Viral Perawat Nekat Hanya Gunakan Pakaian Dalam di Balik APD Transparan

Unik | Jumat, 22 Mei 2020 20:48
Viral Perawat Nekat Hanya Gunakan Pakaian Dalam di Balik APD Transparan

Reporter : Ahmad Baiquni

Perawat itu beralasan seragamnya panas dipakai.

Dream - Seorang perawat asal Rusia tengah menjadi perbincangan di media sosial. Sebabnya, dia bekerja hanya mengenakan pakaian dalam di balik alat pelindung diri transparan.

Perawat diketahui bernama Nadia, 23 tahun, menjadi viral setelah salah seorang pasien di rumah sakit di Tula, Selatan Moskow, mengambil foto dirinya. Kemudian Nadia mendapat hukuman dari kepala rumah sakit akibat perbuatannya karena tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis.

Nadia sendiri mengatakan bahwa ia tidak menyadari bahwa APD yang dipakainya tembus pandang dan lingerie di dalamnya dapat dilihat jelas oleh orang lain.

Kementerian Kesehatan Regional tak menyalahkan bahwa ada salah satu perawat dari Tula Regional Clinical Hospital yang mendapatkan sanksi disiplin akibat ulahnya yang kemudian menjadi viral.

Hanya saja, mereka tak menjelaskan secara rinci bentuk hukuman apa yang diterima oleh si perawat.

 

2 dari 3 halaman

Pasien Tak Keberatan

Seorang pasien mengatakan para pasien pria tidak ada yang keberatan dengan pakaian yang dikenakan perawat tersebut.

Ketika menjadi pemberitaan media lokal, para pembaca harian Tula News rama-ramai memberi ucapan terhadap perawat itu.

" Setidaknya seseorang memiliki selera humor dalam kenyataan yang suram dan buram ini," kata pembaca bernama Sergey Ratnikov.

" Kenapa ditegur?" tanya pembaca lainnya, Albert Kuzminnov.

 

3 dari 3 halaman

Dapat Banyak Dukungan

Seorang pendukung perawat itu bahkan mengatakan, " Semua orang meneriakinya, tetapi tidak ada yang memperhatikan bahwa dia berpakaian seperti ini karena panas."

" Mungkin Anda perlu berteriak pada manajemene.. karena tiada AC normal disini."

Warga setempat, Marina Astakhova menulis di media sosial;" Bagus sekali, ia membangkitkan suasana hati para pasien."

" Mengapa menghukum perawat, Anda perlu menghadiahinya," kata warga lainnya, Valery Kapnin, seperti dikutip Mirror, Jumat 22 Mei 2020.

Data worldmeters hari ini menunjukan, Rusia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah AS. Negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut melaporkan 308.705 kasus Covid-19 dengan 2.972 kematian dan 85.392 pasien sembuh. Untuk wilayah Tula sendiri terdapat 2,637 kasus Covid-19 dengan 19 kematian.

Sumber: Mirror.co.uk

Terkait
Join Dream.co.id