50 Kata Mutiara Bahasa Jawa Tentang Ilmu, Sarat Makna Serta Filosofinya

Your Story | Rabu, 13 Oktober 2021 09:12

Reporter : Arini Saadah

“Ojo waton ngomong, ning ngomongo nganggo waton.”

Dream - Banyak kata mutiara yang terdiri dari beragam bahasa, salah satunya adalah bahasa jawa. Kata mutiara bahasa jawa banyak mengandung nasehat-nasehat cara menjalani kehidupan.

Selain itu juga terdapat kata mutiara bahasa jawa tentang ilmu yang bisa kamu jadikan motivasi dan perenungan dalam mencari ilmu sebagai bekal di dunia dan akhirat.

Sebab menimba ilmu tidak hanya bisa dilakukan dari sekolah formal ataupun kursus saja. Namun pelajaran berharga lainnya bisa kamu dapatkan dari kata mutiara bahasa jawa tentang ilmu.

Yuk simak beberapa kata mutiara bahasa jawa tentang ilmu berikut ini.

50 Kata Mutiara Bahasa Jawa Tentang Ilmu, Sarat Makna Serta Filosofinya
Ilustrasi Wayang Kulit (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 6 halaman

Kata Mutiara Bahasa Jawa Tentang Ilmu

 Ilustrasi© flickr.com

Perlu diketahui, Bahasa Jawa adalah bahasa yang kaya makna kaya serta filosofinya. Bahasa ini memiliki beberapa tingkatan, bahasa jawa ngoko, kromo serta kromo inggil sebagai bahasa yang paling halus.

Tiap kata dalam bahasa Jawa seringkali diucapkan secara sederhana namun setelah kita digali lebih dalam lagi ternyata di dalamnya mengandung akan sebuah petuah atau kata bijak yang berguna di keseharian kita.

Ibarat sebuah kata mutiara bahasa Jawa, kata-kata itu seringkali kita ucapkan terutama dalam pergaulan sehari-hari, namun kita belum tentu mengerti apa makna atau maksud di dalamnya.

Kata Mutiara bahasa jawa ini salah satunya membahas tentang ilmu. Berikut kata Mutiara bahasa jawa tentang ilmu:

  1. " Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu." (Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)
  2. " Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."   (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)
  3. " Aja mbedakake marang sak sapadha-pada." (Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)
  4. “ Aja rumangsa bisa, nanging kudu bisa rumangsa.” (Jangan merasa bisa, tapi harus bisa merasakan).
  5. “ Ojo waton ngomong, ning ngomongo nganggo waton.” (Jangan asal berbicara, tapi bicaralah dengan penuh pertimbangan atau bicaralah dengan dipikirkan terlebih dahulu.)
  6. “ Kebo sapi dikeluhi, uwong dikandani.” (kerbau atau sapi dalam melakukan sesuatu perlu dicambuk, berbeda dengan orang atau pribadi manusia yang hanya diajak berbicara saja untuk bertindak).
  7. “ Kegedhen endas kurang utek.” (Kebesaran kepala, kurang otak)
  8. “ Laku ing sasmita, amrih lantip.” (Seorang yang ingin berilmu harus mengasah lahir dan batinnya.)
  9. “ Lembah manah lan andhap asor.” (Rendah hati dan sopan santun)
  10. “ Tanggap ing sasmita.” (Mampu menangkap pembicaraan).
3 dari 6 halaman

Kata Mutiara Bahasa Jawa tentang Ilmu

Kata mutiara bahasa jawa khususnya tentang ilmu dan pendidikan, digunakan untuk memotivasi anak didik supaya mau berkembang serta termotivasi agar rajin dalam belajar.

Kata-kata seperti " kawruhe jero tapak meri" seakan terdengar halus namun itu menjadi sindiran bagi orang yang memiliki pengetahuan singkat, pendek dan sangat kurang pengetahuan.

Berikut ada kata mutiara bahasa jawa tentang ilmu yang bisa dijadikan renungan untuk memacu semangat dalam mendalami ilmu.

  1. “ Wong pinter kalah karo wong beja.” (Orang pintar kalah dengan orang beruntung).
  2. “ Yoga anyangga yogi.” (Tingkah laku murid meniru gurunya)
  3. “ Blilu tau pinter durung nglakoni.” (Pintar teori namun belum tentu bisa mempraktekkannya).
  4. “ Busuk ketekuk, pinter keblinger.” (Orang yang bodoh dan orang pintar sama-sama bisa celaka.)
  5. “ Gemi, taberi, nastiti ngati-ati.” Hemat, bersungguh-sungguh,  cermat dan hati-hati.)
  6. “ Jembar kawruhe.” (Luas ilmu pengetahuannya.)
  7. “ Koyo kodhok ketutupan bathok.” (Seperti katak dalam tempurung.)
  8. “ Kebo bule mati setra.” (Orang pintar namun hidupnya sengsara).
  9. " Ladak kecangkrak." (Orang sombong banyak musuhnya dan sering celaka).
  10. " Mulur nalare." (Bisa berfikir jauh ke depan)
4 dari 6 halaman

Kata Mutiara Bahasa Jawa Tentang Ilmu Selanjutnya

Mencari ilmu itu bukan hanya bisa dilakukan di sekolah formal. Sekolah kehidupan justru bisa mengajarkan kamu pelajaran hidup dan petuah bijak yang tidak akan kamu temukan di bangku sekolah formal.

Berikut adalah kata mutiara bahasa Jawa tentang ilmu agar kamu semakin bersemangat menimba ilmu sebagai bekal dunia dan akhirat.

  1. " Mumpung anom ngudiya laku utama." (Mumpung masih muda carilah ilmu utama.)
  2. " Ngelmu pari tansaya isi tansaya tumungkul." (Ilmu padi semakin berisi semakin merunduk).
  3. " Ngunduh wohing pakarti." (Menerima hasil kerasnya).
  4. " Nuladha laku utama." (Meneladani tingkah laku utama).
  5. " Ora polo ora utek." (orang yang sangat bodoh).
  6. " Adab lan ilmu iku podo podo pentinge gae nguber urip ing dunyo." (Adab merupakan akar dari ilmu. Tanpa adab ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak bermanat bagi kebaikan orang lain.)
  7. " Pondasine sukses iku integritas, yakin, amanah, karakter sing mulyo, tresno lan setia." (Pondasi kesuksesan adalah integritas, keyakinan, amanah, karakter, cinta, dan setia.)
  8. " Sukses lan gagal iku bagian tekan urip, Ojo leren lan dilakoni terus nganti sukses." (Sukses dan gagal adalah bagian dalam kehidupan. Jangan menyerah dan dijaalani saja sampai sukses.)
  9. " Nek wes niat kerjo iku ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai." (Kalau sudah niat bekerja itu jangan cari perkara, kalau sudah diniati cari rezeki itu tidak usah cari muka.)
  10. " Sukses niku amergo sampurnoe, golek gawe, sinau, setia lan tekun." (Sukses adalah hasil dari kesempurnaan, kerja, belajar, loyalitas, dan ketekunan.)

Itulah kata Mutiara bahasa jawa tentang ilmu yang bisa kami paparkan. Semoga bermanfaat!

 

Sumber: Yosefpedia.com, jalantikus.com

5 dari 6 halaman

Kata Mutiara Bahasa Jawa

  1. " Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu."
  2. (Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)
  3. " Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."
  4. (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)
  5. “ Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."
  6. (Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)
  7. " Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."
  8. (Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa.)
  9. " Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar."
  10. (Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur.)
  11. " Wes kadung ngomong sayang jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tak sawang malah ninggal kenangan."
  12.  “ Adhang-adhang tetese embun”
  13. Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.
  14.  “ Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh”
  15. Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.
  16.  “ Kena iwake aja nganti buthek banyune”
  17. Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan
  18.  “ Sepi ing pamrih, rame ing gawe”
  19. Melakukan pekerjaan tanpa pamrih
6 dari 6 halaman

Kata Mutiara Bahasa Jawa

 ilustrasi© Foto : Unsplash

  1. " Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit." (Dosa yang paling menyedihkan adalah pada mengeluh tidak punya duit)
  2. " Uripmu koyo wit gedhang duwe jantung tapi ora duwe ati." (Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi tak punya hati)
  3. " Nek dipikir suwi suwi iku loro, nek dirsake yo tambah loro, loro tambah loro, papat." (Kalau dipikir lama-lama sakit, kalau dirasakan tambah sakit, dua tambah dua, empat)
  4. " Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut." (Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut)
  5. " Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi." (Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)
  6. " Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono." (Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah, dan yang sudah ada syukurilah)
  7. " Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan raono wektu, brarti wonge lagi ra duwe duit." (Waktu adalah uang. Kalau temanmu tidak ada waktu untuk diajak jalan, artinya ia sedang tidak punya uang)
  8. " Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan." (Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)
  9. " Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih." (Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)
Join Dream.co.id