9 Cara Nabi Muhammad SAW Merayakan Hari Raya Idul Fitri, Jangan Terlewat!

Your Story | Rabu, 12 Mei 2021 04:01
9 Cara Nabi Muhammad SAW Merayakan Hari Raya Idul Fitri, Jangan Terlewat!

Reporter : Reni Novita Sari

Inilah cara Nabi Muhammad SAW merayakan Hari Raya Idul Fitri, mari ikuti sunnahnya!

Dream - Hari Raya Idul Fitri akan datang menjelang. Seluruh umat Muslim bergembira menyambut hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Perayaan Idulfitri di Indonesia biasanya sangat semarak, penuh dengan kebahagiaan, dengan banyak orang menyambutnya dengan suka cita, termasuk takbiran keliling hingga melakukan tradisi pulang kampung.

Cara merayakan Idul Fitri ini ternyata juga sudah ada semenjak zaman Rasulullah. Pada hari raya idul fitri, Nabi Muhammad SAW kerap melakukan beberapa kegiatan untuk merayakan idul fitri.

Lalu, bagaimana Rasulullah saw merayakan hari raya yang jatuh pada satu Syawal itu?

2 dari 10 halaman

1. Melakukan Takbir

 Ilustrasi
© Foto : Shutterstock

Nah, saat menjelang hari raya idul fitri, Rasulullah menyambutnya dengan melakukan takbir. Ketika malam maghrib menuju 1 Syawal, disarankan untuk memperbanyak takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga shalat idul fitri akan dimulai.

Seperti yang dijelaskan di dalam surat Al Baqarah, “ Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS Al Baqarah: 185).

3 dari 10 halaman

2. Membayar Zakat

Di dalam Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat ini dijelaskan dalah hadits yang memiliki arti seperti berikut ini,

“ Rasulullah SWT memerintahkan zakat fitrah pada orang-orang di bulan Ramadan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan”. (Al Hadits).

4 dari 10 halaman

3. Membersihkan Diri dan Menggunakan Wewangian

 Ilustrasi
© Foto : Shutterstock

Cara merayakan idul fitri, Rasulullah juga kerap membersihkan diri terlebih dahulu sebelum malaksanakan shalat id. Rasulullah mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Hal ini disunnahkan ketika merayakan idul fitri yaitu dengan membersihkan diri dengan mandi, memakai wewangian, hingga mengenakan pakaian yang baik.

Hal ini juga telah dijelaskan di dalam hadits yang memiliki arti, “ RAsulullah SAW memerintahkan kita untuk mengenakan yang terbaik dari apa yang kita temukan dan memakai wewangian dan mengurbankan hal yang paling berharga yang kita temukan.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim).

5 dari 10 halaman

4. Makan Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Beliau juga makan sebelum melaksanakan shalat idul fitri. Hal ini juga menjadi salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa, adalah saat hari raya idul fitri. Dijelaskan di dalam hadits,

“ Pada waktu idul fitri, Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sampai ia memakan semua buah dengan jumlah ganjil.” (HR Ahmad dan HR Bukhari).

6 dari 10 halaman

5. Melaksanakan Shalat Idul Fitri

 Ilustrasi
© Foto : Shutterstock

Kemudian cara merayakan idul fitri ala Rasulullah waktu itu adalah dengan melaksanakan shalat idul fitri. Shalat idul fitri dilakukan secara berjamaah di lapangan atau masjid. Seluruh kalangan baik laki-laki maupun perempuan yang suci maupun sedang haid untuk keluar dan merayakan idul fitri. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,

“ Kami memerintahkan untuk keluar (ketika hari raya), dan mengajak keluar wanita haid, para gadis, dan wanita pingitan. Adapun para wanita haid, mereka menyaksikan kegiatan kaum muslimin dan khutbah mereka, dan menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari 981, Muslim 890).

 

7 dari 10 halaman

6. Pulang Melalui Jalan yang Berbeda

Nah, saat pergi shalat idul fitri, perlu untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang shalat idul fitri.

Hal ini memiliki makna yang dalam dimana Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.

8 dari 10 halaman

7. Mengucapkan Hari Raya

 Ilustrasi
© Foto : Shutterstock

Ucapan hari raya tentu salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh umat muslim. Ada baiknya mengucapkan, “ Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian).”

9 dari 10 halaman

8. Silaturahmi

Setelah mekasanakan shalat, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya idul fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Ketika idul fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain.

10 dari 10 halaman

9. Mengucapkan Tahni’ah

 Ilustrasi
© Foto : Shutterstock

Selanjutnya adalah mengucapkan tahni’ah kepada orang yang ditemuinya. Ali Hasan menjelaskan dalam kitab Ahkamul Idain bahwa beliau saling doa mendoakan kepada sesama dengan ucapan:

“ Semoga kalian temasuk orang yang kembali suci (seperti bayi yang baru lahir) dan termasuk orang yang beruntung”.

Atau juga bisa dengan mengucapkan kalimat sepeti di bawah ini:

“ Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian”.

Join Dream.co.id