10 Pertanyaan Horor di Momen Silaturahmi Lebaran, Kapan Nikah Hingga Skripsi

Your Story | Sabtu, 23 Mei 2020 18:48
10 Pertanyaan Horor di Momen Silaturahmi Lebaran, Kapan Nikah Hingga Skripsi

Reporter : Reni Novita Sari

Pernah mendapatkan pertanyaan horor saat momen silaturahmi keluarga besar?

Dream- Momen lebaran memang merupakan  saat paling dinantikan sekaligus membuat sedih umat muslim dunia. Di Indonesia, tradisi lebaran sudah sangat melekat menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Hilir mudik bersilaturahmi kepada sanak saudara, berkumpul, melepas rindu, dan bersenda gurau sambil mencicipi berbagai hidangan lebaran.

Namun, terlepas dari kebahagiaan tersebut, terkadang ada momen yang menjadi horor bagi para jomblo. Biasanya akan muncul pertanyaan yang terasa sangat horor dari teman dan sanak saudara saat bertemu. Seakan-akan pertanyaan itu mematikan rasa bahagia yang sedang terkembang di dalam dada.

Kaum jomblo terutama, mereka adalah barisan utama yang paling merasakan efek dari pertanyaan-pertanyaan horor tersebut. Kaum kedua adalah mereka para pengangguran, selanjutnya adalah yang belum lulus kuliah, serta orang-orang tertentu yang sedang menantikan kehadiran momongan dan lain sebagainya.

Memang tidak ada yang salah dengan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulut mereka. Akan tetapi apa daya, ketika hati sedang rapuh, tertusuk jarum pun bagaikan dihunus sebilah pedang, bukan? Pasti rasanya sakit minta ampun. Walaupun tahun ini sebagian orang harus merayakan silaturahmi melalui media online, namun tidak menutup kemungkinan pertanyaan itu akan tetap menghantuimu.

Nah, untuk berjaga-jaga, berikut Dream rangkum dari beberapa sumber pertanyaan-pertanyaan horor saat lebaran. Silakan simak, barangkali satu di antaranya adalah pertanyaan yang sering tertuju padamu. Eh, tunggu dulu, jangan dulu kesal, tulisan ini akan menyertakan solusi jawaban jitu yang bisa kamu berikan kepada si tukang tanya lho.

2 dari 11 halaman

1. Kapan Nikah?

 pertanyaan saat lebaran© Ilustrasi foto : shutterstock

Pertanyaan ini adalah pertanyaan paling menyakitkan jika sampai di telinga seseorang yang belum kunjung menikah. Dari lebaran ke lebaran, belum juga memiliki gandengan. Kamu yang sering iseng bertanya hal demikian, stop ya, jangan membuat mereka yang belum menikah sedih hatinya.

Sementara itu, bagi kamu yang kebetulan mendapatkan pertanyaan tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah, meyakinkan diri bahwa setiap makhluk diciptakan Tuhan secara berpasang-pasangan. Kedua, ketika ditanya kapan nikah, kamu tinggal jawab saja bahwa kamu sedang memperbaiki diri untuk jodoh terbaikmu.

3 dari 11 halaman

2. Mana Calon Pasangannya?

Pertanyaan horor saat lebaran yang ini sedikit lebih ringan. Karena biasanya dilontarkan kepada orang yang sedang atau baru saja lulus kuliah. Hanya saja, jika ditanyakan setiap lebaran, pertanyaan semacam ini cukup menjengkelkan juga.

Bagi kamu yang melihat saudara atau teman yang ketika lebaran belum menggandeng pasangan, tahan lisanmu ya. Jangan lagi bertanya soal itu. Sekali lagi, kita belajar menjaga perasaan orang lain. Memilih topik yang sedang hits adalah solusi terbaik, sebagai basa-basi bersama teman atau saudaramu yang masih muda itu.

Lalu, apa kira-kira jawaban yang tepat untuk membuat penanya yang tidak bosan bertanya itu kalah telak? Kamu bisa menjawab bahwa calon kamu tidak diizinkan membersamamu di hari raya karena kamu belum menjadi pasangan halal.

Katakan, bahwa dia masih memiliki keluarga yang jauh lebih penting daripada mengunjungi keluargamu yang belum menjadi siapa-siapa. Katakan, bahwa kamu hanya akan membawa pasangan halalmu ke tengah-tengah keluarga besar. Gampang kan?

4 dari 11 halaman

3. Sudah Punya Momongan Belum?

 pertanyaan saat lebaran© Ilustrasi foto : freepik

Pertanyaan ini biasanya dilontarkan kepada orang yang sudah menikah. Namun, belum terlihat membawa anak ketika kumpul lebaran.

Menyakitan memang, ketika ditanya tentang momongan. Karena memiliki anak tidak semudah menikahi seseorang. Menikah, dan memiliki pasangan bisa diatur dan disiasati. Kamu tinggal siapkan mahar, dan datangi orang tua gadis yang kamu sukai nyatakan maksudmu untuk menikahinya, Insyaallah nikah pun jadi bila sang wali setuju. Namun masalah keturunan, hanya Allah yang Maha mengetahui dan Maha berkehendak.

Menanti momongan pun bukanlah hal yang sederhana. Banyak sekali beban yang dialami pasangan menikah setelah lama menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan. Kecemasan pun muncul. Mulai dari kekhawatiran tentang masalah kesuburan, perasaan takut kehilangan pasangan, perasaan kurang dihargai di dalam keluarga besar, dan lain sebagainya.

Jangan sesekali menanyakan hal itu kepada mereka ya, jaga perasaannya. Sebaiknya, tidak perlu banyak bertanya. Pilih topik yang lebih menarik perhatian untuk mengalihkan fokus pembicaraan. Daripada menyakiti hati orang yang belum dikaruniai momongan. Terutama pada mereka kaum perempuan.

Dan bagi kamu yang sampai saat ini belum dipercaya Allah untuk memiliki keturunan, jangan risau. Allah selalu memiliki waktu terbaik untuk membahagiakan hamba-Nya. Tetap sabar dan berdoa adalah kunci utama yang membantu dan akan mempermudah ikhtiarmu. Hindari memikirkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, karena hanya akan mengakibatkan stres yang akan berpengaruh terhadap kesuburanmu.

Katakan kepada meraka, bahwa kamu sudah sangat siap menggendong bayi, minta doanya supaya Allah menyegerakan memberimu keturunan.

5 dari 11 halaman

4. Kerja di mana?

Pertanyaan ini biasanya dilontarkan kepada saudara yang sudah ada di usia 22 tahun ke atas. Mereka akan bertanya kepadamu, ‘kerja di mana?’ akhirnya kamu harus memberikan jawaban terbaikmu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Bagi kamu yang memang kebetulan mendapatkan pertanyaan tersebut, sebaiknya tetap percaya diri. Jika memang sudah bekerja, sebutkan dengan lantang nama perusahaan atau tempatmu bekerja. Perlihatkan rasa banggamu atas pekerjaan yang kini sedang kamu geluti.

Jika belum bekerja, maka jawab dengan lantang pula, bahwa kamu tidak akan berhenti berusaha untuk segera mendapatkan perkerejaan impian kamu.

Busungkan dadamu, tunjukkan kepada mereka, bahwa kamu adalah seorang pekerja keras yang layak diperhitungkan. Mudah bukan?

6 dari 11 halaman

5. Sudah lulus apa belum?

 pertanyaan saat lebaran© Ilustrasi foto : freepik

Pertanyaan menyebalkan saat lebaran selanjutnya adalah ketika kamu ditanya sudah lulus apa belum. Jika lebaran tahun lalu kamu bilang sedang nyusun tugas akhir, kemudian lebaran kali ini masih belum lulus juga, maka solusi terbaiknya adalah segera menyelesaikan tugas akhirmu, jangan pernah menunda-nunda. Selesaikan, dan kamu tidak akan pernah mendapatkan lagi pertanyaan yang sama.

7 dari 11 halaman

6. Kelas atau Semester Berapa Sekarang?

Pertanyaan wajib lain yang menyapamu setiap lebaran adalah keingin tahuan keluarga soal perkembangan studi. “ Udah semester berapa?” atau “ Udah kelas berapa?” seakan jadi pertanyaan template yang pasti mampir.

Kalau studimu lancar-lancar aja sih gak pertanyaan ini gak akan jadi masalah. Tapi kalau kamu masih terseok-seok menyelesaikan studimu tentu akan lain cerita. Salah jawab, bisa-bisa kamu menerima gempuran nasihat karena dianggap tidak serius belajar.

Nah, biar pertanyaan ini tidak membuatmu terkaget-kaget jawablah saja dengan kalem sembari menyelipkan harapan agar orang yang bertanya juga ikut mendoakan kelancaran studimu.

Jika kamu ditanya, “ Udah semester berapa sekarang?”

Ketika kamu adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang tak kunjung lulus, alangkah baiknya kamu menjawab, “ Hehe udah semester akhir Om/tante. Doain dong makanya biar cepat lulus”

8 dari 11 halaman

7. Udah Keterima Kuliah Dimana?

 

 pertanyaan saat lebaran© Ilustrasi foto : freepik

Pasti topik ini akan jadi topik hangat yang dibicarakan dalam momen kumpul-kumpul keluarga saat lebaran. Karena biasanya lebaran kadang bertepatan dengan kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah. Bagi kamu yang sudah jelas mau diterima dimana, selamat! Kamu sudah aman dari cecaran pertanyaan yang mengiris hati ini.

Tapi buat kamu yang belum tahu akan melanjutkan pendidikan di institusi mana, baliklah momen pertanyaan itu jadi bahan bercanda santai. Nyari kuliah udah susah, gak perlu mikirin jawaban yang susah-susah lagi kan?

9 dari 11 halaman

8. Bagaimana Skripsinya?

Kalau pertanyaan “ Kapan lulus” itu masuk pertanyaan sensitif tingkat 2, maka pertanyaan tentang skripsi sudah masuk pertanyaan bahaya yang menempatkanmu di status “ Siaga”. Buat mahasiswa tingkat akhir skripsi itu ibarat lumpur hisap yang bisa membuatmu terjebak bertahun-tahun lamanya.

Pertanyaan mengenai skripsi memang tidak bisa dihindari. Ketika pertanyaan ini menghampirimu kamu hanya bisa menyiapkan senyum manis sembari bilang, “ Ini lagi dikerjain kok. Doain aja ya cepat kelar”

10 dari 11 halaman

9. Loh, Kok Makin Gendut?

 pertanyaan saat lebaran© Ilustrasi foto : freepik

Jika kamu ditanya, “ Loh, kok kamu gendutan?” Jawab saja dengan candaan,  “ Ah masak sih? Ini cuma segeran doang, kali. Bahagia sih emang aku kerja di Bali” (padahal dalam hati pengen ngamuk).

Tips untuk menghadapi pertanyaan tentang kenaikan berat badan tanpa emosi:

  • Ganti kata gendut dengan segar, seksi, sehat,montok.
  • Pasang senyum lebar
  • Berusaha yakinkan orang yang bertanya padamu kalau berat badanmu naik karena kamu bahagia
  • Pakai baju longgar (lebaran saat yang tepat untuk pakai kaftan dan gamis, kan?) biar lemakmu gak kelihatan kemana-mana
  • Pasang senyum manis sepanjang acara agar mereka yakin kalau kamu memang bahagia.
11 dari 11 halaman

10. Lha Si Itu Mana? (Nanyain Mantan)

Sudah pernah membawa pasangan ke keluarga tapi kemudian putus di tengah jalan? Jangan kaget kalau tiba-tiba nama mantan pasanganmu ditanyakan oleh anggota keluarga di momen silaturahmi lebaran. Pertanyaan ini pasti bikin sakit hati dan teringat lagi ke momen manis yang sudah dilewati.

Tapi hey, kamu harus terus bisa berjalan maju kan? Tanggapi saja pertanyaan ini dengan kelakar:

“ Udah habis masa berlakunya Tante, udah kadaluwarsa”

Jawablah sesantai mungkin. Padahal dalam hatimu…..sakit.

Nah, itu tadi pertanyaan yang akan rutin mampir padamu tiap lebaran dan cara menyiapkan jawaban untuk menangkisnya. Semoga lebaran mu kelak menyenangkan dan bebas dari pertanyaan yang membuat hati perih, ya. Selamat merayakan hari kemenangan!

Join Dream.co.id