Video Viral, Hewan Invasi Kota karena Warga Dikarantina Gara-Gara Wabah Corona

Unik | Jumat, 20 Maret 2020 16:46
Video Viral, Hewan Invasi Kota karena Warga Dikarantina Gara-Gara Wabah Corona

Reporter : Idho Rahaldi

Tampak sejumlah hewan yang mulai menginvasi kota...

Dream - Beragam langkah ditempuh oleh sejumlah negara guna membendung penyebaran virus corona yang kini telah menyebabkan lebih dari 10 ribu orang meninggal dunia.

Langkah tersebut meliputi kebijakan untuk merumahkan atau self quarantine dan social distancing oleh otoritas kepada warganya. Semua orang harus diam di rumah. Kota pun menjadi sepi.

Di negara-negara seperti Jepang, Italia, dan Thailand, 'hilangnya' manusia di luar rumah membuat hewan leluasa berkeliaran di kota.

Terlihat dari beberapa video yang viral di media sosial, tampak sejumlah hewan yang mulai menginvasi kota.

2 dari 6 halaman

Jepang

Yang pertama terlihat di Jepang. Banyak rusa-rusa yang biasanya berada di taman kota turun kejalan untuk mencari makan.

Hal itu disebabkan hilangnya wisatawan yang kerap memberi makan rusa di taman-taman kota.

3 dari 6 halaman

Thailand dan Italia

Dalam video lain terlihat sejumlah monyet kelaparan menginvasi alun-alun kota Lopburi, Thailand.

Italia, salah satu negara yang terdampak Covid-19 cukup parah juga mengalami fenomena serupa.

Banyak hewan seperti domba, babi hutan dan kuda berkeliaran di jalan. Foto dan videonya pun banyak tersebar di media sosial.

 Hewan© Boredpanda.com

 Hewan© Boredpanda.com

 Hewan© Boredpanda.com

Sebagian besar merasa terhibur dengan kehadiran hewan-hewan di tengah kebosanan yang mereka rasakan.

4 dari 6 halaman

Masjid Istiqlal Tiadakan Sholat Jumat Selama Dua Pekan

Dream - Pengurus Masjid Istiqlal meniadakan sementara ibadah Sholat Jumat. Keputusan ini berlaku selama dua pekan ke depan.

" Kepada seluruh pengurus dan karyawan Masjid Istiqlal, disampaikan bahwa mengingat perkembangan situasi Covid-19 di DKI Jakarta khususnya dan Instruksi Imam Besar Masjid Istiqlal yang merujuk kepada Keputusan Gubernur DKI Jakarta tanggal 19 Maret 2020 jam 17.50 WIB, diputuskan di Masjid Istiqlal tidak melaksanakan Sholat Jumat selama dua minggu (dua kali tidak Sholat Jumat) diganti dengan Sholat Zuhur masing masing (tidak berjemaah)," ujar Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Laksamana Pertama TNI (Purn) Asep Saepudin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 20 Maret 2020.

Asep juga mengimbau seluruh masjid di DKI Jakarta untuk tidak melaksanakan Sholat Jumat maupun sholat berjemaah harian selama dua pekan ini.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan penundaan ibadah Sholat Jumat selama dua pekan. Keputusan ini diambil untuk mencegah penyebaran virus corona baru agar tidak lebih massif.

" Untuk Umat Islam, kegiatan Sholat Jumat yang biasanya normal kalau minggu lalu anjuran dengan membawa sajadah sendiri, kini kesepakatannya adalah Sholat Jumat di Jakarta ditunda selama dua Jumat ke depan," kata Anies, Kamis 19 Maret 2020.

5 dari 6 halaman

Cegah Virus Corona, Anies Baswedan Tunda Sholat Jumat 2 Pekan

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunda ibadah sholat Jumat dalam dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil untuk mencegah penyebaran virus corona baru, Covid-19, agar tidak lebih massif.

" Untuk umat Islam, kegiatan sholat Jumat yang biasanya normal kalau minggu lalu anjuran dengan membawa sajadah sendiri, kini kesepakatannya adalah sholat Jumat di Jakarta ditunda selama dua Jumat ke depan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis, 19 Maret 2020.

Anies mengatakan, keputusan itu berlaku untuk seluruh agama. Selain sholat Jumat, agenda rutin umat Kristen seperti misa dan kebaktian juga akan ditunda selama dua pekan mendatang.

Anies juga menyebut, kegiatan Nyepi yang jatuh di 25 hingga 26 Maret 2020 tidak akan digelar secara beramai-ramai. " Bahwa kegiatan Nyepi tidak akan dilakukan dengan keramaian. Mencegah penularan (corona) menjadi lebih cepat," ucap dia.

Pembatasan di ruang publik dan interaksi sosial ini menurut Anies untuk mengekang bertambahnya penyebaran virus corona.

" Situasi di Jakarta, penyebarannya bergerak cepat. Dan sekarang Jakarta menjadi salah satu epicenter pertambahan kasus yang sangat signifikan," ujar dia.

Data Tim Gugus Penanganan Covid-19, menyebut DKI Jakarta mengalami kenaikan pasien positif corona sebenar 52 orang. Dengan penambahan itu, jumlah pasien positif corona di DKI Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2020, mencapai 210.

Adapun pasien positif corona yang dinyatakan meninggal dunia mencapai 17 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh mencapai 13 orang.

6 dari 6 halaman

Update Covid-19 Indonesia: 309 Kasus Positif, 15 Orang Sembuh, dan 25 Meninggal

Dream -  Juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien positif corona di Indonesia hari ini, Kamis, 19 Maret 2020 kembali bertambah. Sebagian besar kasus baru Covid-19 banyak berasal dari DKI Jakarta. 

Data kasus positif Corona Covid-19 itu dihimpun dari pengumpulan informasi sejak 18 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 19 Maret 2020 pukul 12.00 WIB. 

" Ini yang kami laporkan, untuk total kasus, 309, yang sudah sembuh ada 15 orang, dan yang meninggal 25 orang," kata Yuri, melalui tayangan BNPB Indonesia, Kamis, 19 Maret 2020.

Yuri mengatakan, penambahan kasus positif covid-19 terjadi di beberapa wilayah, diantaranya, Banten dengan penambahan 10 kasus baru, DI Yogyakarta dengan penambahan 2 kasus, DKI Jakarta dengan 52 kasus.

Kemudian, Jawa Barat dengan penambahan dua kasus baru, Jawa Tengah dengan penambahan 4 kasus,  Jawa Timur dengan 1 kasus baru.

Sementara itu, terdapat 2 di Kepuluauan Riau, 1 orang di Riau, dan 1 orang di Sumatera Utara.

Temuan kasus baru juga terdapat di Kalimantan Timur dengan 1 kasus,  Sulawesi Tenggara dengan 3 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 2 kasus baru.

" Dari jumlah itu keseluruhan maka ada kasus yang dua kali diperiksa negatif, ada penderita yang di- follow up, sudah dua kali negatif dan dinyatakan sembuh," ucap dia.

Yuri berharap penambahan ini dapat terus dicegah dengan menerapkan upaya social distancing, atau menjaga jarak antar orang yang kemungkinan tertular.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari kegiatan dengan jumlah massa banyak dalam suatu ruangan yang berkapasitas terbatas.

" Untuk mencegah penularan ini, upaya bersih hidup sehat memakai sabun di air mengalir efektif mencegah Covid-19. Kita harus budayakan," kata dia.

 

 

Join Dream.co.id