Kisah Pilu Masakan Terakhir Ibu

Your Story | Selasa, 30 Juni 2020 19:01
Kisah Pilu Masakan Terakhir Ibu

Reporter : Sugiono

'Sayangi Ibumu sebelum semuanya berakhir untuk selamanya'.

Dream - Seenak apapun masakan seorang chef terkenal, tidak akan bisa mengalahkan hidangan dari tangan seorang ibu.

Selera ketika makan sudah tentu berbeda karena kita sudah sehati dengan masakan ibu. Ibunda yang telah mengandung kita selama sembilan bulan.

Namun, kenyataan yang terlalu pahit ditelan ketika suatu waktu, kita tak bisa lagi menikmati masakan ibu, untuk selama-lamanya.

Begitulah kisah yang dialami kakak-adik dari Malaysia ini setelah kepergian ibu mereka untuk selama-lamanya baru-baru ini. 

2 dari 5 halaman

Serangan Jantung

Ustaz Muhammad Rafieudin Zainal Rasid mengatakan dia dan timnya mengurus jenazah wanita yang diduga meninggal dunia, setelah mengalami serangan jantung.

" Almarhumah meninggal dunia pada kira-kira pukul 5 (waktu setempat) di kediamannya di Setiawangsa, Kuala Lumpur dan skuad kami mengurus jenazah saat malam.

" Sebelum meninggal dunia, Almarhumah dan dua anaknya sempat menikmati makan siang bersama di rumah," kata pria yang akrab disapa Ustaz Rafie ini mengawali kisahnya.

3 dari 5 halaman

Makan Siang Terakhir Bersama Ibu

Ketua Eksekutif Skuad Pengurusan Jenazah Malaysia (SPJ Malaysia) ini mengatakan, ketika menyiapkan makan siang, almarhumah tidak menunjukkan tanda-tanda tidak sehat.

Namun, Almarhumah dilaporkan mempunyai masalah komplikasi jantung sebelum ini.

Kata Ustaz Rafie, almarhumah sempat memasak makan siang terakhir untuk dua orang anaknya sebelum tiduran dan meninggal dunia.

Almarhum tampak santai masak nasi dan lauk pauk untuk makan siang.

" Kami lihat wajah kedua anak Almarhumah tampak sangat sedih. Keduanya masih remaja, baru belasan tahun," ujar Ustaz Rafie.

Ustaz Rafie menambahkan Almarhumah berusia sekitar 40-an. Dia bekerja dan mempunyai seorang suami.

4 dari 5 halaman

Masakan Ibu Terakhir yang Bakal Dikenang Selamanya

Ustaz Rafie tak bisa membayangkan kedua anak Almarhumah pasti sangat terkejut sekaligus sedih atas kepergian ibu mereka. Karena mereka masih sempat bisa menikmati masakan terakhir sang ibu sebelum meninggal dunia.

" Wajah anak-anak ini masih sangat sedih ketika skuad kami tiba di rumah mereka. Pastinya masakan terakhir ibunya itu menjadi kenangan yang paling sedih untuk dikenang," katanya.

Menurut Ustaz Rafie, jenazah diurus oleh SPJ Malaysia sebelum dibawa pulang ke kampung halamannya di Muadzam Shah di Pahang untuk dikebumikan.

5 dari 5 halaman

Sayangi Ibu Sebelum Semuanya Berakhir Selamanya

Berkaca kepada kisah yang menyedihkan ini, Ustaz Rafie kembali mengingatkan tentang ajal dan maut yang merupakan ketentuan Allah SWT.

" Buat mereka yang masih mempunyai ibu, kapan terakhir kali kalian merasakan masakan ibu kalian? Nikmatilah saat itu sebelum semuanya berakhir untuk selamanya.

" Seperti dua anak ini, kenangan makan siang terakhir bersama ibu pastinya tidak akan dilupakan sampai kapanpun. Semoga Almarhumah ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman," pungkas Ustaz Rafie.

Sumber: mStar.com.my

Join Dream.co.id