Tangis Haru Ibu Saat Bertemu dengan Anaknya yang Diculik 32 Tahun Lalu

Your Story | Rabu, 27 Mei 2020 10:48
Tangis Haru Ibu Saat Bertemu dengan Anaknya yang Diculik 32 Tahun Lalu

Reporter : Sugiono

Pertemuan anak dan orangtuanya ini mengakhiri salah satu kasus penculikan anak yang paling terkenal.

Dream - Seorang pria yang diculik saat masih kecil akhirnya disatukan kembali dengan orang tuanya setelah 32 tahun berpisah. Pertemuan Mao Yin dan orangtuanya ini mengakhiri salah satu kasus penculikan paling terkenal di China.

Mao Yin berusia dua tahun ketika ia menghilang di Xian, ibukota Provinsi Shaanxi, pada tahun 1988. Dia kabarnya dijual kepada keluarga yang membesarkannya sebagai putra mereka sendiri.

Mao, yang diganti namanya menjadi Gu Ningning oleh orangtua angkatnya, dipertemukan kembali dengan ibu dan ayahnya, Li Jingzhi dan Mao Zhenjing, pada Senin 25 Mei 2020.

2 dari 5 halaman

Hadiah Terbaik di Hari Ibu

Sebagai Ningning, Mao menjalankan bisnis desain interior. Keberadaannya terlacak pada awal Mei oleh polisi Xian yang menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk menganalisis foto-foto lama bocah itu. Identitasnya kemudian dikonfirmasi menggunakan tes DNA.

Ketika polisi memberi tahu bahwa putranya telah ditemukan pada Hari Ibu, Jingzhi menangis dengan penuh haru.

" Ini adalah hadiah terbaik yang pernah saya dapatkan pada Hari Ibu," kata Jingzhi kepada polisi.

Dalam konferensi pers, tangis pasangan Jingzhi dan Zhenjing pecah saat memeluk putra mereka yang hilang selama 32 tahun.

Jingzhi kemudian mengatakan bahwa dia tidak ingin dipisahkan dari putranya lagi. Mao pun menjawab bahwa dia akan segera tinggal bersama orangtua kandungnya.

3 dari 5 halaman

Menyebar 100 Ribu Poster dan Muncul di Televisi

Mao menghilang pada tahun 1988 dekat Hotel Jinling di Xian setelah ayahnya meninggalkannya sebentar untuk mengambil air minum.

Sejak itu Jingzhi dan Zhenjing menghabiskan 32 tahun berikutnya untuk mencari Mao di seluruh negeri.

Jingzhi bahkan telah membagikan lebih dari 100.000 selebaran yang berisi informasi tentang Mao yang hilang.

Sejak 1999, Jingzhi telah muncul di berbagai acara televisi di China. Dia ingin meningkatkan kesadaran tentang anak hilang di negeri itu.

Jingzhi berharap anaknya akan menonton salah satu program tersebut pada satu hari nanti.

4 dari 5 halaman

Selalu Gagal dalam Pencariannya

Pada 2007, Jingzhi menjadi sukarelawan di sebuah organisasi non-pemerintah bernama Baby Come Home.

Organisasi ini menelusuri jejak anak-anak yang diculik dan telah berhasil membantu lebih dari dari 20 keluarga dalam menemukan anak-anak yang hilang.

" Pada waktu itu saya telah mencarinya selama lebih dari dua dekade, saya tahu betapa sulitnya itu. Saya juga bertanya-tanya apakah seseorang dapat memberikan bantuan yang sama kepada putra saya untuk menemukan keluarganya," kata Jingzhi dalam sebuah wawancara pada bulan Januari lalu.

Selama pencariannya yang panjang, Jingzhi mengikuti 300 kemungkinan petunjuk yang bisa mengarah pada informasi tentang putranya yang hilang. Tetapi setiap kali mendalami kasusnya, dia tidak menemukan kecocokan.

5 dari 5 halaman

Dijual Seharga Rp12,3 Juta

Informasi polisi menyebutkan sebelumnya Mao telah dijual kepada pasangan yang tidak memiliki anak seharga 6.000 yuan (Rp12,3 juta).

Belum ada informasi lebih lanjut tentang orang tua angkatnya dan kasus penculikan Mao sendiri saat ini masih dalam penyelidikan.

Namun, situs berita CCTV melaporkan bahwa Mao dibesarkan di Provinsi Sichuan. Dia juga kuliah di universitas sebelum mendirikan bisnis desain interior.

Sumber: SCMP

Join Dream.co.id