Kesurupan Batalkan Puasa tapi Tidak Wajib Qadha’, Ini Pandangan Ulama

Your Story | Jumat, 23 April 2021 15:33
Kesurupan Batalkan Puasa tapi Tidak Wajib Qadha’, Ini Pandangan Ulama

Reporter : Arini Saadah

Mengapa kesurupan membatalkan puasa? Berikut penjelasan selengkapnya.

Dream - Orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa ramadan, tentu menginginkan puasanya sempurna dengan harapan diterima oleh Allah SWT. Mereka akan berusaha menghindari hal-hal yang membatalkan puasa di bulan Ramadan ini.

Seorang muslim juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum melaksanakan ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, maka kewajibannya untuk melaksanakan ibadah tersebut menjadi gugur.

Hal ini juga berlaku dalam pelaksanaan ibadah puasa di bulan ramadan.  Di antara syarat-syarat tersebut ialah orang yang melaksanakan puasa haruslah berakal sebagai syarat taklif (pembebanan hukum Islam). Bila tidak berakal, maka gugurlah kewajibannya untuk berpuasa, dan apabila ia berpuasa maka puasanya juga batal dan tidak sah. Hukum ini berlandasan atas hadits Nabi Muhammad SAW:

 Ilustrasi
© dream.co.id

" Telah diangkat pena (kewajiban tidak berlaku) atas tiga golongan; orang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia mimpi basah, orang gila hingga ia kembali berakal (HR. Abu Dawud)"

Namun ada saja hal dan kondisi yang menghalangi kelancaran dan kesempurnaan ibadah puasa umat muslim. Misalnya ketika di tengah puasa tiba-tiba seseorang mengalami kesurupan. Dalam pandangan Islam, apakah kesurupan bisa membatalkan puasa?

2 dari 4 halaman

Hilang Akal Tidak Wajib Puasa

Dilansir dari Bincang Syariah, Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (3/1664) menjelaskan hadits dari Rasulullah SAW di atas. Menurutnya orang yang sedang kehilangan akalnya tidak wajib berpuasa. Sebab kondisi kehilangan akal tidal memungkinkan untuk melaksanakan niat.

Berikut penjelasannya dalam kitab Fiqh al-Islami wa Adillatuhu:

 Ilustrasi
© dream.co.id

“ Barangsiapa yang akalnya hilang maka ia tidak ada kewajiban untuk melaksanakan puasa di saat ia kehilangan akalnya. Begitupun tidak sah puasanya orang gila, pingsan dan orang mabuk karena tidak memungkinkan untuk melaksanakan niat.”

Hal tersebut semakin diperkuat dengan penjelasan di dalam kitab at-Taqrirat as-Sadidah (1/438). Bahwa syarat syah puasa adalah berakal.

 Ilustrasi
© dream.co.id

“ Syarat-syarat sahnya puasa: berakal. Maka disyaratkan orang yang berpuasa harus berakal, tamyiz sepanjang hari. Jika ia gila walaupun sekejap maka puasanya batal.”

3 dari 4 halaman

Kesurupan Termasuk Hilang Akal

 

Lantas, bagaimana status puasa orang yang mengalami kesurupan? Ulama menyamakan status hukum orang kesurupan seperti halnya orang gila. Artinya orang kesurupan tergolong kehilangan akal sehingga puasanya menjadi batal. Syekh Al-Bajuri mengatakan: 

 Ilustrasi
© dream.co.id

" Imam Syafi’i menyamakan status kerusakan dalam akal dengan status penyakit gila, begitupun kesurupan termasuk bagian dari gila sebagaimana pendapat sebagian ulama. (Hasyiyah al-Baijuri, 1/115. Lihat pula: Hasyiyah al-Bujairami ‘ala al-Khatib, 3/428).

 

4 dari 4 halaman

Kesurupan Membatalkan Puasa

Dengan demikian, kesurupan bisa membatalkan puasa lho, Sahabat Dream. Orang yang mengalami hal tersebut tidak wajib mengganti puasanya serta tidak berdosa, asalkan ia tidak sengaja melakukan hal yang membuat ia kesurupan.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj:

“ Ketika penyakit gila muncul tanpa ada usaha untuk menyebabkannya, baik dalam waktu sebentar maupun satu hari penuh, maka puasanya otomatis batal. Namun tidak ada kewajiban untuk menggantinya dan juga tidak berdosa sama sekali."

Join Dream.co.id