Bagaimana Hukum Sprei Berbahan Sutera?

Your Story | Jumat, 13 November 2020 06:01
Bagaimana Hukum Sprei Berbahan Sutera?

Reporter : Arini Saadah

Apakah haram atau diperbolehkan?

Dream – Perabotan di rumah yang bagus bisa membuat kita nyaman. Sehingga perabotan rumah sering mendapat perhatian serius dari hukum islam. Terlebih jika perabotan rumah itu terbuat dari sutera.

Sebab, dalam hadist Nabi Muhammad SAW, sutera memiliki hukum yang berbeda jika digunakan laki-laki dan perempuan. Perempuan boleh menggunakan sutera, namun hal ini tidak berlaku bagi laki-laki.

Perlu diketahui, laki-laki tidak hanya dilarang menggunakan sutera, namun juga dilarang sengaja duduk di atas sutera.

Lantas bagaimana hukum sprei berbahan sutera? Apakah laki-laki juga dilarang tidur di atasnya?

2 dari 5 halaman

Pendapat Jumhur Ulama

Sebagaimana tidak diperbolehkannya untuk laki-laki memakai sutera asli, begitu juga tidak diperbolehkan baginya duduk, tidur di atasnya, atau berselimut dengannya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata:

 Ilustrasi
© dream.co.id

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk memakai sutera atau duduk di atas kain sutera.” (HR. Bukhari 5837).

Sementara itu, Al-Hafidz menjelaskan keterangan Hudzaifah ‘Kita dilarang duduk di atas sutera’ itu merupakan dalil yang sangat kuat bagi pendapat yang melarang duduk di atas sutera. Dan ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Kemudian al-Hafidz membawakan keterangan riwayat yang lain. Di dalam kitab Fathul Bari dijelaskan:

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Wahb dalam Kitab Jami’nya dari hadis Sa’d bin Abi Waqqash, bahwa beliau mengatakan, ‘Duduk di atas bara api lebih aku sukai daripada duduk di atas majlis dari sutera.” (Fathul Bari, 10/292).

3 dari 5 halaman

Tidak Boleh Pakai Sutera

 Ilustrasi
© freepik.com

An-Nawawi menegaskan bahwa lelaki tidak boleh menggunakan kain sutera untuk pemanfaatan apapun. Dalam Majmu’ beliau mengatakan:

 Ilustrasi
© dream.co.id

“ Haram bagi lelaki untuk menggunakan sutera, baik digunakan sebagai baju, atau duduk di atasnya atau bersandar dengan sutera atau berselimut dengan sutera atau menggunakannya untuk penutup muka atau penggunaan lainnya. Dan tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, selain salah satu pendapat yang mungkar dalam mazhab Syafi’iyyah.” (Al-Majmu’, 4/435).

4 dari 5 halaman

Larangan Tidur di Atas Sutera

 Ilustrasi
© freepik.com

Larangan ini juga termasuk tidur di atas sprei berbahan sutera. Dalam Ensiklopedia Fiqh disebutkan:

“ Ulama sepakat, wanita dibolehkan untuk tidur di atas sutera. Sementara untuk lelaki, menurut jumhur ulama (Malikiyah, Syafi’iyyah, an Hambali berpendapat hukumnya haram.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, 5/278).

Dari keterangan jumhur ulama tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa penggunaan sutera bagi lelaki untuk tujuan apapun, jelas hukumnya terlarang.

5 dari 5 halaman

Bagaimana Jika Bahan Campuran?

Namun ada pertanyaan muncul, bagaimana jika bahan sprei yang dijadikan untuk tempat tidur merupakan bahan campuran dari sutera? Bagaimana hukumnya?

Sebagaimana disebutkan dalam hadis, penggunaan bahan kain sutera sebagai campuran diperbolehkan asalkan tidak lebih dari luas 4 jari.

Dari Abu Utsman an-Nahdi beliau mengatakan:

“ Datang sepucuk surat ari Umar, dan ketika itu kami bersama Uthbah bin Farqad di Azerbaijan. Isi suratnya adalah ‘Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggunakan sutera, kecuali hanya sekian. Beliau berisyarat dengan dua jari setelah jempol.’

Abu Utsman berkomentar, “ Yang kami pahami, yang beliau maksudkan adalah fungsi campuran sutera itu hanya untuk corak kain.”

(H.R. Bukhari dan Muslim).

Al Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan, “ Corak kain adalah hiasan yang menempel di kain seperti bordiran.” (Fathul Bari, 10/286).

Sementara itu, dalam riwayat lain juag disebutkan bahwa Umar pernah berkhutbah yang isinya:

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengenakan sutera kecuali untuk luas 2 jari, 3 jari, atau 4 jari.” (HR. Muslim)

 

Sumber: Konsultasi Syariah

Join Dream.co.id