Viral Video Debt Collector Angkat Motor dengan Emak-Emak Tetap Duduk di Atas Jok

Unik | Sabtu, 12 Juni 2021 17:24

Reporter : Amrikh Palupi

Wanita itu menolak motornya diambil paksa oleh tiga debt collector, sehingga tetap berada di atas motor saat kendaraan diambil paksa.

Dream - Aksi ambil paksa yang dilakukan oleh debt collector selalu menjadi sorotan karena membuat warga resah. Terkadang, mereka tanpa basa-basi mengambil paksa kendaraan dari para pemiliknya karena cicilan belum dibayar.

Seperti terlihat dalam video yang diunggah ke Instagram oleh akun @makassar_iinfo berikut ini, Dalam video itu terlihat segerombolan tukang tagih mengambil paksa motor yang sedang dokendarai oleh wanita berhijab.

Karena sang pengendara tak mau turun, tiga debt collector pria mengangkat wanita tersebut yang masih berada di atas motor.

Ibu tersebut masih tetap memegang setang motor saat sepeda motornya diangkat. Dari informasi video, kejadian tersebut terjadi di depan kantor leasing di Sidoarjo Jawa Timur.

" Viral deb collector tarik paksa unik saat dikenadari. Kejdia di depan kantor Mcf Cabang Sidoarjo," keterangan pada video dikutip Dream, Sabtu 12 Juni 2021.

Viral Video Debt Collector Angkat Motor dengan Emak-Emak Tetap Duduk di Atas Jok
Foto : @makassar_iinfo
2 dari 7 halaman

Dihujat Warganet

Video tersebut langsung ramai dikomentari warganet. Mereka banyak yang justru memberikan hujatan kepada sosok ibu yang sepeda motornya hendak ditarik paksa.

Debt Collector tarik paksa sepeda motor
© Debt Collector tarik paksa sepeda motor

Menurut mereka, ibu tersebut pasti menunggak uang cicilan sepeda motor tersebut.

"Yah sudah resikonya.. jikalau tak mampu bayar jangan kredit..," tulis akun @vikatimberlie.

"Mampu dp tp tidak sanggup cicilan," kata akun @fitriisari.

"Itulah akibatnya, harus siap tanggung resikonya," tulis akun @adeadean_.

"Klau bner buat kebutuhan dan uang pas2an pasti beli yg second tpi msih layak. Klau beli cmn buat adu gengsi ya paksa2in ngutang. Penting gaya dulu," tulis akun @ihsansyam99.

      View this post on Instagram

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo)

3 dari 7 halaman

Terjerat Utang Pinjol, Guru TK di Malang Diancam Akan Dibunuh Debt Collector

Dream – Seorang guru TK di Malang, Jawa Timur, dipecat dari pekerjaannya. Dia mendapatkan teror dari sejumlah debt collector pinjaman online (pinjol).

Dikutip dari akun Instagram @makassar_iinfo, Kamis 20 Mei 2021, korban bernama Tulip (nama samaran) ini memiliki utang senilai Rp40 juta. Utang ini diperoleh dari pinjaman 24 pinjol. Tulip terpaksa meminjam untuk menempuh pendidikan S-1.

Semula, dia meminjam uang dari empat pinjol karena masing-masing aplikasi dibatasi pinjamannya sebesar Rp500 ribu-Rp600 ribu. Sayangnya, bunga yang dipatok sangat besar, yaitu 100 persen dari pinjaman awal.

Tak hanya itu, tenornya pun sangat pendek, yaitu seminggu. Baru lima hari pinjam hari, Tulip sudah ditagih, bahkan diteror. Debt collector pun sampai mengancam akan menggorok leher guru ini.

Untuk menghentikan teror debt collector, dia terpaksa meminjam lagi dari pinjol lainnya demi utang bisa ditutup.

 

 Guru TK diteror utang pinjol.
© Akun Instagram @makassar_iinfo

 

   

4 dari 7 halaman

OJK dan Baznas Malang Turun Tangan

Kasus yang dialami guru TK ini menarik perhatian Otoritas Jasa Keuangan. Kepala Kantor OJK Malang, Sugirto Kasmuri, telah bertemu Tulip. Pertemuan ini juga dihadiri Walikota Malang, Sutiaji, yang juga memberi perhatian terhadap kasus ini.

Dalam pertemuan tersebut, sang guru mengaku telah meminjam di 19 fintech lending ilegal dan lima fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Total kewajibannya mencapai sekitar Rp35 juta, dengan rincian Rp29 juta di fintech lending ilegal dan Rp6 juta di fintech lending resmi.

OJK akan memfasilitasi penyelesaian kewajiban Susmiati pada fintech yang legal dan akan berkoordinasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengenai kemungkinan adanya pelanggaran pelayanan yang dilakukan terhadap sang guru.

Sementara mengenai pinjaman pada fintech lending yang ilegal, dalam pertemuan itu disepakati akan dibantu penyelesaiannya oleh Baznas Kota Malang sesuai arahan Walikota.

Kantor OJK Malang juga akan menindaklanjuti kasus ini dengan menemui Kapolresta Malang guna membahas penanganan terhadap fintech lending yang ilegal.

 

5 dari 7 halaman

Fintek Ilegal Bahayakan Masyarakat

Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, juga menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa Susmiati dan meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan fintech lending yang tidak terdaftar atau berizin OJK.

“ Kami sangat prihatin dengan peristiwa ini. Ini bukti bahwa kegiatan fintech lending ilegal ini sangat membahayakan masyarakat," kata dia.

Tongam juga meminta masyarakat yang sudah menjadi korban penagihan dengan kekerasan dari fintech lending ilegal untuk segera melaporkannya kepada Kepolisian " Kegiatan penagihan yang tidak beretika dari fintech lending ilegal dengan teror, intimidasi, atau pelecehan merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir dan harus diproses hukum. Kita percayakan penanganannya di Kepolisian," kata Tongam.

Satgas Waspada Investasi dalam operasionalnya mencegah kerugian masyarakat hingga April kembali menemukan 86 platform fintech lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Sejak 2018-April 2021 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.193 fintech lending ilegal.

6 dari 7 halaman

Utang Ditagih, Aksi Emak-Emak Lebih Nyolot dari Debt Collectornya

Dream - Dalam kehidupan masyarakat Indonesiaa ada satu kebiasaan yang cukup unik dan terbilang aneh dalam urusan utang piutang. Umumnya seorang yang berutang akan bersifat lebih galak ketika seseorang menagih pinjamannya. Meski dalam beberapa ada juga kasus yang dipicu cara penagihan yang tak elok. 

Kejadian itu terulang lagi saat seorang emak-emak terlihat ngamuk ketika seseorang menagih utangnya. Video saat wanita itu marah-marah beredar di media sosial dan jadi sasaran mulut iseng para netizen. 

Dalam rekaman itu terlihat seorang emak-emak yang mengenakan daster sedang memarahi debt collector atau penagih utang yang mendatanginya. Ia juga mengaku tak takut dengan aksi di debt collector yang merekam tindakannya dan menyebarkannya di sosial media.

" Mau di video-in? Silakan, silakan, gue enggak takut. Hah, apa? Sok," kata emak-emak dengan nada tinggi, dikutip dari akun Instagram @omg.indonesia.id, Jumat 26 Maret 2021.

Melihat pihak yang dituju emosional dan lebih galak darinya, penagih utang itu mencoba pendekatan yang berbeda

" Coba ngerti lah mbak," ujar Debt Collector mencoba bersabar.

7 dari 7 halaman

Sempat Nyolot

Alih-alih emosinya mereda, emak-emak itu malah mengamuk bak orang kesetanan. Ia bahkan sempat merebut dan membanting Ponsel milik debt collector tersebut. Ia juga mencaci maki para penagih utang itu dengan umpatan kasar.

" Bodo amat gue mah, orang tuh sudah maksain," kata emak-emak tersebut.

" Iya makanya, kenapa enggak," kata Debt Collector terputus.

" Ngomong sini HP, hah, mau gue banting nih HP," ucap emak-emak berdaster itu seraya mencoba merebut ponsel si Debt Collector.

Sontak video tersebut jadi bahan perbincangan netizen. Seperti biasa, netizen yang tak tahu akar masalahnya langsung beraksi dengan beragam komentar dan nasihat bak pengamat handal. Ada pula yang tertawa dengan aksi emak-emak tersebut.

" Biasalah????," tulis akun harry_abrianto.

" Maka nya jangan utang," tulis akun widyalusthom.

"  Lah tar d laporin nangis u bu ,mknya bu kl g mau d tagih jgn ngutang hadehhhh udh salah malah ngotot ???? bayar bu bayar lunasin biar g d tagih lg ????," tulis akun achy_halwani.

"  Makanya kalo susah jangan ngutang gak bersyukur kalo hidup," tulis akun umarlapet99.

"  galakan yg punya utang nya????," tulis akun aleyank25.

Terkait
Join Dream.co.id