Hukum Berzina dalam Islam Haram, Dasar Hukum dan Jenis-Jenisnya

Your Story | Senin, 24 Januari 2022 15:47

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Zina adalah salah satu perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT dan wajib dihindari.

Dream – Islam hadir di tengah-tengah manusia dengan membawa ajaran yang baik dan mengarahkan manusia kepada jalan yang benar sebagaimana perintah Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT juga menurunkan wahyu-wahyu-Nya melalui sebuah kitab suci yang bernama Al-Quran untuk dijadikan pedoman hidup manusia, khususnya umat Islam.

Nah, di dalam Al-Quran itulah ada berbagai ajaran dan perintah Allah SWT yang sudah seharusnya ditaati dan dipatuhi oleh seluruh umat Islam. Selain itu juga ada hal-hal yang dilarang Allah SWT dan wajib untuk dihindari agar tidak mendapatkan dosa serta hukuman dari Allah SWT.

Salah satu larangan yang juga menjadi perbuatan paling dibenci Allah SWT adalah berzina. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), zina adalah perbuatan bersenggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan (perkawinan). Allah SWT melarang perbuatan zina ini karena ada banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan. Dengan begitu, hukum berzina dalam Islam ini adalah haram.

Melalui firman Allah SWT yang sangat jelas menyebutkan tentang dilarangnya perbuatan zina ini adalah dalam surat Al-Isra ayat 32 berikut ini:

وَلَاتَقْرَبُواالزِّنٰىٓاِنَّهٗكَانَفَاحِشَةًۗوَسَاۤءَسَبِيْلًا

Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

Bagi kamu yang ingin mengetahui penjelasan lebih lengkap kenapa hukum berzina dalam Islam diharamkan dan apa saja jenis-jenis zina yang ada dalam Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui islam.nu.or.id dan Merdeka.com.

Hukum Berzina dalam Islam Haram, Dasar Hukum dan Jenis-Jenisnya
Hukum Berzina Dalam Islam (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
2 dari 4 halaman

Dasar Hukum Berzina dalam Islam

 Dasar Hukum Berzina dalam Islam© Unsplash.com

Zina adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya menghindari hal-hal yang berisiko mengarahkan kepada perbuatan zina ini. Bahkan ada banyak sekali dalil, baik dari Al-Quran maupun sunah yang menjelaskan tentang larangan berzina ini dan menjadi dasar hukum berzina dalam Islam.

Berikut adalah beberapa dasar hukum berzina dalam Islam sebagaimana telah dikutip dari islam.nu.or.id:

Dasar Hukum Pertama

Dasar hukum berzina dalam Islam yang pertama adalah sebuah hadis yang memerintahkan agar selalu menjaga kemaluan. Karena dengan mejaga kemaluannya maka surgalah yang akan didapatkan. Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdullah ibn ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda:

Wahai para pemuda Quraisy, janganlah kalian berzina. Ingatlah, siapa saja yang menjaga kemaluannya, ia berhak mendapat surga.” (HR. Al-Hakim).

Dasar Hukum Kedua

Dasar hukum berzina dalam Islam yang kedua adalah menerangkan tentang hukuman yang didapatkan bagi mereka yang melakukan zina. Hukuman tersebut akan didapatkan di dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat An-Nur ayat 2 berikut ini:

اَلزَّانِيَةُوَالزَّانِيْفَاجْلِدُوْاكُلَّوَاحِدٍمِّنْهُمَامِائَةَجَلْدَةٍۖوَّلَاتَأْخُذْكُمْبِهِمَارَأْفَةٌفِيْدِيْنِاللّٰهِاِنْكُنْتُمْتُؤْمِنُوْنَبِاللّٰهِوَالْيَوْمِالْاٰخِرِۚوَلْيَشْهَدْعَذَابَهُمَاطَاۤىِٕفَةٌمِّنَالْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2).

3 dari 4 halaman

Dasar Hukum Berzina dalam Islam

Dasar Hukum Ketiga

Dasar hukum berzina dalam Islam yang ketiga adalah sebuah hadis, di mana dalam hadis tersebut Rasulullah saw bercerita tentang pedihnya siksaan bagi orang-orang yang sudah melakukan zina, baik laki-laki maupun peempuan. Berikut adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari:

Sampai di suatu tempat seperti tungku pembakaran. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan riuh. Ternyata di sana ada laki-laki dan perempuan telanjang. Tak berselang lama, datanglah lidah api dari bawah menuju mereka. Setelah lidah api itu mengenai mereka, mereka menjerit keras. Ketika pemandangan itu ditanyakan, dijelaskan bahwa sejumlah laki-laki dan perempuan telanjang itu adalah para pezina,” (HR al-Bukhari).  

Dasar Hukum Keempat

Dasar hukum berzina dalam Islam yang keempat adalah dari firman Allah SWT yang menjelaskan secara terang bahwa hukum berzina dalam Islam adalah haram. Bahkan Allah SWT juga menyebutkan tentang azab yang akan diterima pelakukanya di hari kiamat kelak. Hal ini adalah dalam surat Al-Furqan ayat 68 hingga 69 berikut ini:

وَالَّذِيْنَلَايَدْعُوْنَمَعَاللّٰهِاِلٰهًااٰخَرَوَلَايَقْتُلُوْنَالنَّفْسَالَّتِيْحَرَّمَاللّٰهُاِلَّابِالْحَقِّوَلَايَزْنُوْنَۚوَمَنْيَّفْعَلْذٰلِكَيَلْقَاَثَامًاۙيُّضٰعَفْلَهُالْعَذَابُيَوْمَالْقِيٰمَةِوَيَخْلُدْفِيْهٖمُهَانًاۙ

Artinya: dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (QS. Al-Furqan: 68 - 69).

4 dari 4 halaman

Jenis-jenis Zina

 Jenis-jenis Zina© Unsplash.com

Setelah mengetahui dasar hukum berzina dalam Islam, perbuatan tersebut juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis zina seperti dikutip dari Merdeka.com:

Zina Al-Laman

Jenis zina yang pertama adalah zina al-laman. Zina ini biasanya dilakukan dengan panca indera. Sebagaimana dijelaskan melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini:

Telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan (hasrat) dan yang membenarkan dan mendustakannya adalah kemaluan." (HR. Muslim)

Zina Muhsan

Kemudian ada zina muhsan yang dilakukan oleh orang yang sudah memiliki status berkomitmen untuk saling mengikat janji pernikahan. Dalam artian zina ini dilakukan oleh orang yang sudah mempunyai istri atau suami atau sudah hidup berumah tangga. Sehingga kondisi seperti ini biasanya disebut dengan perselingkuhan dan bisa berakibat pada perceraian.

Zina Ghairu Muhsan

Jenis zina yang terakhir adalah zina ghairu muhsan. Di mana zina ini dilakukan oleh perempuan atau pun laki-laki yang status pernikahannya belum sah atau dalam artian belum pernah menikah. Perbuatan ini biasanya dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan yang sebelum menikah sudah berhubungan intim terlebih dulu.

Itulah penjelasan tentang dasar hukum berzina dalam Islam adalah haram serta beberapa jenis zina yang ada dalam Islam dan wajib untuk dihindari. Hal ini karena Allah SWT sangat membenci perbuatan tersebut.

Join Dream.co.id