Kedudukan Permainan Catur Dalam Pandangan Ulama

Your Story | Senin, 25 November 2019 15:48
Kedudukan Permainan Catur Dalam Pandangan Ulama

Reporter : Ahmad Baiquni

Catur belakangan jadi perbincangan hangat.

Dream - Permainan catur belakangan menjadi perbincangan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Muncul polemik seputar kedudukan catur dalam hukum Islam.

Polemik ini muncul usai tersebarnya video Ustaz Abdul Somad yang berpendapat catur adalah haram menukil pendapat salah satu imam mazhab. Pernyataan tersebut muncul lantaran ada pertanyaan mengenai catur dari salah satu peserta pengajian.

Sementara, catur sudah sangat dikenal di masyarakat. Mulai perkotaan hingga pedesaan, catur banyak dimainkan masyarakat.

Catur merupakan permainan yang sudah mendunia. Bahkan ada banyak orang yang menggeluti permainan ini dan menjadikannya sebagai profesi.

Lantas, benarkah kedudukan catur adalah haram dari sudut pandang hukum Islam?

2 dari 6 halaman

Dasar Penetapan Hukum Catur

Dikutip dari NU Online, pendapat yang mengharamkan catur banyak didasarkan pada pandangan ulama, bukan pada ayat Alquran maupun hadis Rasulullah Muhammad SAW.

Perlu diketahui, tidak ada satupun ayat Alquran yang membahas kedudukan catur. Demikian halnya dengan hadis, tidak ada satupun yang membolehkan maupun melarang permainan tersebut.

Memang ada hadis-hadis yang dipakai untuk menetapkan hukum atas permainan catur. Tetapi, para ulama klasik yang kemampuannya sangat diakui seperti Ibnu Katsir secara tegas menyatakan hadis-hadis tersebut adalah palsu.

Dasarnya, permainan catur muncul di masa sahabat, bukan di zaman Rasulullah masih hidup. Sehingga, sangat aneh jika muncul hadis yang menjelaskan hukum permainan catur.

Sehingga mengenai hukum catur, para ulama bersepakat dalam beberapa hal namun berbeda pendapat di beberapa lainnya. Ulama sepakat mengenai keharaman catur terkait adanya unsur judi atau dapat mengarahkan kepada perbuatan haram seperti meninggalkan sholat atau berbohong.

Tetapi, ulama berbeda pandangan jika catur tidak mengarahkan seseorang kepada perbuatan yang dilarang agama.

3 dari 6 halaman

Ada yang Membolehkan

Dilihat dari pandangan mazhab besar dalam hukum Islam, terdapat tiga pendapat yang bisa dijadikan hujah. Pendapat pertama menyatakan catur boleh dimainkan. Pendapat ini dipegang oleh sebagian Mazhab Hanafi, sebagian Mazhab Syafi'i serta sebagian besar sahabat dan tabi'in seperti Abu Hurairah, Said Ibnu Musayyib, Said Ibnu Jubair, Sya'bi dan Hasan Bashri.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin.

" Bahwa hal itu merupakan nash (dalil) atas kebolehan bermain catur."

Demikian pula penjelasan Syeikh Abdullah bin Ahmad An Nasyafi dalam Al Bahrur Raiq.

" Sesungguhnya bermain dadu membatalkan (menghilangkan) sifat adil, berbeda dengan bermain catur. Sebab, hukum bermain catur merupakan lahan ijtihad, di mana Imam Malik dan Imam Syafi’i menyatakan kebolehannya. Pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Yusuf."

 

4 dari 6 halaman

Yang Memakruhkan dan Mengharamkan

Pendapat kedua menghukumi catur dengan makruh. Pendapat ini dipegang oleh sebagian ulama Mazhab Hanafi serta sebagian Mazhab Syafi'i yang lainnya. Hal ini seperti dijelaskan Imam Al Qurthubi dalam Al Jami' li Ahkamil Quran.

" Imam Abu Hanifah berkata, 'Dimakruhkan bermain catur dan dadu'."

Sedangkan pendapat ketiga menyatakan haram bermain catur. Pendapat ini dipegang Mazhab Maliki dan Mazhab Hambali, juga merupakan pandangan dari sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Salim dan Urwah.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Imam Ibnu Rusyd dalam Al Bayan wat Tanzil.

" Imam Malik ditanya tentang hukum bermain catur, beliau menjawab, 'Tidak ada kebaikan di dalamnya. Ia termasuk hak batil'."

Demikian halnya dengan Imam Ibnu Qudamah yang merupakan ulama Mazhab Hambali. Dia menerangkan status hukum catur dalam kitabnya Al Mughni.

" Adapun bermain catur maka hukumnya seperti bermain dadu dalam keharamannya. Hanya saja, bermain dadu lebih diharamkan dibanding bermain catur. Qadhi Abul Husein menyebutkan, 'Di antara orang yang berpendapat akan keharamannya adalah Ali bin Abi Thalid, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Salim dan Urwah'."

Dari paparan tersebut, para ulama masih berbeda pendapat mengenai kedudukan catur. Catur diharamkan jika mengandung unsur judi atau kecenderungan yang mengarahkan seseorang melakukan perbuatan diharamkan, tetapi dibolehkan jika tidak membawa kepada sesuatu yang haram.

Sumber: NU Online.

5 dari 6 halaman

Tips Bagi Waktu Malam Ibadah dan Tidur Cara Sahabat Nabi

Dream - Salah satu tanda kekuasaan Allah adalah bergantinya siang dan malam. Dua waktu ini diciptakan Allah memberikan banyak manfaat kepada manusia.

Siang hari digunakan untuk beraktivitas dan bekerja. Sementara malam harinya adalah untuk istirahat.

Tentu, masing-masing waktu punya keistimewaan sendiri. Nilai keistimewaan itu dapat memberikan manfaat bagi kita.

Dikutip dari Bincang Syariah, para sahabat Rasulullah Muhammad SAW serta para ulama selalu mengistimewakan waktu malam. caranya dengan memperbanyak melakukan kebaikan serta beribadah kepada Allah.

Masing-masing dari mereka punya cara sendiri memanfaatkan waktu. Demikian pula dengan Abu Hurairah RA.

6 dari 6 halaman

Cara Abu Hurairah Habiskan Malam

Imam Ad Darimi menyebutkan kebiasaan Abu Hurairah membagi waktu untuk ibadah dan tidur setiap malam. Hal itu dituangkan dalam kitab Sunan Ad Darimi.

Dalam kitab itu disebutkan Abu Hurairah membagi waktu menjadi tiga. Bagian pertama yaitu sepertiga malam awal yang kerap dimanfaatkan untuk istirahat dan tidur.

Bagian kedua yaitu sepertiga malam kedua yang sering dimanfaatkan Abu Hurairah untuk melaksanakan sholat dan ibadah. Sedangkan bagian ketika yaitu sepertiga malam terakhir yang selalu digunakan oleh Abu Hurairah untuk mempelajari hadis-hadis Rasulullah SAW.

" Abu Hurairah pernah berkata, 'Sungguh aku membagi waktu malamku menjadi tiga bagian, sepertiga waktu malam untuk tidur, sepertiga untuk beribadah, dan sepertiga lagi untuk mempelajari hadis Rasulullah SAW'."

Dari rincian tersebut, maka Abu Hurairah hanya memanfaatkan waktu malam untuk tidur selama 4 jam. Selebihnya digunakan untuk ibadah dan mengkaji hadis.

Cara Abu Hurairah dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa menghabiskan waktu malam tidak hanya untuk tidur namun juga ibadah dan belajar.

Sumber: Bincang Syariah

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id