Allahu Akbar, Pria Ateis Temui Gus Miftah untuk Peluk Islam

Your Story | Kamis, 27 Mei 2021 18:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Pria tersebut kini telah menjadi muslim.

Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman, kembali membimbing non-Muslim untuk masuk Islam. Kali ini, sosok tersebut berasal dari Berlin, Jerman.

" Ini aku di apartemen ada tamu dari Berlin," ujar pendakwah yang akrab disapa Gus Miftah di akun Instagramnya.

Pria tersebut bernama Alang Joil Oliver Heinrich. Gus Miftah mengatakan Alang sebelumnya adalah seorang ateis dan sedang belajar mengenai Islam.

" Dia belajar Agama Islam sama aku dan aku belajar Bahasa Jerman dari Alang," kata Gus Miftah.

Alang kemudian mengucap kalimat syahadah. Ikrar masuk Islam tersebut dilakukan Alang dibimbing Gus Miftah.

Allahu Akbar, Pria Ateis Temui Gus Miftah untuk Peluk Islam
Gus Miftah
2 dari 6 halaman

Tak Ada Paksaan

Gus Miftah mengatakan, Alang ingin memeluk Islam setelah belajar kepada dia. Gus Miftah bersyukur Alang mendapatkan hidayah.

"Beliau sebelumnya ateis dan Alhamdulillah ada hidayah dari beliau, tanpa paksaan dari siapapun ya, dengan sadar diri ya, rela masuk Islam," kata dia kepada Alang.

Alang pun membenarkan hal itu. Dia tidak dipaksa siapapun untuk memeluk Islam.

Gus Miftah kemudian meminta Alang mengucap syahadat seperti yang dia ucapkan. "Karena masuk Islam cukup membaca kalimat Syahadat." kata Gus Miftah.

Alang lalu mengikuti ucapan Gus Miftah membaca kalimat syahadat. Alang kini telah menjadi Muslim.

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gus Miftah (@gusmiftah)

3 dari 6 halaman

Sering Nonton YouTube Gus Miftah, 2 Penghuni Lokalisasi Masuk Islam

Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah dikenal kerap menarik banyak orang mempelajari Islam. Ceramahnya yang menyejukkan kerap membuat non-Muslim tersentuh hingga memutuskan menjadi mualaf.

Baru-baru ini, Gus Miftah kembali membagi cerita saat membimbing bapak dan anak non-Muslim masuk mengucap syahadat. Momen itu dia unggah di akun Instagramnya, @gusmiftah.

" Bahkan hidayah itu datang dari lokalisasi," ujar Gus Miftah.

Gus Miftah mengatakan sebulan sebelum Ramadan sempat menggelar pengajian rutin di lokalisasi Sarkem. Saat itu, ada seorang bapak non-Muslim yang hadir dan mengikuti pengajian dengan khusyuk.

" Semalam beliau hadir bersama anaknya di open house dan sekaligus mujahadah rutin dzikrul ghofilin malam Ahad pahing @ponpesoraaji dan menyatakan masuk Islam, Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah,"  kata dia.

4 dari 6 halaman

Terkejut

Usai membimbing bapak dan anak tersebut masuk Islam, Gus Miftah menutup pengajian dengan membaca shalawat 'hasbi rabbi jalallah'. Secara bersama-sama. Dia mengaku terkejut dengan anak yang baru dibimbingnya masuk Islam.

Anak itu dapat melafalkan zikir tersebut dengan lancar. Penasaran, istri Gus Miftah bertanya kepada si anak apakah dia hafal zikir tersebut.

"Sang anak menjawab, 'Jauh hari sebelum masuk Islam setiap malam saya nonton youtube Gus Miftah, sehingga hafal dengan shalawat itu.' Subhanallah," terang Gus Miftah.

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gus Miftah (@gusmiftah)

5 dari 6 halaman

Terkesima Video Gus Miftah Ceramah di Gereja, Warga Belanda Peluk Islam

Dream - Ceramah dengan lembut dalam bingkai persaudaraan tentu akan menarik banyak perhatian. Hal ini dibuktikan sendiri oleh KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Sempat dinyinyiri akibat berceramah di gereja, Gus Miftah malah mendapat simpati lebih banyak. Bahkan karena video tersebut, Gus Miftah sampai diminta membimbing seorang warga Belanda mengucap syahadat.

Di akunnya, @gusmiftah, Gus Miftah mengaku mendapat pesan WhatsApp dari seorang WNI yang tinggal di Belanda. WNI tersebut menyampaikan kepada Gus Miftah, ada seorang pria warga Belanda minta dibimbing untuk memeluk Islam.

" Ada WNI yang tinggal di Belanda, WA saya mohon izin untuk video call karena ada seorang laki laki berkebangsaan Belanda dan tidak punya agama sebelumnya, tertarik untuk masuk Islam, dan minta saya yang bimbing membaca dua kalimat syahadat," tulis Gus Miftah.

 

6 dari 6 halaman

Latar Belakang Pria Belanda

Gus Miftah mengatakan pria ini sebenarnya sudah lebih dari tujuh tahun belajar Islam. Pria tersebut juga menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Satu alasan yang membuat beliau lebih mantap dan yakin masuk Islam setelah melihat video saya orasi di gereja," tulis Gus Miftah.

Gus Miftah kemudian berkomunikasi dengan pria yang bersangkutan melalui fasilitas video call. Lewat komunikasi itu pula, Gus Miftah membimbing pria tersebut mengucap kalimat syahadat.

"Allah Maha Sempurna dengan segala rencana dan skenario-Nya, sementara saya hanyalah hamba yang penuh dengan kekurangan dan kekhilafan serta kebodohan, matur nuwun Gusti. Alhamdulillah," kata dia.

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gus Miftah (@gusmiftah)

Join Dream.co.id