10 Nasihat KH Hasyim Asy’ari Kepada Penuntut Ilmu

Your Story | Jumat, 29 Mei 2020 14:00
10 Nasihat KH Hasyim Asy’ari Kepada Penuntut Ilmu

Reporter : Ulyaeni Maulida

Dalam menuntut ilmu hendaknya diawali dengan hati dan niat yang bersih.

Dream - KH Hasyim Asy’ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama. Salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia. Pria bergelar Hadratus Syaikh itu juga pemimpin Pondok Pesantren yang berada di sebelah selatan Jombang.

Pemikiran kiai bernama lengkap Mohammad Hasyim Asy’ari itu telah banyak ditulis dalam kitab-kitab karangannya, yang berisi tentang Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah yang tunduk pada tradisi Rasul dan Khulafaur Rasyidin.

Salah satunya dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim. KH Hasyim Asy’ari merangkum etika-etika penuntut ilmu, seperti berikut ini:

2 dari 11 halaman

Bersihkan Hati

Seorang penuntut ilmu hendaknya membersihkan hati dari segala penyakit hati. Seperti hasad, iri, dengki, tamak, sombong, dan sifat buruk lainnya.

Membersihkan hati dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan ilmu yang barokah. Selain itu, dengan hati yang bersih, akan lebih mudah menerima dan mempelajari ilmu.

Dengan begitu, kebermanfaatan ilmunya dapat disebarkan kepada orang lain.  

3 dari 11 halaman

Niat yang Baik

Setelah membersihkan hati, sebaiknya harus memasang niat yang baik dalam menuntut ilmu. Karena tiap perbuatan yang diawali dengan niat yang baik, akan mendatangkan keberkahan didalamnya.

Niatkan diri untuk selalu mendapatkan ridho Allah SWT. Agar ilmu yang didapatkan, tidak menjadi boomerang dan membuat seorang penuntut ilmu menjadi sombong.

4 dari 11 halaman

Jangan Banyak Berangan-Angan

Seorang penuntut ilmu sebaiknya tidak menunda-nunda dalam mempelajari sesuatu. Tidak berangan-angan secara berlebihan. Sehingga tidak mudah terpedaya oleh bujuk rayu duniawi.

Penuntut ilmu hendaknya selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Baik untuk dirinya sendiri dan orang lain. Serta selalu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Dengan begitu, ilmu yang didapatkan dapat menjadi berkah dalam kehidupannya.

5 dari 11 halaman

Bersabar dan Bersikap Sederhana

Seorang penuntut ilmu harus selalu bersabar dalam mendapatkan ilmu. Ia juga hendaknya selalu merasa cukup atas segala nikmat yang diberikan. Tidak berlebih-lebihan dalam menjalani kehidupan duniawi.

Imam As-Syafi’i r.a. berkata, “ Tidak akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati, kesulitan hidup dan khidmah pada ulama.”

6 dari 11 halaman

Pandai Membagi Waktu

Seorang penuntut ilmu harus pandai membagi waktu. Serta selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Waktu yang paling baik untuk menghapal adalah waktu sahur dan saat pagi buta. Waktu yang baik untuk menulis adalah siang hari. Waktu yang baik untuk belajar dan mengulang pelajaran adalah malam hari.

Sedangkan tempat yang paling baik untuk menghapal adalah didalam kamar. Dan sebaiknya hindari menghapalkan sesuatu di tempat yang ramai.

7 dari 11 halaman

Makan dan Minum Secukupnya

Saat kenyang, akan lebih sulit dalam menuntut ilmu dan juga beribadah. Karena saat kenyang, cenderung merasa malas. Hati yang sehat juga berasal dari makan dan minum secukupnya. Tidak berlebih-lebihan.

Seperti ungkapan syair yang artinya: “ Sesungguhnya penyakit yang paling banyak engkau ketahui berasal dari makanan atau minuman.”

Selain itu, makan dan minum secukupnya juga memiliki manfaat lain. Seperti tubuh menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit.

8 dari 11 halaman

Memiliki Sifat Wara’

Sifat wara’ adalah menjauhi segala hal yang hukumnya syubhat atau belum jelas halal-haramnya. Wara’ membuat seorang penuntut ilmu lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Dengan begitu, akan membuat hatinya lebih tenang dan dapat menerima ilmu dengan baik. Namun, jika memang dalam posisi yang tidak memungkinkan, maka hendaknya menggunakan hukum rukhsoh atau keringanan pada tempatnya, yaitu ketika ada kebutuhan dan sebab yang memperbolehkan.

9 dari 11 halaman

Tidak Berlebih-Lebihan

Lemahnya panca indera dapat juga diakibatkan karena mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Sama halnya dengan menurunnya kinerja otak. Semua hal tersebut dikarenakan makan secara berlebihan. Terutama makanan yang memang tidak dianjurkan. Seperti apel yang asam dan cuka.

Hendaknya menghindari hal-hal yang dapat membuat mudah lupa. Seperti membaca batu nisan, memakan sisa makanan tikus, masuk diantara dua unta atau membuang kutu hidup-hidup.

10 dari 11 halaman

Tidak Tidur Berlebihan

Tidur yang berlebihan dapat membuat berdampak pada kondisi tubuh dan kecerdasan otak. Tidak masalah bila ingin beristirahat. Namun yang hendaknya tidak berlebih-lebihan. Tidurlah secukupnya. Agar kondisi tubuh kembali bugar.

11 dari 11 halaman

Menghindari Pergaulan yang Buruk

Dalam menuntut ilmu, hendaknya menghindari pergaulan yang dapat berdampak buruk. Agar dapat lebih fokus dalam mendapatkan ilmu. Terutama pergaulan dengan lawan jenis dan pergaulan yang hanya membuang-buang waktu.

Semoga bermanfaat.

Sumber: tebuireng.online

Join Dream.co.id