Mirip Cerita di Sinetron, Kisah Nyata Anak Tertukar Ini Bikin Air Mata Berderai

Your Story | Selasa, 7 Juli 2020 14:32
Mirip Cerita di Sinetron, Kisah Nyata Anak Tertukar Ini Bikin Air Mata Berderai

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kisah mereka semakin mirip drama di sinetron karena bayi itu berasal dari dua keluarga berbeda dan sang ibu tak tega melepas anaknya meski sudah dipastikan tertukar.

Dream - Kisah anak yang tertukar tidak hanya terjadi di dunia sinetron. Bak sebuah kisah di tayangan televisi, dia keluarga di India ini mengalami kejadian langka kala buah hati mereka tertukar karena kesalahan pengelola rumah sakit. 

Cerita nyata ini menjadi semakin unik karena bayi tersebut berasal dari dua keluarga dengan latar belakang berbeda. Bayi itu berasal dari keluarga muslim dan Hindu, dua komunitas yang sering kali terlibat dalam perselisihan hingga saat ini. 

Seperti dilansir dari Mirror, kedua bayi tersebut dilahirkan di rumah sakit yang sama. Namun, karena kesalahan pihak rumah sakit, kedua bayi tersebut secara tidak sengaja tertukar.

2 dari 7 halaman

Ada Kecurigaan

 Salma© Mirror UK

Pada awalnya Salma Parbin mencurigai buah hati yang mereka bawa pulang dari rumah sakit di Assam, India pada 2015 lalu adalah bukan anaknya. Kecurigaan Salma tentang putri yang dibawanya itu disampaikan kepada sang suami, Shahabuddin Ahmed.

Sang suami pun tak langsung mempercayainya. Salma tak menyerah begitu saja. DIa menjelaskan kepada suaminya jika wajah putrinya, Jonait, mengingatkannya kepada seorang ibu yang juga melahirkan bersamaan dengannya kala itu.

" Wajah Joanit mirip sekali dengannya. Matanya sama dengan mata perempuan itu. Di keluarga kami tidak ada yang memiliki mata seperti itu," ungkap Salma.

Setelah menerima penjelasan istrinya, Shahabuddin akhirnya memutuskan mendatangi rumah sakit tempat Salma melahirkan. Ia mengatakan kepada pihak RS jika putrinya telah tertukar.

3 dari 7 halaman

Istri Malah Dibilang Gangguan Jiwa

Namun ucapan Shahbuddin itu malah diabaikan pihak rumah sakit. Bahkan istrinya disebut mengalami gangguan jiwa dan perlu bantuan psikiater.

Shahabuddin tak menyerah begitu saja. Ia kemudian membuat petisi agar rumah sakit mengeluarkan rincian terkait bayi yang lahir di waktu dan tempat yang sama saat Jonait lahir.

Berdasarkan data tersebut, diketahui ada tujuh bayi yang lahirnya hampir di waktu yang sama. Shahabuddin juga mendapatkan informasi terkait keluarga masing-masing bayi.

Salah satunya orang tua bernama Shewali Boro dan suaminya, Anil yang tinggal di desa kesukuan dengan jarak sekitar 30 meter dari kediaman Shahabuddin dan Salma. Berbeda dengan keluarga Shahabuddin yang memeluk agama Islam, keluarga Shewali beragama Hindu seperti mayoritas penduduk di desa tersebut.

4 dari 7 halaman

Tulis Surat

 Salma© Mirror UK

Akibat tidak tega memberitahu bahwa bayinya tertukar, akhirnya Shahabuddin mengirimkan surat ke Anil dan istrinya.

Sementara Anil dan istrinya justru tidak mencurigai bayi yang mereka rawat selama ini bukan anak kandungnya. Menurutnya, ucapan Shahabuddin itu tidak masuk akal.

Namun, semua berubah saat Anil dan Shewali bertemu secara langsung dengan keluarga Shahabuddin.

5 dari 7 halaman

Terharu

 Shewli© Mirror UK

" Pertama kali melihat Jonait, saya menyadari wajahnya mirip suami saya. Saya sedih dan menangis," kata Shewali.

Begitu pula dengan Salma. Saat ia melihat anak Shewali yang diberi nama Riyan, ia langsung meyakini bahwa anak laki-laki itu adalah putra kandungnya yang tertukar dengan Jonait.

Penampilan Jonait memang tidak mirip dengan kebanyakan Muslim di Assam. Jonait lebih mirip dengan penduduk di desanya, yang memiliki mata sipit karena pengaruh dari Mongolia.

 

6 dari 7 halaman

Sudah Terikat Batin

 Shewli© Dream

Akhirnya pada akhir tahun 2015, Shahabuddin melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk diselesaikan. Pihak kepolisian pun meminta kedua keluarga melakukan tes DNA. Hasilnya pada November 2016, membuktikan bayi mereka memang tertukar sehingga kasus berlanjut ke pengadilan.

Keputusan pengadilan pada awal 2017 lalu, meminta kedua anak ditukar ke keluarga kandungnya. Namun ikatan selama tiga tahun yang sudah terjalin antara ibu dan anak meski tak punya hubungan darah itu sulit dipisahkan. Kedua anak laki-laki itu terus menangis dan menolak dipisahkan dengan ibu dan keluarga yang selama ini mengasuhnya.

" Pengadilan mengatakan kami bisa menukar anak. Tapi kami urungkan karena telah mengasuh mereka selama tiga tahun terakhir. Kami tidak bisa melepas anak ini begitu saja," tutur Salma.

7 dari 7 halaman

Diputuskan Ketika Keduanya Dewasa

Suami Shewali juga mengatakan bahwa menukar anak yang masih begitu muda bukan keputusan bijak karena bisa melukai kejiwaannya. Itu karena anak-anak tersebut belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

Pada akhirnya, kedua keluarga memutuskan untuk menyerahkan penyelesaian kasus tersebut saat Jonait dan Riyan dewasa. Dan menunggu mereka tumbuh dewasa, kedua keluarga setuju untuk menjadi lebih dekat, meski memiliki latar belakang berbeda.

Mereka berjanji untuk saling bersilaturahmi dan berkunjung satu sama lain. Dengan kedekatan kedua keluarga, diharapkan juga akan menciptakan interaksi antara anak dan orang tua kandungnya.

(Sah, Sumber: Mirror.co.uk

 

Terkait
Join Dream.co.id