Ingin Berhaji Muda tapi Punya Cicilan Rumah, Harus Bagaimana?

Your Story | Rabu, 14 Agustus 2019 20:00
Ingin Berhaji Muda tapi Punya Cicilan Rumah, Harus Bagaimana?

Reporter : Ahmad Baiquni

Haji butuh biaya besar, sementara cicilan rumah juga besar.

Dream - Melaksanakan haji di usia muda tentu banyak keutamaannya. Salah satunya, fisik yang kuat sehingga tidak kelelahan melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Sayangnya, tidak semua kaum muda bisa meraih kesempatan tersebut. Sebagian besar masih harus menata keuangannya.

Banyak kaum muda yang telah memiliki rumah sendiri. Rumah tersebut diperoleh dengan cara mencicil dengan masa pembayaran cukup lama antara 10 hingga 20 tahun.

Uang cicilan rumah yang harus dibayar setiap bulan biasanya cukup besar. Sehingga, kaum muda banyak yang menunda keinginan mereka melaksanakan haji.

Sebenarnya, apakah niat haji harus diutamakan dengan mendaftarkan diri sementara masih punya cicilan rumah?

 

 

2 dari 6 halaman

Kewajiban Haji

Dikutip dari NU Online, haji merupakan ibadah mulia yang menuntut pengorbanan fisik, mental dan keuangan. Sehingga, kemampuan dari seseorang menjadi patokan mengenai kewajibannya.

Bagi yang mampu, wajib hukumnya melaksanakan haji. Apabila sudah mampu tapi tidak juga berangkat haji, maka dia menanggung dosa besar.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Baihaqi, Rasulullah Muhammad SAW menekankan keharusan berhaji bagi yang sudah mampu dan ancaman untuk yang tidak melaksanakannya padahal sudah memiliki kemampuan.

" Siapa saja yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat mengantarkannya ke Baitullah dan ia tidak juga berhaji, maka ia boleh pilih mati sebagai Yahudi atau Nasrani. Allah berfirman dalam Alquran, " Kewajiban manusia dari Allah adalah mengunjungi Kabah bagi mereka yang mampu menempuh perjalanan."

 

3 dari 6 halaman

Bekal Haji Bukan Dari Biaya Hidup

Bagi pasangan muda yang punya cicilan rumah, ada pandangan ulama yang bisa dijadikan pegangan.

Imam An Nawawi dalam kitab Hasyiyah Ibni Hajar menjelaskan bekal perjalanan diasumsikan sebagai kemampuan melaksanakan haji. Kemampuan tersebut bukanlah biaya untuk kebutuhan hidup sehingga mereka yang punya cicilan rumah tidak terkena kewajiban berhaji.

" Dalam urusan bekal, disyaratkan biaya yang dapat mencukupi kebutuhan pergi dan pulangnya lebih di luar kebutuhan untuk membayar dan asisten rumah tangga yang diperlukan."

Syeikh Wahbah Az Zuhayli dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuh menjelaskan bekal haji merupakan biaya di luar dana untuk memenuhi kebutuhan hidup baik yang sifatnya mendasar seperti makan, biaya rumah maupun menggaji asisten rumah tangga.

Selain itu, biaya haji juga tidak diambilkan dari anggaran untuk pembayaran utang. Sebab, pembayaran utang termasuk bagian dari kebutuhan hidup.

 

4 dari 6 halaman

Jika Aset Hanya Rumah Tinggal

Dalam pandangan Syeikh Wahbah, orang yang memiliki aset mati berupa lahan tinggal atau aset hidup yang dimanfaatkan untuk menafkahi diri dan keluarganya tidak terkena kewajiban haji. Tetapi apabila keuntungan dari pemanfaatan aset tersebut melebihi nafkahnya, dia terkena beban melaksanakan haji.

" Siapa saja yang memiliki aset tak bergerak yang diperlukan untuk kediamannya, kediaman keluarganya, atau diperlukan untuk penyewaan demi nafkah dirinya atau nafkah keluarganya, atau memiliki barang dagangan yang jika dikurangi maka keuntungannya juga berkurang dan tidak mencukupi, atau memiliki ternak yang mereka perlukan, maka ia tidak wajib haji. Kalau ia memiliki aset lain di luar kebutuhannya, maka aset itu harus dijual untuk pembiayaan haji."

Keterangan di atas menunjukkan seseorang yang punya cicilan rumah memang tidak terkena wajib haji. Namun demikian, sangat disarankan kaum muda menyisihkan sebagian pendapatan untuk alokasi dana setoran awal haji di samping membayar cicilan.

Jika cara tersebut dianggap berat, maka yang perlu diprioritaskan adalah cicilan rumahnya. Sehingga, kaum muda tidak perlu memaksakan diri berangkat haji jika kondisi keuangannya belum mencukupi.

Sumber: NU Online

5 dari 6 halaman

Doa Agar Keinginan Pergi Haji Cepat Terwujud

Dream - Naik haji tentu jadi impian setiap Muslim. Apa daya, banyak tak bisa mewujudkannya karena kekurangan biaya.

Maklum, untuk bisa ke Tanah Suci membutuhkan uang yang tidak sedikit. Banyak orang yang akhirnya menjual tanah atau harta lainnya demi berangkat haji.

Tetapi, ada juga saudara kita yang memilih bersabar dan pasrah. Mereka menyisihkan sedikit demi sedikit agar bisa melaksanakan haji.

Tentu waktu yang mereka butuhkan bisa sangat lama. Bahkan ada yang akhirnya tidak bisa berangkat karena sudah dipanggil Allah lebih dulu atau alasannya lainnya.

Meski begitu, kita tetap harus berniat untuk bisa melaksanakan haji. Agar harapan itu terwujud, dianjurkan untuk membaca doa ini, yang disebutkan ooleh Syeikh Ahmad Qusyairi dalam kitab Al Wasilah Al Hariyyah di Al Shalawat Ala Khairil Bariyyah.

 

6 dari 6 halaman

Doa Cepat Haji

 Doa Cepat Haji

Allahumma shalli ala sayyidina muhammadin shalatan tuballiguna biha hajja baitikal haram, wa ziyarata habibika muhammadin alaihi afdhalus shalati wassalam fi sihhatin wa 'afiyah wa bulughil marami wa ala alihi wa sahbihi wa sallim.

Artinya,

" Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah shalawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya shalawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya."

Terkait
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id