Tak Ada Yang Rawat, Ayah Ini Bawa Anak 3 Tahunnya Bekerja

Your Story | Jumat, 29 Mei 2020 12:48
Tak Ada Yang Rawat, Ayah Ini Bawa Anak 3 Tahunnya Bekerja

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kisah ayah tunggal satu ini bikin air mata meleleh.

Dream - Orang tua selalu melakukan yang terbaik demi anak-anak mereka. Apapun situasi yang sedang terjadi.

Akibat pandemi corona yang terjadi, banyak orang tua yang terpaksa kehilangan pekerjaan mereka. Sementara menghidupi keluarga dalam situasi seperti saat ini tidaklah mudah.

Kisah seorang ayah tunggal berusia 24 tahun ini sungguh membuat air mata menetes. Dia terpaksa mengajak anaknya yang baru berusia 3 tahun saat bekerja.

Ayah, yang diketahui bernama Lin, tersebut menjalankan dua pekerjaan setiap hari bersama putranya. Kejadian ini kemudian menarik perhatian netizen setelah foto ayah tersebut dan putranya tersebar di internet.

Lin harus bekerja sebagai buruh konstruksi pada pagi hari dari jam 8.30 hingga 5.30 sore. Setelah itu, dia segera memulai pekerjaan keduanya sebagai pengantar makanan paruh waktu pada jam 6 sore hingga 10 malam bahkan hingga tengah malam.

 

2 dari 3 halaman

Menarik Perhatian

Suatu hari, Lin membawa putranya saat mengantarkan makanan di malam hari. Kemudian kejadian ini menarik perhatian tiap orang yang melihatnya dan mengambil foto dirinya.

Kisah Lin dan anaknya kemudian mendapat perhatian dari media lokal. Media tersebut kemudian bertanya bagaimana dia membagi waktu antara bekerja dengan mengasuh anak.

Lin bercerita ada kalanya dia harus membawa putranya bekerja. Sebab, tidak ada seorang pun di rumah yang bisa merawatnya.

Selama perjalanan pengiriman makanan, putranya akan duduk di bangku belakang dengan kotak makanan yang diikat di punggungnya. Terkadang putranya tertidur tanpa sengaja.

 

3 dari 3 halaman

Semua Tak Akan Sia-sia

Agar aman, Lin menempatkan putranya di bangku depan sehingga bisa diawasi. Kadang-kadang Lin juga bekerja untuk mengantarkan minuman dengan jumlah banyak sekaligus putranya ikut membantu membawa minum.

Tapi Lin tidak lupa untuk memberi anaknya sedikit hadiah apabila dia sedikit rewel. Seperti sebuah permen lolipop.

Lin yang bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu harus membesarkan putranya sendirian. Dia membutuhkan 30 ribu dolar Taiwan, setara Rp14,7 juta, per bulannya untuk biaya hidup.

Meski kelelahan di akhir harinya, rasa itu hilang ketika Lin melihat senyum putranya. Dia mengatakan selama putranya tumbuh dengan aman dan bahagia, semua upayanya tidak akan sia-sia.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id