Infaq Adalah Tabungan untuk Bekal Akhirat: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Rukun

Your Story | Selasa, 11 Agustus 2020 07:12
Infaq Adalah Tabungan untuk Bekal Akhirat: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Rukun

Reporter : Arini Saadah

Islam mengajarkan banyak cara untuk membantu sesama.

Dream – Infaq adalah amalan terpuji yang bias dilakukan di dalam agama Islam. Selain membersihkan harta yang dimiliki, Infaq adalah salah satu cara terpuji untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Islam mengajarkan banyak cara untuk membantu sesama. Membantu orang lain dalam hal kebaikan dianjurkan bahkan ditekankan dalam Islam. Sebab orang yang membantu orang dalam kesusahan akan mendapat bantuan dari Allah berlipat ganda.

Namun masih banyak muncul anggapan keliru tentang infaqdi masyarakat. Salah satunya adalah pihak yang memanfaatkan infaq sebagai pungutan yang wajib dikeluarkan seorang muslim.  Padahal Islam tidak pernah memaksakan si pemberi untuk memberikan infaq dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Islam memiliki sebuah konsep bahwa alam semesta adalah milik Allah SWT, termasuk yang menjadi hak milik manusia. Harta yang kita miliki terdapat hak orang lain. Maka dari itu, Islam menganjurkan dengan sangat supaya manusia suka berinfaq, bersedekah, berkurban, berwakaf, dan mengeluarkan hartanya untuk kemaslahatan umat.

Kali ini Dream akan membahas tentang infaq, yang sebenarnya adalah berbeda dengan kategori pungutan liar.

2 dari 6 halaman

Pengertian Infaq

Ilustrasi infaq© Foto: freepik.com

Infaq adalah berasal dari Bahasa Arab ‘anfaqo-yunfiqu’ yang artinya membelanjakan atau membiayai. Infaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.

Menurut KBBI, infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan no-zakat. Tetapi infaq adalah berbeda dengan zakat. Sebab infa tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang dikeluarkan yang mana ditentukan secara hukum seperti halnya zakat.

Secara umum infaq adalah pengeluaran atau pemberian harta benda kepada orang lain. Artinya sesuatu yang sudah diberikan menjadi hak milik orang lain. Infaq dikeluarkan berdasarkan kepentingan kemanusiaan yang sesuai ajaran Islam.

3 dari 6 halaman

Dasar Hukum Infaq

Ilustrasi infaq kepada orang miskin© Foto: freepik.com

Infaq adalah ajaran Islam yang memiliki dasar hukum. Hukum Islam memberikan berbagai panduan kepada umatnya dalam melakukan infaq. Dasar hukum infaq sudah tertera banyak di dalam Al-Quran dan Al-Hadis.

Dasar hukum infaq adalah telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 19:

“ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 245 juga disebutkan tentang dasar hukum infaq:

“ Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.”

Dari keterangan dasar hukum infaq di atas, maka infaq juga memiliki hukum-hukum tertentu. Adapun hukum infaq adalah ada yang wajib (termasuk zakat, nadzar), ada infaq sunnah, mubah bahkan ada yang haram.  

4 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Infaq

Ilustrasi memberi infaq© Foto: freepik.com

Jenis-jenis infaq adalah dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

Pertama infaq mubah adalah mengeluarkan harta untuk perkara mubah seperti berdagang, bercocok tanam, dsb.

Kedua infaq wajib yaitu mengeluarkan harta untuk perkara wajib seperti membayar mahar (maskawin), menafkahi istri, menafkahi istri yang ditalak yang masih dalam keadaan masa ‘iddah.

Ketiga infaq haram yaitu mengeluarkan harta dengan tujuan yang diharamkan oleh Allah yaitu infaqnya orang kafir untuk menghalangi syiar.

Keempat infaq sunnah adalah mengeluarkan harta dengan niat sadaqah. 

5 dari 6 halaman

Rukun Infaq

Ilustrasi infaq© Foto: freepik.com

Supaya infaq yang kita lakukan sah, maka infaq harus memenuhi rukun-rukun tertentu supaya perbuatan infaq tidak batal. Infaq dapat dikatakan sah apabila terpenuhi rukun dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi.

Rukun infaq adalah sebagai berikut: Penginfaq (orang yang memberi infaq), orang yang diberi infaq, dan sesuatu yang diinfaqkan.

6 dari 6 halaman

Infaq Bukan Pungutan Liar

Ilustrasi© Foto: freepik.com

Infaq tidak bisa dikategorikan sebagai pungutan liar. Sebab ada perbedaan mendasar dalam proses perpindahan harta antara infaq dengan harta hasil pungutan liar.

Perpindahan harta dalam infaq didasarkan pada keikhlasan atau keridloan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan berharap akan ridloNya dan usaha untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Infaq adalah amalan terpuji yang didasarkan pada keikhlasan dari pemberi maupun penerima harta infaq. Sedangkan perpindahan harta dalam puntutan liar didasarkan pada keterpaksaan dan ancaman. Dalam pungutan liar lebih dominan kepentingan pribadi dari masing-masing pemberi maupun penerima pungli.

Infaq adalah sebuah tindakan memberi yang memiliki dasar hukum yang jelas tanpa keterpaksaan. Sedangkan pungutan liar tidak memiliki dasar hukum, dan merupakan suatu perbuatan pelanggaran hukum yang mengarah pada tindak pidana.

 

Sumber: Jurnal IAIN Kudus

Join Dream.co.id