Ciri-Ciri Puisi: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Unsur, Struktur dan Contoh

Your Story | Selasa, 4 Agustus 2020 15:00
Ciri-Ciri Puisi: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Unsur, Struktur dan Contoh

Reporter : Arini Saadah

Lahirnya karya sastra puisi lahir dari kegelisahan penyair ketika melihat kehidupan.

Dream – Ciri-ciri puisi merupakan karakteristik yang menjadi ciri khas bahasa puisi. Bahasa puisi yang mengutamakan keindahan terdiri dari irama, rima, dan bait-bait yang sarat makna kehidupan.

Puisi diartikan sebagai karya sastra yang berasal dari ungkapan penyair. Biasanya, lahirnya karya sastra puisi lahir dari kegelisahan penyair ketika melihat kehidupan.

Bahasa puisi seringkali bisa membuat merinding dan mendebarkan hati bagi orang yang membaca maupun mendengarkannya. Secara istilah, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang mengungkapkan suatu pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun menggunakan kekuatan Bahasa baik dari struktur fisik maupun struktur batin.

Kali ini Dream bakalan mengulas pengertian, ciri-ciri puisi, jenisnya, unsur-unsurnya, dan contoh puisi. Yuk kita simak ulasannya berikut ini.

2 dari 8 halaman

Pengertian Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Ciri-ciri puisi dapat diketahui dari pengertiannya terlebih dahulu. Menurut HB Jassin, puisi adalah sebuah pengucapan dengan perasaan yang di dalamnya mengandung sebuah fikiran-fikiran dan tanggapan-tanggapan.

Sementara itu, pengertian puisi menurut Sastra Sudjiman adalah sebuah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu penyusunan larik dan bait.

Pengertian puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan Bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta padat makna.

Ciri-ciri puisi bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dalam mengonsentrasikan kekuatan Bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya. Ciri-ciri puisi adalah mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan.

3 dari 8 halaman

Jenis-Jenis Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Sebelum membahas ciri-ciri puisi, kita akan membahas jenis-jenis puisi terlebih dahulu. Sebab jenis-jenis puisi sangatlah banyak dan perlu dipahami satu per satu bagi siapapun yang hendak mempelajarinya. Jenis-jenis puisi terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru.

Jenis Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan lama seperti jumlah baris, jumlah bait, bunyi sajak atau rima, jumlah suku kata pada tiap baris, dan irama. Jenis-jenis puisi lama akan disebutkan secara rinci di bawah ini:

Pertama, Mantra adalah sajak yang berisi ucapan-ucapan yang masih dianggap mempunyai suatu kekuatan gaib. Ke dua, Pantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki ciri-ciri puisi yang bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri 8 hingga 12 suku kata, dua baris awal pantun merupakan sampiran, dan dua baris akhir merupakan isi, dan tidap bait terdiri dari 4 baris.

Ke tiga, Karmina adalah jenis pantun lebih pendek. Ke empat, Gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri dari dua baris dalam satu bait, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat-nasihat. Ke lima, Syair adalah jenis puisi lama yang berasal dari negara Arab, mempunyai ciri tiap bait terdiri 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau sebuah cerita.

Ke enam, Talibun adalah jenis puisi lama yang memiliki ciri-ciri puisi seperti sebuah pantun genap, yang tiap baitnya terdiri dari sebuah bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris.

4 dari 8 halaman

Jenis Puisi Baru

Ilustrasi© freepik.com

Jenis puisi yang ke dua adalah puisi baru, merupakan sebuah puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan tertentu layaknya puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. Jenis-jenis puisi baru terdiri dari 15 aliran sebagai berikut:

Balada adalah sebuah puisi yang berisi cerita-cerita. Balada terdiri dari 3 bait, masing-masing bait terdiri dari 8 larik, larik pertama memiliki skema rima a-b-a-b-b-c-c-d, kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c, dan skema rima yang terakhir dalam satu bait pertama digunakan referen dalam bait-bait selanjutnya.

Himne adalah puisi baru yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, pahlawan, dan Lembaga. Ode adalah puisi baru yang berisi sanjungan bagi orang yang berjasa. Nada dan gaya Ode sangatlah resmi, bernada anggun, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi maupun suatu peristiwa.

Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan penyair tentang cinta kasih. Elegi adalah puisi yang berisi sebuah kesedihan. Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritikan. Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris atau puisi seuntai.

Terzinaa adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris. Kuatrain adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris. Kuint adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 5 baris. Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris. Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 7 baris.

Oktaf atau Stanza adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 8 baris.Terakhir adalah Soneta, jenis puisi baru yang memiliki ciri-ciri puisi terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, pada 2 bait pertama terdiri 4 baris, dan pada 2 bait kedua terdiri 3 baris.

5 dari 8 halaman

Ciri-Ciri Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Setiap jenis puisi memiliki ciri-ciri puisi khusus yang membedakannya dengan jenis lainnya. Ciri-ciri puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ciri-ciri puisi lama dan ciri-ciri puisi baru.

Ciri-ciri Puisi Lama

Puisi lama memiliki ciri-ciri puisi yang membuatnya memiliki Bahasa dan struktur yang khas serta unik. Ciri-ciri puisi lama adalah sebagai berikut:

  • Puisi lama memiliki ciri-ciri puisi yang biasanya berisi puisi rakyat dan tidak ada nama pengarangnya.
  • Masih terikat aturan seperti jumlah baris setiap baitna, sajak, serta jumlah suku kata pada setiap baris.
  • Biasanya disampaikan dari mulut ke mulut atau disebut sastra lisan.
  • Menggunakan majas tetap dan klise.
  • Berisi cerita kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

Ciri-ciri Puisi Baru

  • Ciri-ciri puisi baru adalah nama pengarang jelas.
  • Secara lisan maupun tertulis.
  • Tidak terikat aturan rima, jumlah baris, dan suku kata.
  • Mempunyai bentuk yang rapi dan simetris.
  • Persajakan akhir yang teratur.
  • Majas dinamis dan berubah-ubah.
  • Berisi tentang sebuah kehidupan.
  • Memakai pola sajak pantun dan syair meskipun dengan pola yang lain.
  • Umumnya puisi 4 seuntai.
  • Di setiap baris atasnya sebuah gatra atau kesatuan sintaksis.
  • Di setiap gatra terdiri dua kata, pada umumnya 4 sampai 5 suku kata.
6 dari 8 halaman

Unsur-Unsur Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Selain ciri-ciri puisi, Dream juga akan mengulas tentang unsur-unsur puisi. Puisi memiliki 2 unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur Intrinsik

Ciri-ciri puisi juga memiliki unsur-unsur yang melekat pada tubuh puisi. Unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi pusi sebagai karya sastra. Unsur intrinsik puisi adalah diksi, imaji, gaya Bahasa atau majas, bunyi, rima, ritme, dan tema.

Diksi adalah pemilihan kata dengan mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam suatu puisi keseluruhan.

Imaji atau daya bayang adalah membangun puisi dengan menggunakan kata-kata yang konkret dan khas untuk menimbulkan imaji visual, auditif, ataupun taktil.

Majas atau gaya Bahasa adalah Bahasa yang dipakai penyair untuk mengungkapkan sesuatu ide dengan cara yang tidak biasa, atau kata bermakna kiasan.Bunyi adalah kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu.

Rima adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan menimbulkan efek keindahan. Ritme adalah dinamika suara dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat puisi. Tema adalah ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan pengarang.

7 dari 8 halaman

Unsur Ekstrinsik Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Sedangkan unsur ekstrinsik puisi adalah terdiri dari aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek religius.

Aspek historis adalah unsur kesejarahan puisi. Aspek psikologis adalah aspek kejiwaan pengarang yang termuat dalam puisi. Aspek filsafat adalah berkaitan erat dengan karya sastra secara keseluruhan. Aspek religius adalah mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh penyair.

Struktur Puisi

Ciri-ciri puisi juga mengandung struktur dalam puisi, terbagi menjadi dua yaitu struktur fisik dan struktur batin puisi. Struktur fisik puisi adalah metode penyampaian hakikat puisi, terdiri dari perwajahan puisi, diksi, imaji, kata konkret, majas, dan rima atau irama. Sedangkan struktur batin puisi adalah tema puisi, rasa, nada, dan tujuan dibuatnya puisi.

8 dari 8 halaman

Contoh Puisi

Ilustrasi© freepik.com

Puisi Lama

Ke Jakarta mampir Tegal

Bersama kasih bersenang-senang

Janganlah sampai kita menyesal

Ingat hidup tak sembahyang

 

Puisi Baru

HUJAN TURUN SEPANJANG JALAN

Karya Sapardi Djoko Damono

hujan turun sepanjang jalan

hujan rinai waktu musim berdesik-desik pelan

kembali bernama sunyi

kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali

tak ada yang menolaknya. kita  pun mengerti, tiba-tiba

atas pesan yang rahasia

tatkala angin basah tak ada bermuat debu

tatkala tak ada yang merasa diburu-buru

 

SAJAK MATAHARI

Karya WS Rendra

Matahari bangkit dari sanubariku.

Menyentuh permukaan samodra raya.

Matahari keluar dari mulutku,

menjadi pelangi di cakrawala.

Wajahmu keluar dari jidatku,

wahai kamu, wanita miskin!

kakimu terbenam di dalam lumpur.

Kamu harapkan beras seperempat gantang,

dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !

Satu juta lelaki gundul

keluar dari hutan belantara,

tubuh mereka terbalut lumpur

dan kepala mereka berkilatan

memantulkan cahaya matahari.

Mata mereka menyala

tubuh mereka menjadi bara

dan mereka membakar dunia.

Matahri adalah cakra jingga

yang dilepas tangan Sang Krishna.

Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,

ya, umat manusia!

 

(Dilansir berbagai sumber)

Join Dream.co.id