Nasib Mengharukan Badut Hello Kity Gara-Gara Lockdown Covid-19

Your Story | Minggu, 5 April 2020 11:01
Nasib Mengharukan Badut Hello Kity Gara-Gara Lockdown Covid-19

Reporter : Sugiono

Pendapatannya tiba-tiba lenyap karena wabah Covid-19 dan lockdown.

Dream - Pantai Teluk Cempedak merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Kuantan, Pahang, Malaysia. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan yang membawa anak-anak akan terhibur dengan badut berkostum lucu-lucu.

Namun, serangan wabah Covid-19 di negara itu, memaksa pemerintah menutup lokasi wisata Pantai Teluk Cempedak untuk sementara.

Lockdown lokal tersebut membuat badut berkostum kehilangan pendapatannya. Salah satu pekerja yang memakai kostum badut itu adalah Siti Endon Ismail.

2 dari 5 halaman

Mimpi Buruk Itu Covid-19 dan Lockdown

Siti biasa menghibur para pengunjung pantai sebagai Hello Kitty yang merupakan favorit anak-anak. Namun hidupnya sekarang jadi tak menentu setelah pantai ditutup.

Kepada New Straits Time Siti mengaku pendapatannya tiba-tiba lenyap karena wabah Covid-19 dan lockdown.

Ibu satu anak berusia 57 tahun dari Kampung Tengah ini juga terkenal memakai kostum Doraemon dan Putri Salju di Pantai Teluk Cempedak.

" Sayangnya, karena wabah virus, pantai ditutup dan sekarang tidak boleh ada yang meninggalkan rumah. Ini merupakan mimpi buruk karena liburan sekolah adalah kesempatan emas bagi saya untuk mendapatkan uang tambahan," katanya.

3 dari 5 halaman

Ingin Menabung Untuk Beli Kostum Baru

Siti mengatakan dia tidak meminta uang kepada wisatawan ketika menjadi badut di pantai.

Orang-orang yang berinteraksi dengannya akan memberi uang secara suka rela. Namun, sekarang dia tidak mendapat uang karena pantai telah ditutup.

Padahal, sebelumnya dia berharap bisa menabung uang dengan bekerja berjam-jam jadi badut. Uang itu rencananya untuk membeli kostum baru untuk mengganti kostum Doraemon-nya yang usang.

4 dari 5 halaman

Berjam-jam jadi Badut Cuma Dapat Rp100 Ribu

Wanita pekerja keras ini menghabiskan berjam-jam di pantai setiap hari untuk menghibur orang.

Uang tersebut untuk membeli makanan bagi dirinya dan 50 kucing yang dia pelihara di rumah. Namun sekarang penghasilannya sangat terbatas.

" Saya biasanya menghasilkan sekitar 30 ringgit (Rp113 ribu) sehari. Uang itu hanya cukup untuk menyiapkan makanan sederhana untuk saya dan merawat kucing," katanya.

5 dari 5 halaman

Berharap Pandemi Covid-19 Cepat Berlalu

Selain bekerja jadi badut, Siti juga menerima bantuan 300 ringgit (Rp 1,1 juta) setiap bulan dari Dewan Agama Islam dan Pabean Malaysia di Pahang untuk membayar sewa rumahnya.

Siti mengaku sangat rindu pergi ke pantai untuk bertemu teman-temannya yang lain yang juga jadi badut berkostum.

Dia senang bertemu orang-orang baru, terutama anak-anak. Berinteraksi dengan mereka membuatnya merasa muda lagi.

Siti sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar dia bisa bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain di pantai, bertemu orang-orang baru dan kembali menjalani kehidupan normalnya.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Join Dream.co.id