Khutbah Salat Gerhana yang Dianjurkan Nabi

Your Story | Rabu, 9 Maret 2016 06:41
Khutbah Salat Gerhana yang Dianjurkan Nabi

Reporter : Puri Yuanita

Dalam menghadapi gerhana, aturan Islam menganjurkan para muslim untuk melakukan salat gerhana. Dan disunahkan setelah salat gerhana untuk berkhutbah.

Dream - Indonesia tengah bersiap menyambut fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) 2016. Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam langka yang sangat jarang terjadi.

Dalam menyambut terjadinya peristiwa alam langka semacam ini, ada aturan bersikap yang dianjurkan bagi para muslim.

Dalam menghadapi gerhana, aturan Islam menganjurkan para muslim untuk melakukan salat gerhana. Salat gerhana merupakan salah satu wujud syukur umat muslim karena telah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menyaksikan peristiwa alam menakjubkan.

Dan disunahkan setelah salat gerhana untuk berkhutbah. Sebagamana yang dilakukan oleh Imam Asy Syafi'i, Ishaq, dan banyak sahabat Nabi lainnya.

Hal ini berdasarkan hadis:

Dari Asiyah RA, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW. Lantas beliau bangkit dan mengimami para sahabat dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau rukuk dan memperpanjang rukuknya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau rukuk kembali dan memperpanjang rukuk tersebut namun lebih singkat dari rukuk yang sebe;umnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada rakaat berikutnya, beliau mengerjakannya seperti rakaat pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan salat tadi), sedangkan matahari telah nampak.

Setelah itu beliau berkhutbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,

" Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah."

Nabi SAW selanjutnya bersabda,
" Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.
Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (HR. Bukhari, no. 1044)

Selengkapnya baca di sini.   

(Ism) 

 

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Ini Tata Cara Salat Sunah Gerhana

Dream - Fenomena alam langka berupa Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi di langit kawasan Indonesia. Tetapi, terdapat sebagian daerah yang hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

Saat terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah gerhana. Berkaitan dengan matahari, maka salat gerhana itu disebut dengan salat kusuf.

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Hadis tersebut berasal dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha.

" Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘Ash sholatu jami'ah’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at."

Sementara tata cara salat gerhana termaktub dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Aisyah RA.

" Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan salat tadi), sedangkan matahari telah nampak."

Dari hadits tersebut, tata cara pelaksanaan salat gerhana adalah sebagai berikut:

Salat diawali membaca niat salat gerhana dalam hati. Pelaksanaan salat gerhana dijalankan dengan berjamaah.

Kemudian, Takbiratul Ikhram seperti salat biasa, dilanjutkan membaca doa iftitah dan disambung Surat Al Fatihah secara jahir atau dengan suara keras.

Usai membaca Surat Al Fatihah, membaca surat yang panjang seperti Al Baqarah secara keras pula.

Gerakan selanjutnya adalah ruku'. Pelaksanaan ruku' harus lebih panjang dari biasanya.

Setelah ruku', gerakan selanjutnya adalah i'tidal disertai doanya. Setelah itu tidak langsung sujud melainkan kembali membaca Surat Al Fatihah dan surat panjang namun tidak sepanjang berdiri yang pertama.

Setelah itu, ruku' kembali dengan lama yang tidak terlalu panjang daripada ruku' sebelumnya. Usai ruku', kembali i'tidal dan dilanjutkan dengan sujud yang waktunya dipanjangkan seperti ruku' pertama.

Usai sujud, gerakan selanjutnya adalah duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.

Setelah sujud, kembali berdiri dan mengerjakan rakaat yang sama dengan rakaat pertama. Tetapi, lama gerakan pada rakaat kedua ini lebih singkat daripada rakaat pertama.

Setelah menyelesaikan rakaat kedua hingga sujud, salat ditutup dengan duduk tasyahud dan salam. Setelah salat selesai, khatib segera menuju mimbar untuk menyampaikan khutbah.

 Ini Tata Cara Salat Sunah Gerhana© kemenag.go.id

(Sumber: rumaysho.com)

3 dari 4 halaman

Jam Berapa Salat Gerhana? Ini Waktu-waktunya se-Indonesia

Dream - Ditjen Bimas Islam mengeluarkan informasi pelaksanaan waktu salat gerhana untuk menyambut fenomena alam yang akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016.

Durasi gerhana di 33 provinsi berbeda sesuai dengan perhitungan astronomis di wilayah masing-masing.

Mengacu pada data astronomis, wilayah Indonesia Bagian Barat rata-rata dapat menikmati gerhana matahari selama satu hingga dua jam.

Sementara di Wilayah Indonesia Tengah, fenomena langka itu dapat dinikmati selama 2 hingga 2,5 jam. Adapun wilayah Indonesia bagian timur mendapatkan durasi paling lama yaitu selama hampir tiga jam.

Berikut waktu pelaksanaan shalat gerhana di seluruh Indonesia mengacu pada siaran pers Ditjen Bimas Islam:

1. Aceh, 07:22 WIB -08:27 WIB
2. Sumatera Utara, 07:21 WIB-08:27 WIB
3. Sumatera Barat, 07:20 WIB-08:27 WIB
4. Riau, 06:22 WIB -08:30 WIB.
5. Bengkulu, 06:20 WIB-08:28 WIB.
6. Jambi, 06:21 WIB-08:29 WIB.
7. Kepulauan Riau, 06:22 WIB-08:33 WIB.
8. Sumatera Selatan, 06:19 WIB-08:29 WIB.
9. Lampung, 06:20 WIB-08:31 WIB.
10. Bangka Belitung, 06:21 WIB-08:35 WIB.
11. Banten, 06:19 WIB-08:31 WIB.
12. DKI Jakarta, 06:20 WIB-08:32 WIB.
13. Jawa Barat, 06:20 WIB-08:32 WIB.
14. Jawa Tengah, 06:20 WIB-08:35 WIB.
15. D.I. Yogyakarta, 06:20 WIB- 08:35 WIB.
16. Jawa Timur, 06:21 WIB-08:39 WIB.
17. Kalimantan Barat, 06:23 WIB- 08:42 WIB.
18. Kalimantan Tengah, 06:22 WIB-08:47 WIB.
19. Kalimantan Selatan, 07:23 WITA-09:48 WITA.
20. Kalimantan Timur, 07:26 WITA-09:54 WITA
21. Bali, 07:22 WITA-09:42 WITA.
22. Nusa Tenggara Barat, 07:23 WITA-09:45 WITA.
23. Nusa Tenggara Timur, 07:27 WITA-09:51 WITA.
24. Sulawesi Barat, 07:26 WITA-09:57 WITA.
25. Sulawesi Selatan, 07:26 WITA-09:54 WITA.
26. Sulawesi Tengah, 07:29 WITA-10:04 WITA.
27. Sulawesi Tenggara, 07:28 WITA-10:01 WITA.
28. Gorontalo,07:31 WITA-10:09 WITA.
30. Sulawesi Utara, 07:34 WITA-10:15 WITA.
31. Maluku Utara, 08:35 WIT-11:21 WIT.
32. Maluku, 08:35 WIT-11:17 WIT.
33. Papua Barat, 08:40 WIT-11:30 WIT.
34. Papua, 08:49 WIT-11:40 WIT.

Ditjen Bimas Islam juga telah menyiapkan naskah khutbah saalat gerhana yang dapat diunduh di sini untuk digunakan para khatib pada pelaksanaan salat menyambut fenomena alam tersebut. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Lakukan 5 Amalan Ini Saat Terjadi Gerhana

Dream - Dalam Islam, gerhana bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, namun, sarat dengan nuansa religius.

Bahkan, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar melakukan amalan ini ketika gerhana terjadi. Apa saja amalannya? Berikut ulasannya: 

1. Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya

Dalam hadis riwayat Bukhori-Muslim Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

" Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan salatlah."  (Bukhori-Muslim)

2. Mengerjakan salat gerhana secara berjamaah di masjid

Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan salat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu salat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari, 4: 10)

3. Wanita juga boleh salat gerhana bersama kaum pria di masjid

“ Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan salat, saya bertanya: “ Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “ Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “ Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.” (HR. Bukhari no. 1053)

4. Menyeru jamaah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah

Saat terjadi gerhana, maka muslim diisyaratkan untuk memanggil muslim yang lain agar menunaikan salat gerhana. Namun berbeda dengan adzan biasanya, seruan salat gerhana hanya berlafadz Ash Shalatu. Jami’ah’ Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan bahwa pada masa Rasulullah pernah terjadi gerhana.

“ Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901).

5. Berkhutbah setelah salat gerhana

Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa setelah salat gerhana dan matahari mulai tampak, maka Rasulullah SAW langsung berdiri dan berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda;

“ Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Ulasan selengkapnya klik di sini. 

 

(Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

Join Dream.co.id