13 Panduan Orangtua Cetak Generasi Saleh dan Salehah

Your Story | Minggu, 25 Maret 2018 16:00
13 Panduan Orangtua Cetak Generasi Saleh dan Salehah

Reporter : Sugiono

Anak-anak saleh dan salehah memohonkan ampunan bagi orangtuanya saat meninggal kelak.

Dream - Bagi Muslim, harta paling berharga bukanlah emas, rumah mewah, ataupun kendaraan mahal, melainkan anak saleh dan salehah. Kelak, mereka bakal mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah SWT bagi orangtuanya yang sudah meninggal dunia.

Di sinilah pentingnya mendidik anak-anak agar menjadi generasi saleh-salehah. Para orang tua dituntut berusaha sebaik mungkin agar anak-anaknya taat pada perintah agama.

Pebisnis Kosmetik asal Malaysia, Sheila Amir, mengutip nasihat-nasihat Prof Madya Dato' Dr. Haji Mohd Fadzilah Kamsah, berbagi tips mengenai cara mendidik anak menjadi generasi saleh-salehah.

ada 13 tips yang bisa dijadikan panduan bagi para orang tua.

1. Pastikan anak-anak makan malam sebelum Maghrib. Hal ini sesuai anjuran Rasulullah Muhammad SAW supaya anak-anak mudah belajar malam.

Makan malam setelah Maghrib akan membuat anak-anak mudah lelah dan mengantuk ketika belajar. Makanan akan larut dalam tubuh 1,5 jam setelah makan.

Jadi anak-anak dapat belajar dengan efektif dan fokus pada pelajaran. Pastikan mereka juga tidak makan daging merah, namun lebih banyak daging putih seperti ayam dan ikan.

Daging merah akan membuat anak-anak jadi agresif, mudah marah, dan membantah omongan orang tua.

Mereka sebaiknya makan buah-buahan sebelum nasi untuk memudahkan tubuh menyerap vitamin C.

2. Perbanyak atau sering-sering memeluk anak. Anak-anak yang sering dipeluk akan tenang, tidak keras kepala, merasa aman dan dicintai sehingga tidak nakal.

3. Pesan kepada anak-anak untuk menghadap kiblat saat belajar atau mengaji. Ini akan meningkatkan keberkahan dalam belajar.

4. Sebelum belajar, bacalah doa-doa penerang hati termasuk surat Al Insyirah. Nabi menyuruh Ali RA membaca Surat Al Insyirah agar punya ingatan yang kuat, mudah mengerti, tenang, mudah mematuhi instruksi orang tua dan tidak banyak tingkah.

5. Letakkan tanaman hidup seperti keladi air, di kanan dan kiri meja belajar. Ini untuk menyediakan oksigen yang dibutuhkan otak anak selama belajar.

6. Beri anak suplemen yang dapat meningkatkan kecerdasan, menenangkan emosi, melunakkan hati dan memperkuat daya ingat.

7. Bacakan beberapa surat ini di kepala anak, seperti Al Fatihah, Ayat Kursi dan Al Insyirah. Ini untuk merangsang otak dan ingatan anak serta membuatnya tenang dan berakhlak yang baik.

Bacakan sewaktu malam saat anak belajar dan ketika mengantarnya pergi ke sekolah.

8. Hindari pakaian warna merah atau oranye pada anak. Menurut penelitian, merah dan oranye akan menstimulasi anak menjadi agresif dan hiperaktif.

9. Katakan kepada anak-anak untuk tidur miring ke kanan agar otak menjadi lebih pintar, tidurnya pulas tidur dan mengikuti sunah Nabi.

10. Pastikan rezeki yang diterima orangtua benar-benar berkah dengan menghindari hal-hal yang ilegal dan syubhat, serta selalu mengeluarkan zakat pendapatan dan zakat lainnya.

Rezeki yang kurang diberkati juga menjadi penyebab anak menjadi agresif, tidak mendengarkan orangtua dan sangat nakal.

11. Orang tua mampu menjaga hubungan dengan baik agar Allah SWT mengubah anak-anak menjadi hebat dan cerdas.

12. Jangan lupa menjaga sholat 5 waktu dan lakukan sholat-sholat sunat untuk menampung segala kekurangan dalam sholat fardu kita.

13. Setiap kali ingin menasihati anak, menyuruh mereka sholat atau belajar, baca tiga Asma Allah: Ya 'Aziz, Ya Jabbar, Ya Mutakabbir dan tiupkan ke arah mereka. Ini akan melunakkan hati mereka sehingga mereka bisa mendengar nasihat atau perintah orangtua.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa
Join Dream.co.id