Beri Semua Selimut ke Anak-anak, Ayah Meninggal Kedinginan

Your Story | Rabu, 11 Desember 2019 08:01
Beri Semua Selimut ke Anak-anak, Ayah Meninggal Kedinginan

Reporter : Sugiono

Suhu di kampungnya telah turun hingga 9 derajat Celcius malam itu.

Dream - Cinta seorang ayah kepada anaknya tidak akan ada habisnya. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan seorang ayah yang meninggal saat menjaga putrinya.

Seorang ayah di Thailand dilaporkan telah meninggal dunia setelah berusaha memastikan putrinya tidak kedinginan dalam tidurnya.

Pria berusia 38 tahun itu ditemukan meninggal dunia oleh putrinya yang berusia delapan tahun di pagi hari.

Dia sudah berusaha membangunkan ayahnya. Tetapi dia hanya bisa menangis setelah tahu ayahnya telah meninggal dunia.

2 dari 4 halaman

Hanya Punya Tiga Helai Selimut

Suhu di provinsi Bueng Kan, yang terletak di timur laut Thailand, telah turun hingga 9 derajat Celcius malam itu.

Tetapi Prasarn Homthong, 38 tahun, hanya punya tiga helai selimut untuk menjaganya tetap hangat.

Berpikir bahwa dia bisa tahan terhadap cuaca dingin, Homthong memberikan semua selimutnya ke Panwira Noipha, putrinya.

Homthong akhirnya tidur di atas tikar, hanya mengenakan kaos lengan panjang dan celana pendek.

3 dari 4 halaman

Konstruksi Rumah Belum Selesai

Dilaporkan bahwa konstruksi rumah Homthong yang berlantai satu juga belum sepenuhnya selesai.

 Konstruksi rumah Prasarn Homthong yang menyedihkan.© Khao Sod

Rumah berlantai satu tersebut kabarnya juga tidak memiliki pintu dan jendela.

Kondisi rumah yang tidak sepenuhnya selesai itu makin menambah dinginnya udara pada malam itu.

Namun pada tengah malam, Noipha terbangun. Dia melihat ayahnya meringkuk sambil menggigil kedinginan.

Bocah 8 tahun itu pun menyelimuti ayahnya dengan salah satu selimut yang dipakainya.

4 dari 4 halaman

Meninggal Karena Hipotermia

Keesokan paginya, Noipha mencoba untuk membangunkan ayahnya yang masih tertidur.

Namun ayahnya tetap tidak bangun. Noipha pun menghubungi bibinya yang tinggal di sebelah rumah.

Saat memeriksa Homthong, bibinya mengatakan kepada Noipha bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Pemeriksaan medis meyebutkan, Homthong meninggal karena hipotermia. Tubuhnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan penurunan suhu di malam hari.

Menurut kerabat Homthong, dia tidak memiliki masalah medis sebelum kematiannya. Homthong, yang sudah bercerai, juga tinggal bersama putri sulungnya, Natharin Homthong, 14 tahun.

Namun pada malam peristiwa memilukan itu, dia tidur di rumah seorang kerabat.

(ism, Sumber: AsiaOne)

Join Dream.co.id