Cara Unik Puasa Syawal dan Jamu Tamu ala Kiai Umar

Your Story | Selasa, 12 Juli 2016 06:01
Cara Unik Puasa Syawal dan Jamu Tamu ala Kiai Umar

Reporter : Ahmad Baiquni

Puasa sunah Syawal tidak harus dikerjakan dengan membuat orang lain enggan makan. Cara ini mungkin bisa diterapkan.

Dream - Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Pahala puasa ini sebanding dengan puasa sepanjang tahun.

Tetapi, banyak Muslim yang merasa kesulitan menjalankan puasa ini, terutama jika dimulai pada tanggal 2 Syawal. Penyebabnya, mereka masih harus menjamu banyak tamu sehingga enggan jika tidak ikut makan.

Terkait ibadah ini, ada cara unik yang dicontohkan oleh Kiai Umar bin Abdul Manan asal Mangkuyudan, Surakarta. Kiai Umar selalu menjalankan puasa Syawal meski harus menjamu tamu.

Dalam Ad Durrul Mukhtar yang ditulis KH Ahmad Baedlowie Syamsuri, Kiai Umar punya cara agar tetap bisa berpuasa Syawal. Dengan cara itu, para tamu tidak tahu Kiai Umar sebetulnya sedang berpuasa.

Kiai Umar memang kerap membuka rumahnya ketika lebaran. Banyak tamu baik dari santri alumni, kolega, maupun keluarga yang datang berkunjung.

Untuk momen itu, Kiai Umar juga selalu menyiapkan makanan. Para tamu yang hadir dijamu dengan makanan itu.

Mengetahui pemilik rumah puasa, tentu membuat para tamu menjadi enggan. Mereka tentu tidak enak makan karena tuan rumah juga tidak makan.

Untuk menyiasati keadaan seperti itu, Kiai Umar selalu menyiapkan setengah gelas air. Air itu diletakkan di hadapan Kiai Umar.

Kiai Umar kemudian mempersilakan para tamu menikmati sajian yang telah disediakan. Saat mempersilakan para tamu makan, Kiai Umar mengangkat gelas yang ada di depannya dan menempelkan bibir gelar berisi air itu ke bibirnya.

Dengan begitu, tamu yang melihat akan berpikir Kiai Umar tidak berpuasa. Sehingga mereka dengan nyaman menikmati sajian yang telah disediakan.

Selengkapnya, baca pada tautan ini. (Ism) 

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id