10 Sunah Rasulullah Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri, Yuk ikuti!

Your Story | Jumat, 23 April 2021 09:05
10 Sunah Rasulullah Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri, Yuk ikuti!

Reporter : Reni Novita Sari

Hari kemenangan tiba, bagaimana cara baginda Rasul merayakan hari raya idul fitri?

Dream- Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020. Seluruh umat Muslim dunia bergembira menyambut hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa.

Di dalam menyambut datangnya hari raya idul fitri, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merayakannya. Ya, salah satu perihal itu adalah cara merayakan idul fitri. 

Idul Fitri merupakan hari yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia dan menjadi hari kemenangan setelah melawan hawa nafsu selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Idul Fitri juga menjadi hari yang mulia dan banyak amalan sunnah yang dapat dilakukan dengan ganjaran pahala yang melimpah.

Cara merayakan Idul fitri ini ternyata juga sudah ada semenjak zaman Rasulullah. Rasulullah dan umat Islam pertama kali menggelar perayaan hari raya Idul Fitri pada tahun kedua Hijriyah (624 M) atau usai Perang Badar.

Dari beberapa riwayat disebutkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan Rasulullah SAW untuk menyambut dan merayakan hari Idul Fitri.

Rasulullah kerap mengenakan pakaian terbaiknya, dan makan kurma dengan bilangan ganjil sebelum melaksanakan sholat idul fitri. Beliau mengakhirkan salat idul fitri agar kaum Muslim mempunyai kesempatan untuk membagikan zakat fitrah.

Nah, untuk mengetahui cara merayakan idul fitri menurut sunnah Rasulullah kala itu, berikut ini Dream telah merangkum dari berbagai sumber 8 sunnah Rasulullah saat merayakan hari raya Idul Fitri yang dapat kamu ikuti: 

2 dari 11 halaman

Melakukan Takbir

Nah, saat menjelang hari raya idul fitri, Rasulullah menyambutnya dengan melakukan takbir. Ketika malam maghrib menuju 1 Syawal, disarankan untuk memperbanyak takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga shalat idul fitri akan dimulai.

Seperti yang dijelaskan di dalam surat Al Baqarah, “ Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS Al Baqarah: 185).

3 dari 11 halaman

Membayar Zakat

 zakat
© Ilustrasi foto : shuttershock

Di dalam Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat ini dijelaskan dalah hadits yang memiliki arti seperti berikut ini,

“ Rasulullah SWT memerintahkan zakat fitrah pada orang-orang di bulan Ramadan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan”. (Al Hadits).

4 dari 11 halaman

Membersihkan Diri

Cara merayakan idul fitri, Rasulullah juga kerap membersihkan diri terlebih dahulu sebelum malaksanakan shalat id. Rasulullah mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Hal ini disunnahkan ketika merayakan idul fitri yaitu dengan membersihkan diri dengan mandi besar.  

Mandi adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "  Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, 'Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."   (HR. Ibnu Majah)

Adapun niat mandi sunah Idul Fitri adalah, “ Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala.” Artinya, “ Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala”.

5 dari 11 halaman

Menggunakan Pakaian Terbaik

Sebelum sholat Idul Fitri, disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik.

" Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

6 dari 11 halaman

Memakai Wewangian

Amalan berikutnya adalah memakai wewangian. 

Hal ini juga telah dijelaskan di dalam hadits yang memiliki arti, “ Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengenakan yang terbaik dari apa yang kita temukan dan memakai wewangian dan mengurbankan hal yang paling berharga yang kita temukan.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim).

7 dari 11 halaman

Makan Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri

 makan kurma
© Ilustrasi foto : shuttershock

Beliau juga makan sebelum melaksanakan sholat idul fitri. Hal ini juga menjadi salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa, adalah saat hari raya idul fitri.

Dijelaskan di dalam hadits, Sebelum salat Idul Fitri, Rasulullah biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa:

" Pada waktu Idul Fitri Rasulullah tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR. Ahmad dan Bukhari)

8 dari 11 halaman

Melaksanakan Sholat Idul Fitri

 Ilustrasi
© Shutterstock

Kemudian cara merayakan idul fitri ala Rasulullah waktu itu adalah dengan melaksanakan sholat idul fitri. Shalat idul fitri dilakukan secara berjamaah di lapangan atau masjid.

Seluruh kalangan baik laki-laki maupun perempuan yang suci maupun sedang haid untuk keluar dan merayakan idul fitri. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,

“ Kami memerintahkan untuk keluar (ketika hari raya), dan mengajak keluar wanita haid, para gadis, dan wanita pingitan. Adapun para wanita haid, mereka menyaksikan kegiatan kaum muslimin dan khutbah mereka, dan menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari 981, Muslim 890).

Nah, saat pergi shalat idul fitri, perlu untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang shalat idul fitri.

Hal ini memiliki makna yang dalam dimana Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.

9 dari 11 halaman

Mengambil jalan yang berbeda

Mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang sholat Ied memiliki makna yang dalam. Salah satunya, Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.

Amalan sunnah ini dapat dipraktekkan jika sholat Idul Fitri dapat dikerjakan di luar rumah .  Seperti masjid atau lapangan. 

Mengambil jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dianjurkan sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW.

" Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya)." (HR. Bukhari)

Mengambil jalan yang berbeda, tentunya akan bertemu dengan orang yang berbeda pula. Sehingga semakin banyak kebahagiaan yang dapat disebarkan melalui sapa dan senyuman.

 

10 dari 11 halaman

Mengucapkan Hari Raya

 Ilustrasi
© Shutterstock

Ucapan hari raya tentu salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh umat muslim. Ada baiknya mengucapkan, “ Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian).”

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied, satu sama lain saling mengucapkan, “ Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” (Fath Al-Bari, 2: 446)

Untuk itu, jika akan melaksanakan sholat Idul Fitri, selain memperbanyak kalimat takbir, memberikan ucapan doa kepada sanak saudara juga dianjurkan.

11 dari 11 halaman

Silaturahmi

 silaturahmi
© Sumber : pinterest

Setelah mekasanakan sholat, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya idul fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Ketika idul fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain.

Join Dream.co.id