Gagal SNMPTN dan SBMPTN, Tiga Keajaiban Hampiri Siswa Juara Olimpiade Ini

Your Story | Minggu, 6 September 2020 11:01
Gagal SNMPTN dan SBMPTN, Tiga Keajaiban Hampiri Siswa Juara Olimpiade Ini

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Melalui akun twitter pribadinya @wiracalosa, Ocha, panggilan akrabnya, menceritakan ujian yang berbuah kebahagian usai gagal di dua seleksi.

Dream - Bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri menjadi impian banyak siswa SMA di Indonesia. Berbagai jenis tes dari SNMPTN, SBMTPN hingga Ujian Mandiri rela ditempuh demi mengejar jurusan dan universitas yang diinginkan. Semua siswa bekerja keras dan belajar giat demi menembus persaingan yang sangat ketat.

Karena kebutuhan dan jumlah kursi yang sangat terbatas, banyak siswa yang gugur dan gagal menggapai impiannya. Bahkan salah seorang juara olimpiade bernama Rayhan Danendra Wiracalosa, harus rela menerima kenyataan gagal diterima di berbagai tes yang dijalaninya. 

Melalui akun twitter pribadinya @wiracalosa, Ocha, panggilan akrabnya, menceritakan kisah kegagalan yang dialaminya. 

" Memegang predikat sebagai anak Olimpiade menjadi beban tersendiri untuk mengejar PTN. Apalagi ketika gue gagal dapet Undangan (SNMPTN). Dan ini kisah perjalanan gue," tulisnya. 

 

 

2 dari 6 halaman

Juara Olimpiade

Cerita Juara Olimpiade mengejar mimpinya© Twitter @wiracalosa

Kecerdasan dan semangat belajar Ocha memang sudah tidak diragukan lagi. Ia pun mendapat kepercayaan untuk mewakili sekolahnya di Olimpiade Sains Nasional di mata pelajaran Fisika tahun 2019. Ocha berhasil menyabet gelar juara dan mendapat medali perak.

Berkat usahanya, Ocha kembali maju ke tingkat Internasional dengan mengikuti International Olympiad of Metropolises 2019 di Moscow, Rusia. Lagi-lagi Ocha menjadi kebanggaan sekolah dan negara karena mendapat mendali perunggu. Ia bahkan berkesempatan berkeliling Eropa secara gratis.

" Gak pernah terpikirkan sebelumnya kalo gue bisa jalan-jalan ke Eropa untuk pertama kalinya dan itu dibayarin," cerita Ocha pada 28 Agustus lalu.

 

 

3 dari 6 halaman

Ujian Dimulai

Karena segudang prestasi dan julukan 'anak olimpiade' yang disabet Ocha, banyak orang menyakini dia akan mudah diterima di perguruan tinggi favorit. Namun kenyataan yang diterima menguji ketabahan Ocha.

Pada 8 April 2020, pengumuman SNMPTN akhirnya keluar. Namun sayang nama Ocha tidak termasuk dalam daftar yang diterima. Ocha akhirnya down dan merasa seluruh capaiannya selama ini seakan sia-sia belaka. 

" Butuh 3-4 hari untuk move-on sampai akhirnya gue menerima kenyataan pahit ini. Seolah-olah semua capaian yang udah gue raih sia-sia gak ada artinya, baik di lingkungan sekolah, atau luar sekolah," kenangnya.

 

 

4 dari 6 halaman

Sang Ayah Meninggal Dunia

Ayah Ocha meninggal dunia© Twitter @wiracalosa

Tak mau terlalu terpuruk, Ocha akhirnya berusaha mengejar perguruan tinggi impiannya melalui jalur tes SBMPTN. Namun di tengah semangatnya, Ocha mendapat ujian baru. Sang ayah yang selama ini menemani dan menjadi sumber inspirasinya meninggal dunia pada 17 Mei 2020. 

Ocha merasa sangat jatuh dan terpuruk. Dia tak menyangka ayahnya berpulang secepat ini. Bahkan di saat dia ingin membuktikan mampu masuk perguruan tinggi yang diinginkannya.

" Kehilangan PTN oke gapapa, tapi kehilangan papa apakah bisa dicari? Enggak," ujarnya dalam tweet yang sudah lebih dari 12 ribu kali. 

Waktu UTBK yang tinggal 1 bulan lagi membuat perasaan Ocha campur aduk. Di satu sisi mentalnya sedang sangat terpuruk, namun disisi lain ia harus terus berjuang demi mengejar impiannya. Karena Ocha adalah anak laki-laki di keluarganya, Ocha juga disibukkan untuk mengurus segala dokumen kematian ayahnya. 

 

5 dari 6 halaman

Ocha Gagal Lagi

Di tengah badai kehidupan yang menguji Ocha dan keluarga, lagi-lagi Ocha harus menelan pil pahit bahwa diirnya belum diterima melalui jalur UTBK. 

" Ternyata gue gagal sbmptn, kabar baiknya adalah gue ga shock kayak snmptn dulu. Walaupun pada akhirnya gue frustasi," tambah Ocha. 

Karena kecewa lagi, Ocha akhirnya memutuskan ziarah ke makam sang ayah. Ia mencurahkan perasaan dan kekecewaannya seakan sang ayah masih berada didekatnya.

 

6 dari 6 halaman

Keajaiban Datang

Akhir Usaha Ocha© Twitter @wiracalosa

Setelah melalui badan cobaan yang bertubi-tubi, kini Tuhan menunjukkan keadilannya bagi Ocha. Pada 18 Agustus 2020 lalu, Ocha akhirnya diterima melalui jalur mandiri di Universitas Indonesia jurusan teknik Mesin.

Ia juga berhasil lolos jalur prestasi Universitas Negeri Sebelas Maret di jurusan yang sama.

Kejutan lagi-lagi datang. Lima hari kemudian, Ocha mendapat kabar luar biasa karena diterima di Universitas Padjajaran jurusan Kedokteran. 

" Pada akhirnya Tuhan memang adil. Semoga perjalanan gue dapat memotivasi kalian, khususnya yang masih jadi pejuang PTN. Semangat! Tetep inget kalimat terakhir gua," tutupnya mengakhiri cuitan di media sosial twitter.

(Sah) 

 

 

Join Dream.co.id