Ibu Perkasa, Taklukan Gunung Tertinggi Pulau Kalimantan Sambil Gendong Anak

Your Story | Rabu, 5 Februari 2020 07:12
Ibu Perkasa, Taklukan Gunung Tertinggi Pulau Kalimantan Sambil Gendong Anak

Reporter : Sugiono

Hampir batal mendaki saat lihat anak muntah.

Dream - Seorang ibu dikenal sebagai mahkluk serba bisa dan memiliki kekuatan super. Selain melayani suami, ibu masih bisa menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah tangga termasuk mengurus si buah hati. 

Kekuatan seorang ibu juga diperlihatkan wanita asal Malaysia yang membuktikan bahwa dia dapat melakukan segalanya.

Wanita berusia 29 tahun bernama Siti Aminah tidak hanya pandai memasak dan mengasuh anak di rumah. Ibu yang biasa disapa Amie ini ternyata hobi mendaki gunung.

Pada 29 Januari 2020 lalu, Amie mendaki Gunung Kinabalu, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Kalimantan. Gunung Kinabalu sendiri masuk wilayah Sabah yang menjadi bagian dari Malaysia.

Menariknya Amie mendaki gunung setinggi 4,095 meter itu sambil menggendong Nurr Yuna Sofia Mohd Rizal, putrinya yang berusia 3 tahun.

" Alhamdulillah, kami telah mencapai puncak. Ini tidak mudah tetapi perjalanan mendaki ke puncak dan turun kembali adalah kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan," kata Amie.

2 dari 4 halaman

Butuh 19 Jam Untuk Sampa Puncak

Pasangan ibu dan anak itu memulai perjalanan mereka pada jam 10 pagi pada tanggal 28 Januari. Mereka membutuhkan waktu hampir 19 jam untuk menyelesaikan misi mereka.

Netizen yang mendengar kisah Amie merasa kagum. Mereka tak menyangka Amie bisa mendaki gunung sambil menggendong balita berusia tiga tahun sepanjang waktu!

Yang mengejutkan, Amie mengaku tidak mempersiapkan diri dengan latihan yang cukup sebelum mendaki puncak tertinggi ke lima di Asia Tenggara itu.

Amie hanya punya dua hari untuk berlatih di Bukit Maragang, sebelum dia berangkat untuk melakukan pendakian dengan Sofia.

" Terus terang, saya tidak melakukan latihan secara untuk misi pendakian ini. Karena setiap pendaki seharusnya memesan reservasi beberapa bulan sebelumnya, tetapi tanggal yang ada selalu tergantung pada ketersediaan slot."

" Semua ini mungkin hanya keberuntungan saya untuk mendapatkan tanggal yang tidak sesuai dengan jadwal. Walaupun saya sudah berencana untuk membawa Sofiasejak awal," katanya.

3 dari 4 halaman

Hampir Batal Karena Anak Sakit

Tapi syukurlah, pendakian berjalan lancar. Amie bahkan memuji putrinya yang berperilaku baik selama ekspedisi mereka.

" Sofia tidak pernah mengeluh. Dia bahkan tidak perlu digendong selama pendakian. Ada saat-saat dia turun dan berjalan sendiri," kata Amie.

Amie dan putrinya ditemani oleh seorang pemandu dan dokter selama melakukan pendakian. Meskipun demikian, ibu satu anak itu masih berbagi bahwa dia mulai khawatir ketika jalan setapak perlahan-lahan menjadi licin saat mereka mendekati puncak. Mereka harus mempertahankan stamina karena kadar oksigen lebih rendah di tempat yang lebih tinggi.

" Malam sebelum kami memulai misi, Sofia terus muntah dan saya hampir membatalkan pendakian ini. Tapi dia akhirnya menjadi lebih baik pada hari berikutnya, jadi itu memberi saya motivasi untuk melanjutkan ekspedisi kami."

4 dari 4 halaman

Dapat Dukungan dari Netizen dan Pendaki Lain

Katanya lagi, pendaki lain menunjukkan dukungan ketika mereka bertemu pasangan ibu dan anak itu dalam perjalanan menuju puncak Gunung Kinabalu.

" Mereka (pendaki lain) sangat positif. Mereka bahkan bertepuk tangan untuk mendukung kami, dan meminta untuk berfoto dengan Sofia," katanya.

Tetapi Amie lebih tersentuh ketika netizen terus memberikan semangat lewat komentar setelah aksinya mendaki gunung bersama anaknya jadi viral di media sosial.

" Ada juga beberapa yang mengkritik saya karena membawa Sofia, tetapi apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa dia memiliki gaya hidup aktif sejak dia lahir dan tidak memiliki masalah apa pun sepanjang melakukan pendakian itu," kata Amie.

Ibu yang penuh inspirasi ini menambahkan, jika diberi kesempatan, dia ingin menaklukkan lebih banyak gunung di masa depan.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id