semakin besar kepada Rasulullah. Umat Islam di Madinah semakin tegar hingga siap melakukan perlawanan sesuai perintah Rasulullah.

 

4 dari 6 halaman

Terjadinya Perang Badar

Akhirnya, Rasulullah melancarkan serangan balasan. Umat Islam diperintahkan melakukan pengadangan di jalur perdagangan kaum musyrik dari Mekah menuju Syam (kini wilayahnya dikenal dengan Suriah) dan Irak. Terdapat kebiasaan masyarakat Mekah pergi ke utara untuk berdagang ketika musim dingin tiba.

Karena blokade itu, kaum musyrik tidak bisa lagi berdagang. Kondisi itu menyebabkan perekonomian Mekah mengalami krisis.

Kondisi inilah yang menjadi pemicu Perang Badar. Kaum musyrik mencoba melawan embargo Rasulullah dengan peperangan.

Dalam buku Perang Muhammad saw, Kisah Perjuangan dan Pertempuran Rasulullah karya Nizar Abazhah, disebutkan Perang Badar sebenarnya bercorak ekonomi dan terbuka. Kemenangan umat Islam dalam perang ini membuat perekonomian kaum musyrik Mekah semakin terpuruk.

Perang Badar sendiri sebenarnya merupakan bentuk peringatan Rasulullah kepada kaum musyrik yang berani mengusik umat Islam. Agar mereka memikirkan ulang sikapnya kepada umat Islam kala itu.

Sumber: NU Online

5 dari 6 halaman

Kisah Rasulullah Tegur Sahabat Lantaran Mengolok Bilal

Dream - Salah satu adab yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dalam hubungan antarmanusia adalah menghormati orang lain. Salah satu caranya dengan tidak memanggil orang dengan julukan buruk, apalagi sampai mengolok.

Rasulullah bahkan tidak segan memberikan teguran tegas kepada sahabatnya yang tega mengolok orang lain. Salah satu sahabat yang pernah terkena teguran dari Rasulullah adalah Abu Dzar Al Ghiffari, yang riwayatnya diabadikan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

" Aku pernah menghina seseorang, dengan menyindir asal-usul keturunan dari ibunya," kata Abu Dzar dalam riwayat tersebut.

" Aku berkata, 'Hei kamu, anaknya orang hitam!'" kata Abu Dzar.

Panggilan itu ditujukan kepada seseorang yang memiliki kulit hitam. Para ulama menyebut orang yang dipanggil Abu Dzar adalah Bilal bin Rabah.

Dalam kitab syarah Irsyadus Sari tulisan Imam Al Qasthalani dijelaskan Abu Dzar mengeluarkan kalimat itu lantaran merasa jumawa. Sebab dia merasa berasal dari suku yang lebih terpandang.

6 dari 6 halaman

Teguran Keras Rasulullah

Mendengar ucapan Abu Dzar, Rasulullah segera menegurnya.

" Benarkah kau baru saja menghina pria itu, dengan mengejek pribadi ibunya? Ketahuilah wahai Abu Dzar, perbuatanmu itu adalah perilaku orang-orang jahiliyah yang tercela," kata Rasulullah.

Abu Dzar langsung menyesal mendapat teguran itu. Rasulullah lalu melanjutkan tegurannya.

" Pembantu-pembantu kalian itu juga saudara kalian," ucap Rasulullah.

Rasulullah kembali meneruskan ucapannya.

" Allah telah menjadikan mereka menjadi tanggungan kalian. Siapapun yang menjadikan saudaranya sebagai budak atau tanggungannya, maka tuannya harus memberi makanan sama seperti yang ia makan, pakaian sebagaimana yang ia pakai, serta tidak membebani mereka dengan pekerjaan yang bikin mereka payah," tegas Rasulullah.

" Kalau di antara kalian ada yang membebani mereka dengan kerja yang sangat berat, maka bantulah mereka," demikian pesan Rasulullah.

Abu Dzar sangat menyesal dengan teguran itu. Dia benar-benar merasa bersalah kepada Bilal.

(Sah, Sumber: Islami.co)

PSBB Jakarta Ditambah Sampai 4 Juni, Anies Baswedan- Bisa Jadi yang Terakhir
Join Dream.co.id