Sedih! Mamah Muda Daftarkan Kelahiran dan Kematian Anaknya di Hari yang Sama

Your Story | Senin, 29 Juni 2020 08:01
Sedih! Mamah Muda Daftarkan Kelahiran dan Kematian Anaknya di Hari yang Sama

Reporter : Sugiono

Jasmine tidak menyangka bakal kehilangan anaknya dalam waktu singkat.

Dream - Jasmine, 25 tahun, tidak menyangka bakal kehilangan anaknya dalam waktu sangat singkat. Dia sudah berusaha keras memberikan bantuan pernapasan agar anaknya tetap hidup namun berakhir sia-sia.

Anak Jasmine yang diberi nama Freddie Heasman baru berusia 15 minggu ketika dia meninggal dunia di rumahnya di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris.

Freddie terlahir premature dengan bobot hanya 1,8 kilogram ketika Jasmine melahirkannya di Rumah Sakit Royal Gloucestershire pada 18 Februari 2020.

2 dari 9 halaman

Baru 2 Minggu Pulang Kembali Dirawat di UGD

Kelahiran bayi laki-laki yang imut ini sangat dinanti-nati oleh kedua kakaknya, Summer, 7 tahun, dan Izzy, 18 bulan.

Usai dilahirkan, Freddie menjalani perawatan selama dua minggu di rumah sakit sebelum diizinkan pulang bersama ibunya.

Namun pada Jumat, 5 Juni 2020, malam, Jasmine membawa Freddie ke rumah sakit karena buah hatinya menghadapi suatu masalah.

3 dari 9 halaman

Beri Pertolongan Tak Berhasil

Setelah mendapat perawatan, Freddie diperbolehkan pulang keesokan harinya. Namun pada hari Minggu, 7 Juni 2020, Freddie kembali mengalami masalah.

Sambil menunggu petugas medis datang, Jasmine yang saat itu panik mencoba memberi bantuan pernapasan kepada Freddie.

Sayang, usaha Jasmine untuk menolong anaknya tak membuahkan hasilnya. Freddie meninggal dunia sebelum petugas medis datang.

4 dari 9 halaman

Jalani MRI dan Daftar Kelahiran

Meski bobotnya ringan saat dilahirkan, berat badan Freddie sempat bertambah hingga 3,7 kg saat dia meninggal dunia.

Jasmine mengatakan, di hari yang menyedihkan itu Freddie sebenarnya akan menjalani MRI dan pemeriksaan lainnya. Dia juga berniat mendaftarkan kelahiran anaknya itu.

Karena memiliki masalah kesehatan yang belum diketahui, petugas medis tidak bisa menemukan penyebab kematian Freddie.

Jasmine hanya bisa menangis karena dia selamanya tidak akan pernah tahu mengapa Freddie lahir sangat kecil dan meninggal dalam usia begitu muda.

(Sah, Sumber: DailyStar)

5 dari 9 halaman

Uang Habis dan Tak Bisa Beli Susu Bayi Saat Lockdown, Janda 2 Anak Bunuh Diri

Dream - Sebuah insiden memilukan di tengah pandemi Covid-19 yang menyengsarakan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia terjadi di Thailand.

Seorang ibu berusia 26 tahun ditemukan tewas dengan cara gantung diri pada 20 April kemarin. Ibu bernama Irada Lordpet itu nekat mengakhiri hidupnya karena merasa tidak mampu lagi membeli susu untuk bayinya.

6 dari 9 halaman

Kehabisan Uang Buat Beli Susu Bayi

Irada menghabisi nyawanya sendiri karena telah kehabisan uang untuk membeli susu. Dia sebelumnya kehilangan pekerjaan setelah aturan lockdown diberlakukan di Thailand.

Wanita dari Provinsi Maha Sarakham itu ditemukan gantung diri di dapur oleh kakaknya yang segera membawanya ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa Irada tidak tertolong dalam perjalanan.

7 dari 9 halaman

Baru Dicerai, Cuma Jualan Yoghurt

Irada memiliki dua putra, masing-masing berusia enam tahun dan enam bulan. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin.

Menurut Somjit Siwai, kepala desa Pao di mana Irada tinggal, korban baru saja bercerai dari suaminya.

Irada mencari nafkah dengan berjualan yoghurt. Tetapi begitu krisis Covid-19 menghantam Thailand, dia kehilangan pekerjaannya.

Akibatnya, Irada mengalami kesulitan keuangan hingga tidak mampu lagi untuk membayar tagihan atau membeli susu bagi anak-anaknya.

8 dari 9 halaman

Sempat Pinjam Uang Ke Kepala Desa

Sebelum bunuh diri, Irada meminta Somjit untuk meminjamkan sejumlah uang kepadanya. Saat itu Somjit menyanggupinya dan mengatakan akan pergi ke bank.

Namun, tidak lama kemudian, Somjit mendapat kabar yang cukup mengejutkan setelah menerima telepon dari ibunya Irada.

Ibunya mengatakan bahwa Irada telah meninggal dunia karena bunuh diri.

9 dari 9 halaman

Berharap Bantuan untuk Keluarga Korban

Somjit masih khawatir tentang kondisi keluarga Irada. Dia berharap ada sumbangan yang dapat dikirim ke ibunya Irada, Sompong Yola.

Saat artikel ini ditulis, orang positif Covid-19 di Thailand mencapai 2.826 kasus, dengan 2.352 pasien sembuh dan 49 orang meninggal.

Lockdown akibat Covid-19 benar-benar memengaruhi finansial banyak keluarga di seluruh dunia. Semoga krisis ini berakhir lebih cepat dari perkiraan kita.

(Sumber: World of Buzz)

Join Dream.co.id