Hukum Mendahulukan Puasa Syawal

Your Story | Jumat, 8 Juli 2016 16:06
Hukum Mendahulukan Puasa Syawal

Reporter : Ahmad Baiquni

Tidak boleh menjalankan puasa Syawal terlebih dulu apabila qadha puasa belum dijalankan. Ini karena derajat qadha puasa adalah zimmah atau kewajiban, sementara puasa Syawal adalah sunah.

Dream - Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Pahala puasa ini sama dengan puasa selama setahun penuh.

Karena nilai keutamaan itu, banyak Muslim yang berusaha menjalankan puasa ini. Ada yang mengerjakan enam hari berturut-turut, ada yang tidak.

Ada pula sebagian Muslim yang karena ingin meraih keutamaan, mereka mengerjakan puasa Syawal dahulu. Padahal, mereka memiliki utang puasa Ramadan. Lantas bagaimana hukumnya?

Dikutip dari rumaysho.com, tidak boleh menjalankan puasa Syawal terlebih dulu apabila qadha puasa belum dijalankan. Ini karena derajat qadha puasa adalah zimmah atau kewajiban, sementara puasa Syawal adalah sunah.

Yang seharusnya dilakukan adalah menjalankan terlebih dulu qadha puasa, baru kemudian menjalankan puasa Syawal. Ini karena jika mendahulukan puasa Syawal dibandingkan qadha puasa sama saja mengutamakan ibadah sunah ketimbang ibadah wajib.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, dari Sa'id A; Musayyib. " Tidaklah layak melakukannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqadha puasa Ramadan." (HR Bukhari).

Lantas bagaimana jika berniat menggabungkan puasa Syawal dengan qadha puasa?

Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Ifta' (Komisi Fatwa Arab Saudi) mengeluarkan fatwa terkait penggabungan niat qadha dengan puasa syawal. Komisi tersebut memutuskan tidak boleh menggabungkan dua niat sekaligus dalam satu puasa, yaitu niat qadha dengan puasa sunah.

Penggabungan tidak dapat dilakukan antara wajib dengan sunah. Qadha puasa adalah wajib, sedangkan puasa Syawal adalah sunah.

(Ism, Sumber: rumaysho.com)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id