Hukum serta Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya yang Sesuai dengan Ajaran Islam

Your Story | Senin, 28 Maret 2022 11:00

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Hukum menjalankan sholat Idul Fitri adalah sunah muakkadah.

Dream – Sholat Idul Fitri atau disebut juga dengan sholat Ied adalah sholat yang dikerjakan ketika telah selesai bulan Ramadan dan umat Islam juga telah menyelesaikan ibadah puasanya. Maka puncaknya, setiap umat Islam akan melaksanakan sholat Idul Fitri tersebut. Biasanya sholat ini dilaksanakan pada pagi hari secara berjamaah, baik di masjid maupun di tanah lapang.

Sholat Idul Fitri berbeda dengan sholat fardhu yang biasa sahabat Dream kerjakan. Ada tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya tersendiri yang menjadi pembeda dengan sholat lainnya.

Kemudian setelah menyelesaikan sholat Idul Fitri, umat Islam tidak langsung meninggalkan tempat sholat dan pulang ke rumah. Akan tetapi duduk sejenak untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan. Setelah itu ada tradisi yang biasanya tidak terlewatkan, yakni saling bersalam-salaman dengan jamaah sholat lainnya sembari meminta maaf.

Sholat yang hanya dikerjakan selama satu tahun sekali ini memang sayang sekali untuk dilewatkan. Oleh karena itu, jika tidak ada uzur yang memaksa, umat Islam akan turut serta untuk mengikuti sholat Idul Fitri secara berjamaah. Apalagi di momen seperti ini seluruh umat Islam akan berkumpul dan bertemu. Sehingga menjadi ajang silaturahmi yang tampak mengharukan.

Nah, berikut adalah penjelasan tentang hukum sholat Idul Fitri serta tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya yang telah dirangkum oleh Dream melalui islam.nu.or.id.

Hukum serta Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya yang Sesuai dengan Ajaran Islam
Hukum Serta Tata Cara Sholat Idul Fitri Dan Bacaannya (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
2 dari 4 halaman

Hukum Sholat Idul Fitri

 Hukum Sholat Idul Fitri© Shutterstock.com

Sebelum membahas tentang tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya, alangkah lebih baik jika sahabat Dream mengetahui terlebih dahulu tentang hukum dari menjalankan sholat Idul Fitri ini. Seperti dikutip dari islam.nu.or.id, hukum menjalankan sholat Idul Fitri adalah sunah muakkadah. Hal ini juga berlaku untuk sholat Idul Adha.

Hukum tentang sholat Idul Fitri pun telah dijelaskan dalam sebuah kitab bernama Fathul Qarib sebagai berikut:

وصلاةالعيدينسنةمؤكدةوتشرعجماعةولمنفردومسافروحروعبدوحنثىوامرأةلاجميلةولاذاتهيئة

Artinya: Shalat dua hari raya (idul fitri dan idul adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis.”

Melalui penjelasan di atas bisa sahabat Dream ketahui, bahwa selain hukum sholat Idul Fitri dan Idul Adha adalah sunah muakkadah, hal tersebut berlaku untuk setiap Muslim yang sedang berada di rumah maupun di perjalanan, bagi yang merdeka atau yang hamba sahaya, serta bagi laki-laki atau perempuan yang cantik maupun yang tidak modis.

Hal yang membedakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha dengan sholat-sholat lainnya adalah adanya khutbah yang disampaikan setelah menyelesaikan sholat. Kemudian dalam sholat Idul Fitri dan Idul Adha juga tidak ada azan serta iqamat yang dikumandangkan sebelum sholat seperti halnya sholat fardhu.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya

 Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya© Shutterstock.com

Tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya berbeda dengan sholat-sholat lainnya. Sebelumnya perlu sahabat Dream ketahui juga bahwa waktu sholat Idul Fitri dimulai dari sejak terbitnya matahari sampai masuknya waktu dhuhur. Dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri pun juga disunahkan untuk diperlambat. Hal ini dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pada orang-orang yang belum menunaikan zakat fitrah.

Barulah kemudian sholat Idul Fitri dikerjakan dengan melakukan sebanyak dua rakaat. Berikut adalah tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya yang dikutip dari islam.nu.or.id:

Membaca niat

Dalam sholat Idul Fitri haruslah didahului dengan niat. Jika yang menjadi imam, maka dalam niatnya diberi lafal “ imaman”. Namun jika menjadi makmum, maka dalam niatnya diberi lafal “ ma’muman”. Berikut adalah bacaannya:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا/إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَــالَى

Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Takbiratul ihram

Kemudian dilanjutkan dengan membaca takbiratul ihram seperti halnya saat menjalankan sholat biasa. Setelah membaca doa iftitah, kemudian disunahkan untuk membaca takbir sebanyak tujuh kali di rakaat yang pertama. Lalu di sela-sela takbir, sahabat Dream dianjurkan untuk membaca bacaan berikut ini:

اللهُأَكْبَرُكَبِيرًا،وَالْحَمْدُلِلّٰهِكَثِيرًا،وَسُبْحَانَاللهِبُكْرَةًوَأَصِيلًا

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Selain itu sahabat Dream juga diperbolehkan untuk membaca bacaan berikut ini:

سُبْحَانَاللهِوَالْحَمْدُلِلّٰهِوَلاَإِلٰهَإِلاَّاللهُوَاللهُأَكْبَرُ

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Membaca surat Al-Fatihah

Selanjutnya membaca surat Al-Fatihah. Lalu membaca surat di dalam Al-Quran dan dianjurkan untuk membaca surat Al-A’la. Kemudian melakukan gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya sampai bangkit lagi dan melakukan sholat seperti biasa.

4 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya

Takbir sebanyak lima kali

Tata cara sholat Idul Fitri dan bacaannya selanjutnya adalah saat sudah bangkit lagi dan hendak menjalankan rakaat sholat yang kedua, maka membaca takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan dan membaca “ Allahu akbar”. Di antara bacaan takbir tersebut, sahabat Dream melafalkan lagi bacaan seperti yang dijelaskan pada poin yang kedua.

Lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan untuk membaca surat Al-Ghasyiyah. Lalu melakukan gerakan sholat berupa rukuk, sujud, sampai akhirnya salam.

Dalam membaca takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir sebanyak lima kali pada rakaat yang kedua hal ini hukumnya adalah sunah. Jadi, jika sahabat Dream lupa melakukannya, maka hal tersebut tetap akan membuat sholat menjadi sah.

Mendengarkan khutbah

Setelah menyelesaikan sholat Idul Fitri, sebaiknya jamaah tidak langsung pulang. Tetapi duduk dan mendengar khutbah terlebih dahulu sampai selesai. Kecuali jika sahabat Dream mengerjakan sholat Idul Fitri secara sendiri. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:

السنةأنيخطبالإمامفيالعيدينخطبتينيفصلبينهمابجلوس

Artinya: Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i).

Join Dream.co.id