Wanita Sholat Berjemaah, Haruskah Azan dan Iqomat?

Your Story | Rabu, 17 Juli 2019 20:01
Wanita Sholat Berjemaah, Haruskah Azan dan Iqomat?

Reporter : Ahmad Baiquni

Umumnya, muazin adalah pria.

Dream - Azan dan iqomat merupakan amalan yang dijalankan mengiringi sholat fardlu lima waktu. Dua amalan ini merupakan sunah di awal sholat.

Keutamaan azan tertuang dalam hadis Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

" Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian."

Sedangkan keutamaan azan ada dalam hadis riwayat Ibnu Umar. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bersabda demikian.

Siapa saja yang melakukan azan sebanyak dua belas kali dalam setahun maka dia berhak masuk surga, dan akan dicatatkan baginya enam puluh kebaikan setiap hari dia azan, dan untuk setiap qomat (dicatatkan) tiga puluh kebaikan.

Sudah menjadi kelaziman azan dan iqomat di masjid dikumandangkan oleh muazin pria. Bagaimana jika wanita yang melakukannya?

2 dari 7 halaman

Jika Jemaah Sholat Adalah Pria

Dikutip dari Bincang Syariah, Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab menyatakan wanita tidak boleh mengumandangkan azan dan iqomat. Ketentuan ini berlaku jika jemaah sholat terdiri dari pria.

" Tidak sah azan wanita untuk jemaah pria. Sebagaimana disebutkan Mushannif (pengarang kitab Muhadzdzab) bahwa pendapat ini adalah pendapat madzhabnya serta pendapat jumhur ulama serta pendapat Imam As Syafi'i dalam kitab Al-Umm."

Berbeda halnya jika jemaah sholat terdiri dari wanita. Dalam kondisi ini, wanita boleh mengumandangkan azan dan iqomat namun tidak dikeraskan.

 

3 dari 7 halaman

Jika Jemaahnya Wanita Semua, Begini Ketentuannya

Pun demikian, wanita sebenarnya tidak perlu mengumandangkan azan dan iqomat ketika hendak sholat di mana jemaahnya seluruhnya wanita.

Hal ini dijelaskan Imam Syafi'i dalam kitabnya Al Umm.

" Para perempuan tidak perlu azan walaupun mereka berjemaah bersama (perempuan yang lain). Namun jika ada yang berazan dan mereka hanya melakukan iqamah, maka hal itu diperbolehkan. Dan juga tidak boleh mengeraskan suara mereka saat azan. Sekiranya azan tersebut cukup didengar olehnya sendiri dan teman-teman perempuannya, begitu juga saat iqomat."

Sementara dalam kitab Al Mi'yaru Al Islami, disebutkan wanita hanya disunahkan untuk iqomat, bukan azan.

Sumber: Bincangsyariah.com

4 dari 7 halaman

Keutamaan Baca Doa Usai Dengar Azan, Jangan Diabaikan

Dream - Azan sudah menjadi hal yang biasa bagi umat Islam terutama di Indonesia. Setiap hari, kita selalu mendengar kumandang azan lima kali banyaknya.

Kita pun kerap mendengar rekaman doa usai azan diputar baik di televisi maupun radio. Hal ini berkaitan dengan dianjurkannya membaca doa usai azan berkumandang.

Karena saking biasanya, mungkin ada dari kita yang mengabaikan doa usai azan. Padahal, terdapat keutamaan begitu besar di balik amalan ini.

Dikutip dari Islami.co, doa usai azan dapat mendatangkan kemuliaan bagi seseorang di akhirat kelak. Dengan melafalkan doa ini, seseorang akan mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah Muhammad SAW.

 

5 dari 7 halaman

Jaminan Rasulullah Untuk yang Berdoa Usai Azan

Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari.

Dari Jabir bin Abdillah RA berkata, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Barangsiapa yang membaca doa ketika selesai azan, maka ia akan mendapatkan syafaat di hari kiamat."

Lewat hadis ini, Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam akan pentingnya membaca doa usai azan. Meskipun terkesan sepele, manfaatnya begitu besar di hari Kiamat kelak.

Syafaat Rasulullah diberikan karena rasa cinta yang tinggi umat kepada Sang Nabi. Kedua, karena seseorang mau mengikuti sunah Rasulullah baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya.

(Sah, Sumber: Islami.co)

6 dari 7 halaman

Kumandangkan Azan Tak Wudhu, Bolehkah?

Dream - Setiap waktu sholat tiba, para muazin segera mengumandangkan azan. Rangkaian kalimat berisi asma Allah dalam azan merupakan panggilan untuk sholat bagi umat Islam.

Saat sholat atau membaca Alquran, seorang diharuskan suci dari hadas dan najis. Untuk memastikan kesucian itu, ada mekanisme wudu.

Hal ini berlaku bagi semua Muslim. Sementara azan hanya dikumandangkan oleh muazin.

Apabila muazin tanpa lebih dulu wudu, apakah boleh?

Dikutip dari NU Online, terdapat sebuah hadis yang dapat dijadikan hujjah atau landasan terkait hal ini. Hadis tersebut diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, An Nasa'i dan lainnya dari Muhajir bin Qanfadz RA.

" Dari Muhajir bin Qanfadz RA berkata, 'Aku mendatangi Rasulullah SAW dan ia sedang menunaikan hajat kecil di toilet, kemudian aku mengucapkan salam kepadanya, namun ia tidak menjawabnya hingga ia selesai berwudu. Rasul kemudian memohon maaf dan mengemukakan alasan mengapa tidak menjawab salam Al Muhajir. Kemudian Rasul berkata, 'Aku tidak suka menyebut asma Allah subhanahu wata’ala kecuali dalam keadaan suci (ala tuhrin), atau ia berkata 'ala thaharatin'."

7 dari 7 halaman

Ini Hukumnya

Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' ala Syarh Al Muhaddzab, menjelaskan hadis di atas menunjukkan Rasulullah Muhammad SAW tidak suka menyebut asma Allah dalam keadaan tidak suci. Sehingga, Rasulullah baru menjawab salam usai berwudu.

Pun demikian halnya dengan azan yang berisi asma Allah. Ulama mengqiyaskan persoalan ini dengan riwayat Rasulullah tidak mau menjawab salam sebelum keadaan suci.

Sehiangga, para ulama menyatakan mengumandangkan azan tanpa wudhu adalah makruh. Tetapi jika azan sudah dikumandangkan dalam keadaan muazin tidak berwudhu, tidak perlu mengulanginya.

Secara garis besar, para ulama terbagi menjadi dua kelompok dalam mengkaji hal ini. Ulama yang menyatakan azan tanpa wudhu tetap sah antara lain seperti Hasan Bashri, Qatadah, Hammad bin Abi Sulaiman, Abu Hanifah, Al Tsaudi, Ahmad, Abu Tsaur, Dawud dan Ibn Al Mundzir.

Sementara yang berpandangan azan tidak sah jika tanpa wudhu lebih dulu seperti Atha', Mujahid, Al Auzai, dan Ishaq. Tetapi, Imam Malik menyatakan azannya sah, namun muazin harus sudah memiliki wudhu ketika iqamah.

Sumber: NU Online.

Terkait
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id