Cerita Kang Emil Ceramah di Resepsi Nikah Online

Your Story | Selasa, 16 Juni 2020 10:48
Cerita Kang Emil Ceramah di Resepsi Nikah Online

Reporter : Ahmad Baiquni

Warga Jabar di zona hijau dipersilahkan menggelar resepsi namun disarankan menggelar secara sederhana dan mengikuti protokol.

Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menangkap adanya kebiasaan baru di masyarakat yang muncul akibat pandemi Covid-19. Salah satunya, menggelar akad nikah secara sederhana.

" Yang unik sekarang, orang-orang banyak melakukan akad pernikaha dengan segala kesederhanaan, saya kira ini kebiasaan baru, orang sekarang nikah tidak mengundang banyak," ujar Ridwan dalam live Instagram 'New Normal & You' bersama Dream.

Selain resepsi sederhana, pemanfaatan teknologi untuk hajatan pernikahan juga mulai bermunculan. Ridwan pun menceritakan pengalamannya menjadi penceramah nikah via online.

" Kemarin saya jadi penceramah nikah online, jadi saya di rumah dinas mereka mereka di tempat lain. Jadi setelah akad nikah saya ngasih ceramah, khidmat-khidmat aja," kata dia.

Ridwan mempersilakan apabila ada warga Jabar yang tetap ingin menggelar resepsi pernikahan. Meski begitu, dia mengingatkan akan pentingnya jaga jarak.

" Kapasitas gedungnya (dibatasi), dulu empet-empetan, itu jadi menularkan virus," terang dia.

 

2 dari 6 halaman

Opsi Jika Tetap Bikin Resepsi

Lebih lanjut, Ridwan memberikan beberapa pilihan bagi masyarakat yang tetap ingin mengadakan resepsi. Opsi pertama, sebisa mungkin tamu tidak menyentuh makanan secara langsung.

"Nggak boleh ada tamu pegang makanan sendiri, harus dilauani oleh petugas pakai face shield, pakai sarung tangan, dia (tamu) tinggal tunjuk," kata dia,

Sedangkan opsi kedua yaitu take away atau hidangan resepsi dibawa pulang oleh tamu. Ridwan mengakui opsi ini tidak lazim.

"Cukup aneh memang, tetapi karena Covid-19, yang aneh-aneh bisa jadi kebiasaan baru," ucap Ridwan.

      View this post on Instagram    

#NewNormalAndYou

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

 

3 dari 6 halaman

Ridwan Kamil Ubah Ambulans Jadi Mobil Tes Corona Cegah Gelombang II Covid-19

Dream - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mempersiapkan strategi untuk mencegah munculnya gelombang kedua Covid-19. Salah satunya persiapannya adalah mengubah mobil ambulans menjadi mobil tes Covid-19.

" Saya menyulap 69 ambulans, masing-masing kecamatan satu, saya modifikasi jadi mobil tes Covid-19," ujar Ridwan dalam live Instagram 'New Normal & You" bersama Dream.

Ridwan menjelaskan kapasitas rumah sakit di Jabar dalam menangani Covid-19 tinggal 29 persen. Kapasitas yang masih tersisa itu membuat rumah sakit di Jabar sudah bisa menerima pasien umum.

Namun gubernur yang biasa disapa Kang Emil itu mengingatkan tentang kemungkinan munculnya gelombang kedua Covid-19 di Tanah Air.

Mengantisipasi kemungkinan tersebut, dia menjelaskan, mobil tes Covid-19 akan bertugas secara diam-diam menjalankan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar, mal, tempat kerumunan warga hingga bubaran sholat Jumat selama masa Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) ini. Di tempat-tempat tersebut, mobil akan menggelar tes Covid-19.

" Kalau ditemukan adanya anomali maka kita akan menutup pasar, begitu terus. Mobil Covid ini terus wara-wiri sehingga kasus masih ada tetapi tidak akan banyak," kata Ridwan.

4 dari 6 halaman

Kasus Positif di Jabar Turun

Sejauh ini, kata Ridwan, Jabar telah melaksanakan kurang lebih 200 ribu tes. Tetapi, tingkat penambahan kasus positif di Jabar cukup rendah.

" Tingkat positifnya sedikit, sekitar 4,4 persen," kata dia.

Menurut Ridwan, tingkat kasus positif tertinggi saat ini ada di Jawa Timur. Sedangkan tingkat risiko terpapar Covid-19 secara nasional, kata dia, Jabar menempati urutan 27.

" Saya lihat masalahnya satu, masyarakatnya belum disiplin pakai masker," kata dia.

5 dari 6 halaman

Ridwan Kamil Gratiskan SPP Murid SMA/SMK dan SLB Negeri di Jabar

Dream - Tahun ajaran baru 2020/2021 menjadi momentum yang menggembirakan bagi oraang tua yang memiliki anak yang masih duduk dibangku SMA. Terhitung mulai Juli nanti, Pemerintah Provinsi Jabar menggratiskan biaya pendidikan untuk SMA, SMK, dan SLB negeri. Kebijakan gratis biasa SPP 

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di akun Instagramnya. Dia menjelaskan Pemprov Jabar menanggung iuran bulanan peserta didik atau yang biasa dikenal dengan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) seluruh siswa SMK sederajat.

" Walau ekonomi jatuh oleh Covid, namun Pemprov Jabar sesuai komitmen tetap menganggarkan Rp1,42 triliun untuk Sekolah Gratis berupa pembebasan biaya Iuran Bulan Peserta Didik (IBPD) atau dulu disebut SPP," ujar Ridwan.

Siswa sekolah swasta dan Madrasah Aliyah juga akan mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemprov Jabar. Tetapi, bantuan yang akan diterima tidak penuh, dianggarkan sebesar Rp550 ribu per siswa per tahun.

" Dan atas nama Sila ke-5, siswa tidak mampu yang bersekolah di swasta akan diberi bantuan penuh," kata Ridwan.

6 dari 6 halaman

Beasiswa Kuliah Rp50 Miliar

Selain itu, Ridwan juga mengatakan juga disediakan bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa Jabar yang kuliah di perguruan tinggi di seluruh Jabar. Bantuan tersebut disalurkan melalui masing-masing perguruan tinggi berupa beasiswa.

"Untuk mahasiswa Jabar kuliah di Jabar, silakan akses beasiswa Rp50 miliar. Silakan tanya ke PT (perguruan tinggi) masing-masing," kata Ridwan.

      Lihat postingan ini di Instagram

SEKOLAH GRATIS MULAI TAHUN AJARAN BARU JULI 2020 INI. Kabar Gembira untuk para orang tua siswa SMA/SMK/SLB. Sekolah2 ini sesuai kewenangan Provinsi. Walau ekonomi jatuh oleh covid, namun Pemprov Jabar sesuai komitmen tetap menganggarkan 1,42 Trilyun untuk Sekolah Gratis berupa pembebasan biaya Iuran Bulan Peserta Didik (IBPD) atau dulu disebut SPP. Untuk siswa sekolah swasta dan MA diberi bantuan walau tidak penuh. Dan atas nama Sila ke-5, siswa tidak mampu yang bersekolah di swasta akan diberi bantuan penuh. Untuk Mahasiswa Jabar kuliah di Jabar, silakan akaea beasiswa total 50 Milyar. Silakan tanya ke PT masing2. . Semoga cerita bersejarah untuk Jawa Barat ini akan membawa lompatan bagi kemajuan masa depan Jawa Barat. Hatur Nuhun.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Kamil (@ridwankamil) pada

Join Dream.co.id