3 Bulan Ditunggu Tak Kembali, Majikan Sedih Pas Tahu ART-nya Pergi Selamanya

Your Story | Selasa, 6 Juli 2021 18:01

Reporter : Sugiono

Bagi Haryati Ahmad, Bik Misnah yang paling lama bekerja di rumahnya dan sudah seperti keluarganya.

Dream - Tujuh tahun bersama, kini semuanya tinggal kenangan. Itulah yang dirasakan wanita Malaysia bernama Haryati Ahmad setelah pembantu rumah tangganya yang berasal dari Indonesia dikabarkan meninggal dunia.

Tidak hanya Haryati, seluruh keluarganya juga sulit menerima kenyataan kalau pembantu kesayangan mereka yang berasal dari Jawa Timur itu telah pergi buat selamanya.

Menurut Haryati, kelima anaknya sudah terlanjur akrab dan sayang dengan pembantu mereka yang dikenal sebagai Misnah. Wanita ini bahkan sudah dianggap seperti saudara sendiri.

3 Bulan Ditunggu Tak Kembali, Majikan Sedih Pas Tahu ART-nya Pergi Selamanya
Bik Misnah Sudah Dianggap Sebagai Keluarga Sendiri. (Foto: MStar)
2 dari 6 halaman

Bibik yang Paling Lama dan Ikhlas Bekerja

Haryati ingat betul bagaimana wanita yang akrab disapa Bik Misnah itu tinggal dan bekerja bersama dengan keluarganya.

" Dia merupakan bibik kami yang kelima. Dia yang paling lama dengan kami. Rezeki dari Allah temukan kami dengan dia. Dia memang sangat baik dan ikhlas," kata wanita 38 tahun ini.

Haryati mengatakan satu hari keluarganya baru tahu kalau Bik Misnah punya diabetes. Itu berawal ketika Bik Misnah kena percikan minyak panas.

Luka bekas percikan itu tidak sembuh-sembuh. Ketika dibawa periksa ke dokter, ternyata bacaan gulanya sangat tinggi. Sejak itu kesehatan Bik Misnah naik turun.

3 dari 6 halaman

Mendapat Kabar yang Mengejutkan

" Kemudian bibik balik ke Indonesia 10 hari sebelum puasa. Saya sudah pesan jangan lupa makan obat.

" Selepas pulang ke sana, kami tak bisa menghubunginya hingga diberi kabar oleh adiknya kalau bibik sudah meninggal sekitar minggu lalu," ujarnya.

Menurut guru Bahasa Inggris yang menetap di Puncak Alam, Shah Alam, Selangor itu, sulit baginya untuk menggambarkan rasa sedih di hatinya.

4 dari 6 halaman

Seharusnya Cuma Tiga Bulan Pulang ke Indonesia

Malah, terlalu banyak kenangan di antara keluarga Haryati dan Bik Misnah sepanjang tujuh tahun itu. Termasuk kue dan masakan enak Bik Misnah yang kini hanya tinggal sebagai kenangan.

" Saya tak percaya saat dikabari kalau bibik meninggal, sebab itu terlalu cepat. Dia seharusnya cuma tiga bulan di sana dan balik ke Malaysia. Tapi dia sudah balik untuk selamanya," kata Haryati.

Haryati mengaku tidak bisa tidur malamnya setelah tahu Bik Misnah telah meninggal dunia. Itu semua karena dia sudah menganggap Bik Misnah sebagai ibunya.

5 dari 6 halaman

Kenangan Indah yang Tak Pernah Terulang

" Saya pun berat hati saat harus memberitahu anak-anak tentang Bik Misnah. Apalagi yang masih kecil, mereka tak paham dan terus menanyakan kapan Bik Misnah balik Malaysia.

" Saya memang tak pernah tinggalkan bibik. Liburan atau pulang kampung saat Lebaran pun saya ajak bibik. Memang hubungan kami sudah seperti keluarga.

" Saya teringat sambal ulek yang dia selalu buat. Anak-anak juga suka ikan asam goreng dengan bawang yang dimasak oleh bibik. Yang paling diingat masakan nasi lemaknya sangat sedap, kalah orang kita," tambahnya sambil menangis.

6 dari 6 halaman

Ajarkan Anak-anak Selalu Hormat

Kata wanita yang juga berbisnis pakaian ini, dia melarang anak-anaknya meminta bantuan Allahyarham untuk melakukan pekerjaan dalam rumah.

Dia mengajarkan anak-anak untuk hormat Bik Misnah. Haryati akan marah kalau anak-anak perintah-perintah Bik Misnah untuk ambil apa-apa.

Selama ini, kalau ada urusan bisnis yang memerlukan Haryati harus pergi ke luar negeri, Bik Misnah yang menjaga kelima anaknya.

" Setelah ini saya pasti susah. Tak tahu siapa yang bisa menjaga dan mengasuh anak saya yang berusia lima hingga 15 tahun," ujar Haryati.

Selain bercerita tentang Bik Misnah, Haryati juga membagikan video penuh kenangan dan emosi bersama Allahyarham pembantunya itu.

Sumber: mStar

Join Dream.co.id