Bulu Kucing Rontok Termasuk Najis?

Your Story | Senin, 19 Agustus 2019 20:00
Bulu Kucing Rontok Termasuk Najis?

Reporter : Ahmad Baiquni

Bulu rontok kerap ditemui di banyak tempat di sudut rumah.

Dream - Memelihara kucing di rumah memang harus siap dengan bulu rontok dari hewan menggemaskan ini. Apalagi jika kucing itu sengaja dipelihara di dalam rumah. Kamu bisa menemukan bulu rontok di berbagai tempat termasuk di atas sajadah maupun ruang sholat.

Kucing adalah hewan yang begitu dekat dengan manusia, apalagi umat Islam. Hewan peliharaan ini menjadi teman yang bisa memberikan hiburan ketika pikiran sedang penat.

Kucing juga dikenal sebagai hewan yang manja. Dia tidak segan tidur di samping majikannya bahkan sampai mengganggu aktivitas pemiliknya hanya agar mendapatkan belaian.

Terkait dengan bulu rontok, tentu jadi PR pemilik kucing. Si pemilik terpaksa membersihkan bulu-bulu itu agar rumah tampak bersih.

Tetapi, apakah bulu kucing yang rontok termasuk najis?

Dikutip dari NU Online, dalam sejumlah kitab fikih menjelaskan bagian tubuh yang terpotong dari hewan hidup, status kesuciannya sama persis dengan bangkainya. Jika hewan itu halal, maka bagian tubuh tersebut suci.

Sebaliknya, jika potongan tubuh berasal dari hewan yang bangkainya najis maka hukumnya sama. Dasarnya yaitu hadis riwayat Hakim.

" Sesuatu yang terpisah daru hewan yang hiduo, maka statusnya seperti halnya dalam keadaan (menjadi) bangkai."

 

2 dari 6 halaman

Bulu Kucing Rontok Najis Ma'fu

Tetapi, ketentuan tersebut dikecualikan bagi rambut atau bulu hewan. Statusnya diperinci berdasarkan asal hewannya.

Jika bulu rontok dari hewan halal maka hukumnya suci. Contohnya bulu ayam, bulu kambing, sapi, dan lain sebagainya. Sedangkan jika berasal dari hewan haram dimakan maka hukumnya najis. Contohnya bulu tikus, anjing, dan sebagainya.

Pun demikian dengan bulu kucing yang rontok, ulama menghukuminya dengan najis. Namun demikian, najis yang terkandung tergolong ma'fu atau bisa ditoleransi jika jumlahnya sedikit.

Demikian pula jika jumlahnya banyak khusus untuk mereka yang sering berinteraksi dengan kucing. Contohnya dokter hewan dan petugas salon hewan yang sulit menghindari bulu kucing dalam jumlah banyak.

 

3 dari 6 halaman

Bisa Ditoleransi

Hal ini seperti dijelaskan oleh Syeikh Ibrahim Al Baijuri dalam kitab Hasyiyah Al Baijuri ala Ibni Qasim Al Ghazi.

" Sesuatu yang terputus dari hewan yang hidup, maka dihukumi sebagai bangkai, kecuali rambut yang terputus dari hewan yang halal dimakan. Dalam sebagian kitab lainnya tertulis 'kecuali rambut yang diolah menjadi permadani, pakaian, dan lainnya.' Rambut yang terputus dari hewan yang halal dimakan ini seperti bulu pada kambing. Kesucian rambut ini selama tidak berada pada potongan daging yang sengaja dipotong, atau berada pada anggota tubuh yang terpotong dari hewan yang halal dimakan. Jika rambut berada dalam dua keadaan tersebut maka dihukumi najis, sebab mengikut pada status anggota tubuh yang terpotong itu. Dikecualikan dengan redaksi 'hewan yang halal dimakan' yakni rambut atau bulu hewan yang tidak halal dimakan, seperti keledai dan kucing. Maka bulu dari hewan tersebut dihukumi najis. Namun najis ini dihukumi ma'fu ketika dalam jumlah sedikit, bahkan dalam jumlah banyak bagi orang yang sering dibuat kesulitan dengan bulu tersebut, seperti bagi para tukang pemotong bulu."

Sedangkan untuk menentukan banyak sedikitnya bulu rontok, yang digunakan adalah 'urf atau penilaian masyarakat secara umum. Jika orang menyebut bulu kucing yang rontok sedikit seperti dua atau tiga bulu, maka statusnya najis ma'fu.

Dengan demikian, status bulu kucing rontok adalah najis yang ma'fu atau najis yang ditoleransi selama jumlahnya masih sedikit. Oleh sebab itu, memelihara kucing dibolehkan.

Sumber: NU Online

4 dari 6 halaman

Memelihara Kucing, Bakal Bertemu di Surga?

Dream - Sebagian orang mungkin memilih kucing sebagai hewan peliharaan. Selain menggemaskan, kucing bisa jadi media melepas penat.

Kucing juga mendapat tempat istimewa bagi umat Islam. Hewan ini sangat disukai Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Rasulullah bahkan sampai menjuluki salah satu sahabatnya dengan nama Abu Hurairah yang artinya 'Bapak Kucing Kecil' atau 'Bapaknya Anak Kucing'. Sebabnya, Rasulullah pernah menjumpai Abu Hurairah membawa anak kucing di balik lengan bajunya, yang diambil dari jalanan.

Ada pendapat yang menyebut orang yang memelihara kucing bakal bertemu dengan hewan itu di surga kelak. Benarkah pendapat ini?

Dikutip dari Siakapkeli, Mufti Wilayah Persatuan Malaysia, Zulkiflli Mohammad Al Bakri, memberikan fatwa mengenai persoalan ini. Menurut dia, umat Islam dituntut untuk selalu melakukan kebaikan baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim, apalagi kepada hewan.

" Keadaan hewan di akhirat kelak tidak sama dengan manusia," tulis Zulkifli.

5 dari 6 halaman

Amalan Kucing Tak Dihisab di Akhirat Kelak

Menurut Zulkifli, kebaikan dan keburukan yang dilakukan seekor hewan tidak akan dihisab di akhirat kelak. Hewan juga tidak akan dimasukkan ke surga sebagaimana orang bertakwa.

" Sebaliknya, semua hewan akan jadi debu di akhirat kelak," kata dia,

Zulkifli mendasarkan pandangannya pada hadis riwayat Thabari dari Abu Hurairah RA.

" Sesungguhnya Allah akan mengumpulan semua makhluk (di akhirat nanti). (Yaitu) setiap hewan, burung-burung, dan juga manusia. Lalu Allah berkata kepada hewan-hewan dan juga burung, 'Jadilah kamu tanah'."

6 dari 6 halaman

Lebih Baik Tingkatkan Takwa

Zulkifli lebih menganjurkan setiap orang lebih berusaha untuk memastikan diri agar ditempatkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Caranya dengan memperbanyak amalan sholeh selama hidup di dunia.

Salah satu bentuk amalan sholeh tersebut yaitu merawat hewan peliharaan dengan baik. Amalan tersebut bisa mengantarkan seseorang menuju surga.

Justru ketika berada di surga, setiap kemauan seseorang akan terkabul. Hal itu sebagai bentuk ganjaran Allah bagi dirinya, seperti tertuang dalam Surat Al Zukhruf ayat 71.

" Di dalamnya (surga) terdapat segala hal yang diinginkan tiap-tiap jiwa juga perkara-perkara yang melezatkan pandangan mata."

Terkait
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id