10 Adab Ziarah Kubur dan Dalilnya Menurut Islam, Sebagai Pengingat Kematian

Your Story | Selasa, 8 Desember 2020 10:00

Reporter : Arini Saadah

Ziarah kubur menjadi pengingat kepada manusia akan kematian yang pasti menghampiri kapanpun.

Dream – Sebagian umat Islam mengamalkan amalan sunah di luar ibadah sholat dan puasa, yaitu ziarah kubur. Ziarah kubur sangat dianjurkan, apalagi orang tua dan leluhur.

Padatnya aktivitas membuat banyak orang jarang melakukan ziarah kubur. Padahal ziarah kubur memiliki nilai moral yang bagus bagi umat Muslim, salah satunya mengingatkan kita kepada kematian.

Ketika ziarah kubur, ada beberapa adab yang perlu dilakukan untuk menghormati orang-orang yang dimakamkan di sana. Adab yang merupakan tata cara ziarah kubu menurut Islam adalah mendoakan orang yang telah mendahului kita.

Sementara itu menabur bunga dan menyiramkan air di atas makan bukanlah bagian dari tata cara ziarah kubur sesuai sunnah. Nah, berikut ini adab ziarah kubur yang perlu diketahui sesuai sunnah Nabi SAW. Yuk disimak, biar kamu tidak sembarangan saat ziarah kubur.

10 Adab Ziarah Kubur dan Dalilnya Menurut Islam, Sebagai Pengingat Kematian
Ilustrasi Masyarakat Yang Sedang Ziarah Kubur (Foto: Merdeka.com)
2 dari 8 halaman

Penjelasan Dalil

Mulanya, Nabi SAW. tidak memperbolehkan ziarah kubur karena beliaukhawatir dengan sikap orang-orang yang memanjatkan doa bukan untuk Allah alias meminta-minta kepada orang yang telah mati tersebut.

Kemudian setelah umat Nabi SAW mulai berada dalam tahap pemikiran rasional, mereka mau menerima ketauhidan dari Nabi SAW, akhirnya ziarah kubur diperbolehkan. Hal itu diperbolehkan selama tidak digunakan untuk syirik dan bisa memahami makna kematian. Sehingga bisa mengingatkan umat manusia untuk berbuat lebih baik lagi karena kematian tidak ada yang tahu.

 Ilustrasi© Merdeka.com

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah mengatakan, yang artinya, “ (Dulu) aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Ibnu Majah)

Namun saat ziarah kubur, peziarah harus mendoakan orang yang berada dalam kubur, bukan minta doa atau pertolongan.

Imam Nawawi berkata dalam kitabnya, Al-Adzkar, bahwa para ulama sepakat bahwa doa kepada orang yang meninggal, bermanfaat dan sampai pada mereka.

" Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa sesungguhnya beliau bersabda, 'Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong. Mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya'." (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nihayat al-Zain, hal. 281)

3 dari 8 halaman

Adab Ziarah Kubur Menurut Islam

 Ilustrasi© freepik.com

Agama Islam mengajarkan mengenai adab dan tata cara ziarah kubur yang dimaksudkan supaya orang tidak berbuat seenaknya di kuburan. Meskipun kuburan adalah tempatnya orang-orang mati dimakamkan, namun tetap saja kita harus tetap menghormatinya.

Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada para peziarah untuk menerapkan adab-adab yang baik ketika ziarah kubur. Berikut penjelasannya:

1. Berwudu Sebelum Ziarah

Sebelum ziarah kubur, sebaiknya kita berwudu terlebih dahulu dari rumah atau ketika hendak memasuki makam. Biasanya ada fasilitas berwudu di area permakaman.

2. Ucapkan Salam

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengucapkan salam yang juga sekaligus doa ketika masuk ke dalam area pemakaman. Berikut ini lafal salam saat masuk area pemakaman:

ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN. WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN. WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

Artinya:

“ Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

4 dari 8 halaman

3. Menghadap Kiblat

 Ilustrasi© Merdeka.com

Saat mendoakan orang-orang mati di kuburan, Rasulullah Saw menganjurkan untuk menghadap kea rah kiblat. Membacakan doa untuk mayit, dengan mengirimkan bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan dzikir.

YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA'KHIRIIN. WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA LAAHIQUUN WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL 'AAFIYAH

“ Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insyaallah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

5 dari 8 halaman

4. Baca Doa Khusus

Berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai Islam:

A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.

6 dari 8 halaman

5. Arti Doa Khusus untuk Mayit

 Ilustrasi© Merdeka.com

“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layakakan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

7 dari 8 halaman

6. Membaca Surat Pendek

Usai membaca doa khusus untuk mayit, kemudian membaca surat-surat pendek. Riwayat Al Marwazi dari Ahmad bin Hambal, beliau bersabda: “ Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al Fatihah, surat Al Ikhlas, dan Al Muwaawidzatain (al Falaq dan An Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit di kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”

Rasulullah Saw juga mengajarkan kepada umatnya untuk menutup dengan membaca surat Al Fatihah setelah selesai mendoakan si mayit.

7. Membaca Yasin

Dalam satu hadisnya, Rasulallah bersabda yang artinya, " Barangsiapa berziarah ke kuburan kedua orang tuanya setiap Jumat, lalu membacakan di sisinya Surat Yasin, niscaya akan diampuni sebanyak jumlah ayat dan huruf yang dibaca."

Hadis riwayat Ibnu ‘Adi dari Abu Bakar ini masih diperselisihkan para pakar ahli hadis. Dalil membaca surat Alquran di kuburan memang tidak ada yang shahih dari Rasulullah. Semuanya dhaif seperti yang dijelaskan al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfah al-Ahwadzi Syarah Sunan at-Tirmidzi.

Namun, bukan berarti hadis dhaif tersebut tidak boleh diamalkan. Apalagi hadis tersebut di atas dikuatkan pendapat para ulama.

Seperti riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: " Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlash dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."

Riwayat Abu Hurairah juga mengatakan bahwa Rasulallah bersabda, " Siapa saja yang masuk kuburan kemudian membaca al-Fatihah, al-Ikhlash dan at-Takatsur dan lalu berdoa ’Aku jadikan pahala kalam-Mu yang telah aku baca untuk penduduk kuburan muslimin dan muslimat'. Maka mereka (ahli kubur) akan memintakan syafaat kepada Allah untuk orang tersebut."

8 dari 8 halaman

8. Tidak Duduk dan Menginjak Bagian Atas Kuburan

Adab ziarah kubur selanjutnya adalah pastikan kamu menghormati para penghuni makam dengan tidak menduduki dan menginjak kuburannya. Hal ini sesuai dengan larangan Nabi Saw:

“ Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya."  (HR. Muslim). 

9. Tidak Melakukan Hal-hal yang Berlebihan

Salah satu contoh bentuk sikap yang berlebihan dalam konteks kuburan adalah menjadikan makam seperti masjid. Padahal melakukan ritual sholat di kuburan sangat dilarang karena akan mengikis makna ibadah yaitu menyembah hanya pada Allah SWT.

Hal berlebihan lainnya saat ziarah kubur adalah mencium batu nisan atau menangis sambil meratapi makam di depannya.

Bersikap berlebihan dalam urusan agama adalah hal yang terlarang, termasuk dalam melaksanakan ritual ziarah kubur ini. Rasulullah bersabda:

" Waspadalah kalian pada sikap berlebihan. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian disebabkan berlebihan dalam urusan agama."  (HR. Ahmad)

10. Hindari Berkata Tidak Sopan

Berkata tidak sopan sebaiknya memang tidak dilakukan dimanapun kamu berada, salah satunya di kuburan. Sebagai tamu di kuburan, sebaiknya harus mengetahui adab dan adat setempat. Imam Nawawi menyampaikan tidak baik jika di dalam pemakaman atau kuburan bicara hal yang bathil atau buruk.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id