Bacaan Niat Fidyah dan Tata Cara Pembayaran Serta Orang yang Berhak Melakukannya

Your Story | Minggu, 16 Mei 2021 06:00

Reporter : Ulyaeni Maulida

Fidyah adalah denda akibat meninggalkan puasa karena syarat yang dibolehkan menurut syar'i.

Dream -  Puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Karena hukumnya itulah puasa ini tidak boleh ditinggalkan dengan alasan yang tidak dibenarkan menurut syariat. Tetapi, ada sejumlah orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa.

Bagi golongan yang karena suatu keadaan tidak dapat berpuasa, dianjurkan untuk menggantinya dengan membayar fidyah. Menurut definisinya, fidyah adalah denda akibat meninggalkan puasa karena syarat yang dibolehkan menurut syar'i.

Fidyah dibayarkan dengan cara memberi makan orang miskin. Adapun, jumlah makanan atau orang miskin yang diberi makan harus disesuaikan dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

Bacaan Niat Fidyah dan Tata Cara Pembayaran Serta Orang yang Berhak Melakukannya
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 5 halaman

Orang yang Diperbolehkan Membayar Fidyah

 Ilustrasi
© Shutterstock

Dalam salah satu ayat Al Quran, Allah SWT menjelaskan secara langsung siapa saja yang diperkenankan membayar fidyah. Sabda Allah SWT tersebut, terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 184, yang artinya sebagai berikut:

" (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Q.S. Al Baqarah: 184).

Dapat disimpulkan bahwa membayar fidyah lebih dikhususkan bagi:

  1. Orang yang sakit parah dan tidak memungkinkan berpuasa Ramadan dan/atau mengganti puasa di hari lain.
  2. Ibu hamil dan menyusui karena dikhawatirkan jika berpuasa dapat mengganggu kesehatannya dan sang bayi.
  3. Orang yang terlambat membayar puasa hingga menemui bulan Ramadan berikutnya, dapat mengganti fidyah sekaligus mengqadha puasa sesuai jumlah yang ditinggalkan.
3 dari 5 halaman

Bacaan Niat Fidyah

Niat merupakan dasar dalam membayar fidyah. Dilansir dari islam.nu.or.id, adapun bacaan niat fidyah adalah sebagai berikut:

Niat Fidyah untuk orang sakit keras dan orang tua renta

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata'an ifthori shaumi ramadlana fardha lillahi ta'ala.

Artinya:

" Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anaku, fardlu karena Allah."

Niat Fidyah untuk Wanita Hamil dan Ibu Menyusui

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata 'an ifthori shaumi ramadlana lilkhoufi 'ala waladi 'ali fardla lillahi ta'ala.

Artinya:

" Saya niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadan karena khawatir keselamatan anakku, fardlu karena Allah."

Niat Fidyah untuk orang yang terlambat mengqadha puasa Ramadan

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata 'an ifthori qadha'i shaumi ramadlana ardha lillahi ta'ala.

Artinya:

" Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardlu karena Allah."

4 dari 5 halaman

Alat Untuk Membayar Fidyah

 Ilustrasi
© Pexels.com

Makanan

Fidyah umumnya dibayarkan dengan cara memberikan makanan pada fakir miskin. Adapun jenis makanan yang diberikan adalah makanan pokok, seperti beras. Ada beberapa pendapat yang membahas terkait banyaknya takaran makanan yang dibayarkan.

Imam As-Syafi'i, Imam Malik dan Imam An-Nawawi menyebut bahwa takaran makanan untuk fidyah adalah 1 mud gandum. Takaran tersebut disebut-sebut sesuai dengan ukuran mud Nabi shalallahu'alaihi wasallam. Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu disebutkan jika diukur dengan ukuran zaman sekarang, 1 mud dianggap setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.

Sedangkan, Abu Hanifah berpendapat ½ sha' atau 2 mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, atau setara dengan setengah sha' kurma atau tepung. Berdasarkan takaran ini, sebagian ulama memperkirakan ½ sha' sama dengan 1,5 kg.

Uang

Pembayaran fidyah dengan uang disesuaikan dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. Satu hari meninggalkan puasa diganti dengan membayar uang seharga 1/2 sha' atau 1,5 kg beras kemudian dikali jumlah hari tidak berpuasa.

Belakangan membayar fidyah dengan uang lebih dianjurkan karena dinilai lebih bermanfaat bagi kamu fakir miskin.

 

5 dari 5 halaman

Tata Cara Membayar Fidyah

Membayar fidyah dapat dilakukan dengan membayar per hari atau membayar setelah satu bulan.

Aturan fidyah ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj.

Berikut cara membayar fidyah berdasarkan waktu pembayarannya.

  1. Bagi orang yang membayar fidyah per hari, diianjurkan untuk membayarkan fidyah diberikan setelah terbit fajar.
  2. Bagi orang yang membayar fidyah di akhir Ramadan. Cara membayar fidyah cukup dibayar sekali dengan jumlah sebagaimana puasa yang ditinggalkan.
  3. Selain dua cara di atas, bisa pula membayar fidyah setelah Ramadan selesai. Selain itu, pembayaran juga bisa dilakukan secara sekaligus atau dicicil setiap hari sampai lunas sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id