Jarang Diketahui, Doa Rasulullah Usai Sholat Dhuha

Your Story | Selasa, 28 April 2020 07:02
Jarang Diketahui, Doa Rasulullah Usai Sholat Dhuha

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Lengkap dengan bahasa arab, latin, dan terjemahannya.

Dream - Dari sekian banyak amalan sunah, ada beberapa yang sangat ditekankan. Umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan amalan sunah tersebut.

Salah satu amalan sunah yang dimaksud adalah sholat Dhuha. Sholat ini banyak dipahami sebagai sarana memohon keberlimpahan rezeki serta menolak bala'.

Mungkin banyak orang fokus pada doa sholat dhuha yang sering diajarkan. Doa tersebut berisi permohonan kelimpahan rezeki.

Setiap kali usai sholat Dhuha, Rasulullah memiliki doa khusus. Doa itu tercantum dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Aisyah RA.

Tetapi, jarang orang mengetahui doa ini. Mereka kebanyakan membaca doa yang lazim diajarkan.

2 dari 6 halaman

Berikut Doanya:

 Doa Rasulullah usai Dhuha© dream.co.id

Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu.

Artinya,

" Ya Allah, ampuni dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun."

3 dari 6 halaman

Dua Waktu yang Diharamkan untuk Sholat Dhuha

Dream - Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk dijadikan sebagai ladang mendapatkan ridha dari Allah. Sholat dhuha menjadi amalan sunnah tambahan yang bisa dilakukan untuk memperoleh pahala tersebut.

Tidak hanya pahala, mengerjakan sholat dhuha ternyata juga dapat melancarkan rezeki. Oleh sebab itu, banyak kaum mukmin yang mengerjakan amalan yang satu ini.

Meskipun hukumnya sunnah, namun sholat dhuha ini harus dilaksanakan pada waktu tepat dengan hati ikhlas. Tujuannya adalah agar salat yang kita lakukan tersebut dapat diterima oleh Allah SWT dan dinilai sebagai pahala.

Ternyata ada waktu-waktu yang diharamkan untuk menjalankan ibadah sholat dhuha. Jikalau mengerjakan sholat dhuha dalam waktu yang diharamkan maka salat itu justru akan mendapatkan dosa. Berikut ini waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

4 dari 6 halaman

Waktu pertama yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha adalah ketika sesudah subuh hingga matahari tersebut  sekitar pukul 06.00-07.30 pagi. Waktu kedua yang diharamkan untuk melakukan sholat dhuha adalah ketika memasuki dzuhur hingga tergelincirnya matahari atau pukul 11.30-12.15.

Kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha berdasarkan penentuan larangan dari Rasulullah SAW. Berikut ini hadist-hadist Rasulullah yang menunjukkan waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat dhuha.

 

 

 

 

5 dari 6 halaman

Dari Ibnu Abbas berkata: “ Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam melarang shalat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam.” [HR. Bukhari]

Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan sholat Dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata: “ Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa sholat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“ Sholatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”. [HR. Muslim]

6 dari 6 halaman

Dari Ibnu Umar berkata: “ Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam”. [HR. Bukhari]

Tidak hanya itu salah satu alasan mengapa kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha adalah karena adanya setan yang mengikuti waktu-waktu itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallambersbda: “ Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” [HR. Nasa’i]

Demikianlah ulasan mengenai dua waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha. Meskipun ingin melaksanakan ibadah, namun ada baiknya untuk terlebih dahulu memperhatikan waktu pelaksanaannya. Jangan sampai ibadah kita menjadi sia-sia dan justru menimbulkan dosa karena sholat pada waktu yang tidak tepat.

Join Dream.co.id