Foto Mengharukan Suami Pamit ke Istri Sebelum Meninggal

Your Story | Selasa, 24 Mei 2016 10:29
Foto Mengharukan Suami Pamit ke Istri Sebelum Meninggal

Reporter : Sandy Mahaputra

Merinding melihatnya.

Dream - Sebuah foto memperlihatkan momen yang menyedihkan bagi pasangan yang saling berpegangan tangan ketika dirawat di unit perawatan intensif, sebelum salah seorang dari mereka meninggal dunia.

Jim Minnini (58) telah dirawat di rumah sakit umum Kingston di Ontario, Kanada akibat kanker. Sementara istrinya, Cindy, turut dirawat di rumah sakit yang sama setelah mengalami serangan jantung.

Cindy ditempatkan di sebelah kamar Jim, yang sekarat ketika itu. Ketika keduanya dipertemukan, Jim memegang tangan Cindy namun wanita itu masih tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian, Jim kemudian meninggal dunia.

Ketika Cindy membuka mata, barulah dia sadar bahwa suaminya yang dinikahinya selama 24 tahun itu telah tiada lagi di dunia ini.

Foto pasangan itu memegang tangan direkam oleh anak mereka, Chris, yang tidak ingin ayahnya meninggal tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya.

" Mereka tidak terpisahkan sejak hari pertama bertemu. Mereka hidup bahagia hingga delapan tahun lalu ketika ayah saya didiagnosis dengan kanker paru-paru.

" Pada 2012, ayah saya diberitahu oleh dokter bahwa dia hanya peluang hidup 10 persen namun dia terus berjuang," katanya.

Jim sebelumnya memang dirawat di RSU Kingston, sementara Cindy di Brockville. Namun ketika kondisi Jim semakin buruk, keluarganya mengatur agar Cindy dirawat di rumah sakit yang sama.

" Ketika ayah tahu ibu dirawat di kamar sebelah, ayah menulis kata 'ibu' di atas selembar kertas dan pada malam sebelum kematiannya, ayah mengalami mimpi buruk dan berusaha menarik tabung yang dimasukkan ke dalam tenggorokannya.

" Dalam kondisi ayah yang semakin parah, dokter memutuskan membawanya menemui ibu. Tapi ibu tidak sadarkan diri. Saat kondisi ayah semakin parah, dokter membawanya kembali ke kamarnya dan ayah kemudian meninggal dunia," katanya.

Menurut Chris, dia merekam momen tersebut untuk ibunya agar tahu bahwa dia selalu bersama di saat suaminya itu meninggal dunia.

(Ism, Sumber: Mynewshub.cc)

2 dari 4 halaman

Pengantin Wanita Meninggal 15 Menit Usai Akad, Innalillahi...

Dream - Pernikahan merupakan momen bahagia yang tidak akan pernah dilupakan dalam kehidupan seseorang. Tetapi, bagaimana jika momen bahagia itu berubah menjadi kesedihan?

Kisah ini terjadi pada pernikahan pasangan Rani Apriliani dan Kais Putra Prayoga. Mempelai wanita dikabarkan meninggal setelah 15 menit melangsungkan akad nikah.

Kabar ini didapat dari akun Facebook Irwan Bukhori Doank. Pemilik akun menyertakan tiga foto terkait pernikahan Rani.

" innalillahiwainnailaihi'rajiun... Di hari bahagia mu di hari itu juga Allah memanggil mu...15menit usai ijab kobul...janur kuning berubah menjadi bendera kuning...selamat jalan {Rani Apriliani} Rani Avrilla Part II (FB)...semoga amal ibadah iman islam nya .di terima oleh Allah SWT ..aamiin buat Kais Putra Prayoga yang tabah ya..,"  tulis pemilik akun Irwan Bukhori Doank, diakses pada Senin, 16 Mei 2016.

Belum diketahui di mana lokasi pernikahan tersebut terjadi. Dalam kolom komentar, pengunggah foto mengatakan pernikahan berlangsung pada Sabtu pekan lalu.

" Teh rani sedang sakit keras.. Tapi beliau tetap menjalani acara pernikahannya dengan kais putra prayoga, sesuai undangan yg dia sebarkan. Hari, tgl : Sabtu, 14 Mei 2016,"  tulis pemilik akun tersebut.

Unggahan ini segera ramai menjadi obrolan di Facebook. Para pengguna Facebook pun memberikan komentar masing-masing.

" Masyallah... Mereka dipisahkn pas dihari bahagia. Dipisahkn untk slma lma'y... smg yg ditingglkn dibri ktabahn....,"  tulis pemilik akun Bunda Zha. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Undangan Sudah Disebar, Pengantin Wanita Pasang Spanduk Batal

Dream - " Jangan khawatir, aku akan jadikan kamu wanita terakhir dalam hidupku."

Itulah di antara kata-kata terakhir yang diucapkan almarhum Nor Helmee Roslan (23) kepada calon istrinya, Nur Khaiun Illyasha Musa (23), beberapa hari sebelum meninggal akibat kecelakaan jalan raya di Singapura, 28 April lalu.

Kisah Nur Khaiun Illyasha atau lebih akrab dipanggil Echa menjadi viral di Facebook setelah keluarganya membentangkan spanduk di depan rumahnya di Johor Bahru. Spanduk itu menginformasikan acara pernikahannya terpaksa dibatalkan karena calon suaminya sudah tiada.

Echa sangat kehilangan dan masih terngiang-ngiang dengan kata-kata mesra yang diucapkan oleh calon suaminya itu.

" Dia selalu ingatkan supaya aku kuat. Jika suatu hari dia tidak bisa memberi dukungan dan membuatku tenang, aku harus kuat," kata Echa sambil terisak, mengenang hubungan yang terjalin selama dua tahun harus berakhir dengan kepergian bakal suaminya.

Mengisahkan kepiluan yang harus ditanggung, Echa mengaku selalu sedekahkan Al-Fatihah jika teringat almarhum.

" Bila teringat barang-barang yang dia bawa untuk lamaran seperti gelang, cincin pertunangan dan jam tangan yang diberikan saat aku ulang tahun, aku sangat sedih dan terharu. Aku hanya mampu sedekahkan Al-Fatihah dan doa supaya dia tenang di sana.

" Meskipun aku terlihat tabah, tapi hatiku sangat sedih. Susah juga sebenarnya menerima kenyataan namun aku harus rela," katanya.

Menurut Echa, setelah foto spanduk di depan rumahnya viral di FB, dia banyak menerima komentar positif.

" Banyak rupanya yang sayang dia dan turut memberi semangat kepada aku. Banyak orang sedekahkan Al-Fatihah kepada dia" .

" Spanduk itu adalah ide salah satu anggota keluarga karena kami khawatir sudah menyebar undangan. Memasang spanduk itu adalah cara terbaik kami untuk memberitahu tamu," katanya.

(Ism, Sumber: harian metro)

4 dari 4 halaman

Masya Allah, Pemuda Ini Menikah Bermahar Hafalan Alquran

Dream - Selasa, 3 Mei 2016 menjadi momen spesial bagi pemuda Indonesia, Munawar Juanan Raden. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus itu menikahi perempuan Suriah bernama Douha Muawiyah Kharraji.

Ada yang spesial dari pernikahan yang bertempat di aula KBRI Damaskus itu. Selain diadakan dengan kebudayaan Betawi, pernikahan itu bermahar hal spesial.

Mahar pernikahan tersebut adalah hafalan Al-Quran dan 300 hafalan hadits. Kabar gembira itu termuat di laman Facebook KBRI Damaskus.

Saat akan dimulainya resepsi pernikahan, lantunan ayat suci Alquran tampak mengalun indah. Kekhidmatan pernikahan ini sangat terasa.

Bahkan, guru mempelai pria dari Perguruan Mujamma Syeikh Ahmad Kuftaro, Dr. Abdul Salam Rajih, juga menghantarkan kedua mempelai dengan doa dan petuah khusus.

Menurut Duta Besar RI untuk Damaskus Djoko Harjanto, pernikahan dua warga beda kewarganegaraan itu sekaligus untuk membangun hubungan budaya.

" Diharapkan dengan menghadiri dan menyaksikan secara langsung resepsi pernikahan ala Indonesia, para warga Suriah dan warga asing non-Suriah semakin mengenal pakaian khas, adat istiadat, dan kearifan lokal Indonesia secara halus," ujar Djoko.

Terkait
Join Dream.co.id