Arti Surat Annas, Pelindung Diri Dari Godaan Jin Dan Syaitan

Your Story | Jumat, 22 Januari 2021 11:05
Arti Surat Annas, Pelindung Diri Dari Godaan Jin Dan Syaitan

Reporter : Ulyaeni Maulida

Surat Annas mengandung isti’aadzah (permintaan perlindungan) kepada Allah SWT

Dream – Salah satu surat Al Quran yang sering diucapkan sebagai dzikir dan bacaan dalam sholat adalah surat Annas. Surat Annas merupakan surat terakhir dalam mushaf al Quran sekaligus menjadi surat ke-114.

Bersama dengan surat Al Falaq, surat Annas disebut sebagai al Mu’awwidzataini. Karena kedua surat tersebut diturunkan secara bersamaan kepada Rasulullah Saw.

Surat Annas terdiri dari enam ayat dan tergolong surat Makkiyah. Pada dasarnya, surat ini berisi petunjuk mengenai tempat berlindungnya manusia dari berbagai godaan, yaitu kepada Allah SWT. Selain itu, juga menjelaskan bahwa godaan tersebut tidak hanya yang berasal dari bisikan syetan saja, namun juga manusia.

Sementara itu di dalam surat Annas, kata Annas terdapat pada ayat pertama hingga ketiga yang fungsinya sebagai perintah supaya manusia tunduk dan patuh kepada Allah Swt serta mengEsakan keyakinan akan keberadaan-Nya.

2 dari 4 halaman

Kandungan Arti Surat Annas

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Surat Annas mengandung isti’aadzah (permintaan perlindungan) kepada Allah SWT dari segala kejahatan iblis dan bala tentaranya yang dapat melalaikan manusia dengan menebarkan was-was pada diri mereka.

  1. Tiga ayat pertama dalam arti surat Annas menunjukkan tiga sifat bagi Allah SWT yakni rububiyah, mulkiyah dan uluhiyah. Sifat rububiyah didahulukan karena mengandung makna penjagaan dan pemeliharaan, tepat untuk al isti’aadzah (permintaan pertolongan). Lalu mulkiyah menunjukkan bahwa tidak ada pertolongan kecuali dari pemilikNya. Setelah itu Allah menyebutkan uluhiyah untuk menjelaskan bahwa Dialah yang berhak disembah.
  2. Tiga sifat ini sekaligus menunjukkan bahwa hanya Allah-lah Tuhan pemelihara dan pencipta, Dialah yang merajai dan menguasai manusia, serta hanya Dialah yang berhak diibadahi oleh manusia.
  3. Surat Annas menjelaskan bahwa waswas, adakalanya dari jin dan adakalanya dari manusia. Arti surat Annas juga memberikan penjelasan kepada kita bahwa setan itu bisa dari golongan jin dan bisa dari golongan manusia.
  4. Dalam arti surat Annas, kita menyebut tiga sifat Allah (Rabb, Malik dan Ilah) hanya untuk meminta perlindungan dari satu hal yakni waswas.

 

3 dari 4 halaman

Keutamaan Membaca Surat Annas

 

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Menangkal Sihir

Sebagaimana asbabun nuzul di atas, surat Annas bermanfaat menangkal sihir yang menyerang seseorang muslim. Hal ini telah terbukti dengan apa yang dialami oleh Rasulullah Saw sendiri.

Melindungi diri dari godaan buruk manusia, setan dan jin

Membaca surat Annas dapat menjauhkan umat islam dari godaan yang datang dari hasutan manusia, setan dan jin. Sebagaimana diriwayatkan dalam sbeuah hadis, “ telah diturunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak semisal dengannya yaitu al Mu’awwidzataini (surat Annas dan surat Al Falaq).” (HR. Muslim, at Tirmidzi, An Nasai).

Keamanan dan Kenyamanan Saat Tidur

Setan dan jin dapat menggoda manusia dalam keadaan tidur. Maka dari itu sebaiknya membaca surat Annas sebagai banteng diri saat tidur.

 

4 dari 4 halaman

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Terlindung dari Ain

Pada zaman Nabi, kaum kafir Quraisy selalu berusaha untuk menyakiti Nabi. Salah satunya dengan menggunakan ‘ain, yaitu upaya menyakiti orang lain melalui pandangan mata.

Kemudian Allah SWT mengajarkan kepada Nabi untuk membaca surah Al-Falaq dan surat Annas sebagai penangkalnya.

Sebagai Obat

Surat Annas juga memiliki keutamaan sebagai obat. Terutama bila diamalkan sebelum tidur. Seperti yang dikatakan Rasulullah dalam sebuah hadits.

Disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, “ Qul huwallahu ahad, Qul a’udzu birobbil falaq, Qul a’udzu birobbin naas.” Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. [HR. Bukhari dan Muslim)

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id