Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini

Your Story | Jumat, 12 Juli 2019 18:00
Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini

Reporter : Ahmad Baiquni

Uang yang disimpan Haki pun sampai lusuh, berjamur, dan berbau apek, bahkan ada uang yang sudah tidak berlaku lagi karena sudah ditarik dari peredaran.

Dream - Keceriaan tampak jelas di wajah Haki. Kakek asal Kota Malang, Jawa Timur, ini memang sedang dilanda kebahagiaan.

Impiannya berangkat haji akhirnya terwujud, meski usianya sudah senja.

Haki akan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Satuni, 70 tahun. Kakek 92 tahun ini menjadi jemaah haji tertua dalam rombongan Kota Malang.

Sejumlah persiapan sudah dijalankan Haki sebelum berangkat. Terutama soal kesiapan fisik mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda.

" Olahraga jalan kaki, minum vitamin dan madu, bawa obat-obatan dan minyak angin," kata Haki, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Masih Kuat Berjalan Jauh

Meski sudah renta, ternyata Haki masih gesit. Dia masih sanggup berjalan kaki sejauh empat kilometer, dari rumahnya di Jodipan Wetan Gang I menuju Pasar Besar.

Meski banyak angkutan umum, Haki mengaku lebih senang berjalan kaki setiap pergi ke pasar. Sekalian untuk berolahraga.

" Kalau istri sejak dua bulan lalu rutin jalan-jalan sampai ke Alun-alun," kata dia.

Haki berprofesi sebagai pedagang pakaian keliling dari pasar ke pasar. Dia sudah berdagang sejak muda dan terus menjalani profesi tersebut hingga saat ini.

3 dari 6 halaman

Berdagang Hingga Luar Kota dengan Jalan Kaki

Dulu, Haki berdagang dengan berpindah dari satu pasar ke pasar lain, sesuai hari pasaran. Berangkat dari rumah Subuh dan pulang Maghrib dengan jalan kaki.

Area jualannya sangat luas. Haki sampai jualan hingga Pasar Nongkojajar di Pasuruan, Pasar Pakis di Kabupaten Malang, dan Pasar Kesamben di Blitar. Semua ditempuh dengan berjalan kaki sembari menggendong barang dagangan.

Kini, dia tidak lagi jalan kaki menuju tempat dagang yang jauh. Haki menitipkan dagangannya di dekat pasar dan dia akan menuju lokasi dengan kendaraan umum.

" Cuma anak-anak minta istirahat. Kalau dulu, bahkan kadang tidak pulang, pindah lagi-pindah lagi," kata dia.

4 dari 6 halaman

Menabung di Tas, Sampai Ada Uang Tak Laku

Haki mengaku sudah lama punya niat berhaji. Dia bahkan sudah menyimpan uang di kamarnya sejak 1965.

Meski tidak besar, Haki selalu berusaha menyisihkan sebagian pendapatan. Besarannya bergantung pada hasil yang didapat tiap harinya.

" Terkadang Rp10 ribu, kan hasil dagang tidak mesti laku," kata dia.

Haki tidak menabung di bank, cukup dimasukkan dalam tas yang disimpan di kamar. Haki mengatakan sejak muda dia tidak mengenal bank.

Uang yang disimpan Haki pun sampai lusuh, berjamur, dan berbau apek, bahkan ada uang yang sudah tidak berlaku lagi karena sudah ditarik dari peredaran.

Uang tabungan itu baru dia setorkan untuk daftar haji pada 2013 dengan jumlah Rp60 juta. " Setelah setor ke bank baru enam tahun kemudian bisa berangkat," kata Haki.

5 dari 6 halaman

Bersiap Berangkat Haji

Haki lahir di Madura, namun sejak kecil tinggal di Kota Malang. Dia diajak keluarganya yang lain pindah karena yatim piatu.

Menikah dengan Satuni, Haki dikaruniai 12 anak namun dua di antaranya sudah meninggal. Hingga saat ini, Haki dan istrinya tinggal di rumah sederhana bersebelahan dengan mushola di Jodipan.

Anak bungsu Haki, Frida Affani, bersyukur akhirnya orangtuanya bisa berangkat haji. Meski begitu, sempat ada kekhawatiran mengingat ayah dan ibunya sudah tidak muda lagi.

" Cuma setiap hari diberi kegiatan untuk persiapan. Jalan-jalan dari rumah ke Alun-alun sejak sekitar 2 bulan terakhir," kata Frida.

Haki dan Satuni tergabung dalam kloter 16 embarkasi SUB. Pasangan ini dijadwalkan berangkat hari ini bersama 1.232 jemaah haji lainnya dari Kota Malang.

Sumber: /Darmadi Sasongko

6 dari 6 halaman

Ini Fitur Canggih untuk Jemaah Haji Saat di Saudi

Dream - Sekitar 25 ribu jemaah haji di Mina akan menggunakan kartu canggih berteknologi tinggi. Program percobaan ini telah diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh, Arab Saudi.

Kartu canggih itu akan mengirim informasi personal jemaah haji, berupa status kesehatan, detail perjalanan haji, dan tempat tinggalnya.

Dilaporkan Arab News, kartu itu juga akan dilengkapi pemindai lokasi. Fungsinya, untuk memantau perjalanan ibadah jemaah haji, yang dikontrol dari ruangan di Mina.

" Ini merupakan tahap eksperimental dari inisiatif haji cerdas yang sedang kami kerjakan, dan kami akan mempelajari sejauh mana teknologi ini menguntungkan jemaah haji," kata Kepala Perancana dan Strategi, di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr Al-Maddah, Kamis, 11 Juli 2019.

Amr mengatakan, uji coba ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah di masa mendatang. Selain kartu canggih, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengeluarkan 200.000 kartu identitas jemaah haji yang punya fitur serupa.

Kartu ini dapat dipindai. Sehingga, memungkinkan penyedia layanan haji mengidentifikasi jemaah haji, riwayat kesehatan mereka dan menetapkan bantuan apa yang dibutuhkan.

Amr, mengatakan, kartu-kartu tersebut akan dilengkapi dengan aplikasi Smart Haji ID.

" Kartu ini akan menawarkan fitur yang sama dengan kartu ID pintar, termasuk lokasi pelacakan, mengidentifikasi tempat ramai di peta, dan jadwal transportasi," kata dia.

Amr menyebut, kartu pintar dan aplikasi seluler itu memungkinkan Kementerian Arab Saudi mensimulasi dan memprediksi perilaku jemaah haji.

" Teknologi baru ini akan membantu kami mengumpulkan data melalui kartu, kamera, dan sensor yang disebar di sekitar lokasi ziarah," ucap dia. (Ism)

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id