Apriyani, dari Raket Kayu hingga Emas Olimpiade Tokyo 2020

Your Story | Selasa, 3 Agustus 2021 08:45

Reporter : Ahmad Baiquni

Apriyani membuat bangga Indonesia.

Dream - Apriyani Rahayu tengah dielu-elukan. Bersama Greysia Polii, Apriyani telah menyumbang emas pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Kisah Apriyani menjadi atlet bulutangkis tidaklah mudah. Semua bermula dari raket kayu.

Apriyani lahir dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Desa Lawulo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Masa kecilnya dilewatkan sebagai anak kampung.

Apriyani kecil sering bermain tepok bulu. Lambat laun, dia mulai menggemari bulu tangkis.

Semua berkat pertandingan Susi Susanti yang dia saksikan dari layar kaca. Dia pun bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis.

 

Apriyani, dari Raket Kayu hingga Emas Olimpiade Tokyo 2020
Apriyani Rahayu Dan Greysia Polii (Badmintonindonesia.org)
2 dari 3 halaman

Raket Kayu, Buah Cinta dari Ayah

Harapan tersebut ternyata mendapat dukungan dari sang ayah. Meski kurang mampu, ayah Apriyani tetap menyemangatinya dengan membuatkan raket kayu yang kemudian menjadi benda kesayangannya.

Demi mewujudkan mimpi Apriyani, sang ayah berusaha membelikan raket seadanya di pasar. Dengan modal raket tersebut, Apriyani menjalani seleksi lolos dan menjadi atlet binaan klub bulu tangkis.

Apriyani mulai meniti karier sebagai atlet. Dia menyabet juara di sejumlah perlombaan.

 

3 dari 3 halaman

Bekal Rp200 Ribu Menuju Pelatnas

Jalan itu ternyata membuka kesempatan bagi Apriyani melangkah ke Pelatnas. Bermodal uang Rp200 ribu, dia kemudian digembleng menjadi atlet profesional mewakili Indonesia di sejumlah kejuaraan dunia.

Hingga akhirnya, Apriyani dapat menunjukkan performa di Olimpiade. Kerja kerasnya berbuah manis dengan menyumbangkan emas pertama untuk Indonesia dari partai Ganda Putri Olimpiade Tokyo 2020.

 

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Akun gosip (@insta_julid)

Join Dream.co.id