Karma Tragis Anggota ISIS yang Eksekusi 27 Sandera, Lebih Pedih dari Kematian

Your Story | Selasa, 25 Agustus 2020 14:33
Karma Tragis Anggota ISIS yang Eksekusi 27 Sandera, Lebih Pedih dari Kematian

Reporter : Ulyaeni Maulida

Kesehatan mental mereka akan rusak secara perlahan.

Dream – Alexanda Kotey dan El-Shafee el-Sheikh dinyatakan bertanggung jawab atas dugaan melakukan tindakan eksekusi mengerikan terhadap 27 sandera ISIS. Setelah pemerintah Inggris telah mencabut kewarganegaraan mereka, kini keduanya harus bersiap untuk menghadapi tuntutan di AS.

Dua anggota ISIS itu rencananya akan dimasukkan ke penjara dengan kemanan tingkat tinggi. Keduanya ditahan oleh pasukan khusus AS di Irak setelah ditangkap oleh Pasukan Demokrat Suriah, dua tahun lalu.

Inggris meyakinkan bahwa kedua pelaku tidak akan mendapat hukuman mati. Namun, mereka akan dikenakan hukuman penjara yang jauh lebih mengerikan.

Jika terbukti bersalah, keduanya akan menghabiskan sisa hidup mereka di penjara Florence Supermax, Colorado.

2 dari 4 halaman

Lebih buruk daripada hukuman mati

 Penjara
© Pexels.com

Narapidana biasanya dikurung sekitar 23 jam sehari di sel isolasi. Masing-masing dengan jendela sempit setinggi 107 cm dan posisi miring keatas sehingga hanya melihat sedikit langit.

Wartawan investigasi, Aviva Stahl mengatakan para tahanan mengalami kondisi isolasi dan kelumpuhan sensorik yang ekstrim.

 

3 dari 4 halaman

Penjara Para Penjahat Terkenal

Dalam banyak hal, dikurung selama sisa hidup dan dalam tempat yang monoton merupakan nasib buruk yang bahkan lebih buruk dari hukuman mati.

Narapidana mendapatkan satu panggilan ke kerabatnya setiap bulan yang berlangsung hanya 15 menit.  Setidaknya 70 persen dari mereka menderita masalah kesehatan mental dan lebih dari 100 narapidana yang paling kejam ditempatkan pada unit yang paling gelap atau disebut ‘unit z’

Florence Supermax merupakan penjara yang telah menampung banyak penjahat terkenal. Salah satunya seorang mantan pemimpin teroris, Kartel Sinaloa El-Chapo. Dan Richard Reid, juga ditahan di Florence Supermax. Setelah ia mencoba meledakkan pesawat pada tahun 2001. Ia diberi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

4 dari 4 halaman

Dituding Alat Balas Dendam

 Penjara
© Pexels.com

Seorang mantan perwira intelijen militer Inggris mengatakan bahwa, " Keadilan di AS untuk Kotey dan el-Sheikh bukan tentang rehabilitasi, tetapi hukuman serius dan balas dendam.”

" Kehidupan mereka akan menjadi kehidupan yang membosankan. Para supermax menghapus segala kenyamanan dan gangguan. Itu akan menjadi mimpi mereka yang paling buruk,” lanjutnya kembali.

" Mereka akan menatap dinding putih dan sedikit akses ke dunia luar. Dan sama sekali tidak ada pilihan lain selain pergerakan mereka yang terbatas,” ungkap mantan perwira intelijen militer Inggris.

(Sumber: dailystar.co.uk)

 

Join Dream.co.id