Gadis Cantik Terganas, Pukuli 2 Pria hingga Tewas dan 'Rudapaksa' Salah Satunya

Your Story | Selasa, 11 Agustus 2020 15:50
Gadis Cantik Terganas, Pukuli 2 Pria hingga Tewas dan 'Rudapaksa' Salah Satunya

Reporter : Ulyaeni Maulida

Penduduk setempat mengatakan bahwa meskipun Elena bertubuh kecil, dia sangat kuat.

Dream – Elena Povelyaikina dihukum 13 tahun penjara setelah membunuh dua pria hanya dalam tempo dua bulan. Peristiwa tersebut terjadi di desa Mikhailovka, di wilayah Omsk, Rusia.

Wanita 22 tahun tersebut, memukuli dua pria dan merudapaksa salah satu korbannya menggunakan gagang sekop. Awalnya Elena memukul seorang pria yang sedang mabuk yang masuk ke rumahnya.

" Dia menyerang seorang pria ‘mabuk’, yang tak mau meninggalkan rumah keluarganya di desa Mikhailovka," kata pengadilan.

" Awalnya gadis itu secara brutal memukuli pria berusia 37 tahun tersebut dan kemudian mengambil pegangan dari sekop lalu melakukan tindakan kekerasan yang bersifat seksual terhadapnya," pernyataan dari Komite Investigasi Rusia.

Ketika pria itu tewas, Elena membawa mayat tersebut dan melemparkannya ke jalan.

2 dari 4 halaman

Awalnya polisi kesulitan menemukan pelakunya

Elena Povelyaikina© Foto: Ok.Ru

Dua bulan berselang, Elena minum bersama penduduk setempat dan seorang pria yang bernama Evgeny Grebenkov, 31 tahun. Pria itu lantas membuat komentar ‘tidak menyenangkan’ tentang ayah Elena, Pyotr Povelyaikin.

Ayahnya, yang berusia 57 tahun, adalah seorang petani yang membesarkan Elena dan saudara laki-lakinya, Valery, sebagai orang tua tunggal.

Elena yang mendengar ucapan pria tersebut langsung melompat kearahnya dan memukulnya secara bertubi-tubi menggunakan tangan dan kakinya. Pria tersebut terluka parah dan meninggal keesokan harinya.

3 dari 4 halaman

Elena mengakui perbuatannya

Elena Povelyaikina© Foto: Ok.Ru

Setelah membunuh korban ke dua tersebut, Elena pun mengakui perbuatannya. Penduduk setempat mengatakan bahwa meskipun Elena bertubuh kecil, dia sangat kuat.

Seorang saksi pembunuhan ke dua berkata, " Ketika memukuli Evgeny, saya dan saudara perempuan saya memintanya untuk berhenti. Tapi kami takut turun tangan, karena dia sangat kuat."

" Kami tidak memanggil ambulans. Kami pikir dia akan pulih dengan sendirinya. Tapi keesokan harinya, dia berhenti bernapas," lanjut saksi tersebut.

Penyelidik mengatakan bahwa, " Terdakwa pertama-tama mengakui kedua pembunuhan tersebut, namun kemudian ia menolak untuk bersaksi."

" Dia membuat beberapa versi, bahwa korban pertama meninggal setelah tertabrak mobil di jalan, dan korban ke dua meninggal karena gagal ginjal."

4 dari 4 halaman

Pernyataan Elena dibantah tim forensik

 

Pernyataan Elena tersebut dibantah oleh tim forensik. Elena akhirnya harus menerima hukuman akibat ‘tindakan sengaja’ yang dilakukannya sehingga menyebabkan kematian dan tindakan kekerasan yang bersifat seksual.  

Dengan keputusan akhir di pengadilan, Elena menyatakan belasungkawa kepada orang-orang yang berduka atas kematian para korbannya. Tetapi ia tetap menolak untuk mengakui kesalahannya.

Persidangan pun dilakukan secara rahasia. Karena terkait kesaksian bersifat seksual.

Tunangan Elena, Fyodor Kalmykov mengatakan bahwa Elena adalah wanita yang baik hati dan tidak bisa menyakiti siapa pun.

“ Saya akan menunggunya. Saya tidak pernah memiliki perasaan yang begitu kuat untuk siapa pun selain kepadanya dalam hidup saya,” ungkapnya.

 

(Sumber: mirror.co.uk)

Join Dream.co.id