Viral Video Penamparan Siswa SMK di Malang oleh Motivator

Unik | Jumat, 18 Oktober 2019 13:36
Viral Video Penamparan Siswa SMK di Malang oleh Motivator

Reporter : Ahmad Baiquni

Kasus ini diduga terjadi dalam seminar motivasi.

Dream - Kekerasan di dunia pendidikan masih saja terjadi. Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan penamparan yang dialami para siswa SMK di Malang, Jawa Timur.

Akun Instagram @tugumalang.id mengunggah video kekerasan tersebut. Sebelumnya, video itu disebut beredar di grup aplikasi percakapan WhatsApp.

Dalam video itu terlihat beberapa siswa berdiri dalam posisi berbaris. Di depan mereka ada seorang pria mengenakan batik biru.

 Penamparan siswa SMK Malang

Kasus penamparan siswa SMK di Malang (Instagram/@tugumalang.id)

Pria tersebut menampar satu per satu siswa tersebut. Sembari mengucapkan kata-kata bernada merendahkan.

2 dari 7 halaman

Insiden Dalam Seminar

Video tersebut diduga diambil saat penyelenggaraan seminar motivasi. Pria yang menampar para pelajar itu diduga seorang motivator digital marketing.

Dari keterangan pada banner yang tertera di dinding depan ruangan, terdapat keterangan menyebutkan acara " Seminar Motivasi Berwirausaha" . Di bawahnya terdapat tulisan yang menunjukkan lokasi yaitu SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Kejadian tersebut dikabarkan berlangsung pada Kamis pagi, 17 Oktober 2019. Pihak sekolah juga telah membenarkan terjadinya insiden tersebut.

" Iya, itu video di sekolah kami, kejadiannya tadi pagi," ujar perwakilan sekolah Nur Cholis..

Belum diketahui secara pasti apa penyebab penamparan tersebut. Saat ini, kasus tersebut dalam penanganan Polres Malang Kota, seperti dilaporkan Malangtimes.com

3 dari 7 halaman

Lagi, Siswa Tantang Guru di Kelas

Dream - Video mengenai siswa yang berani menantang gurunya kembali viral. Kali ini, video tersebut memperlihatkan siswa SMK yang mempersekusi gurunya.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Putri Rizky pada Rabu 20 Februari 2019. Grup Facebook Informasi Seputar Guru kembali mengunggah video itu. Peristiwa itu diduga terjadi di sebuah SMK di Yogyakarta.

Dalam video itu, terlihat seorang siswa memakai seragam praktik dengan warna biru hitam. Sementara sang guru mengenakan seragam merah putih bercelana hitam.

Siswa tersebut beberapa kali mendorong gurunya yang berusia sekitar 50-an tahun. Dia seperti menantang gurunya berkelahi.

Diduga, pemicu kekurangajaran siswa tersebut adalah ponsel miliknya yang disita gurunya. Murid dan guru itu sempat terlibat adu mulut terkait ponsel tersebut.

" HP-ku ndi? (Ponsel saya mana?)" ujar siswa dengan nada agak keras.

" Kon jipuk ibumu (Minta ibumu yang mengambil)," kata guru tersebut.

Karena ponselnya tidak juga dikembalikan, siswa itu mengambil tas gurunya yang ada di meja. Dia juga menjatuhkan beberapa peralatan milik sang guru.

Aksi tersebut direkam oleh salah satu siswa yang juga berada di dalam kelas. Sayangnya, tidak ada satupun siswa di kelas itu yang berusaha melerai. Dalam video itu justru terdengar sorakan.

4 dari 7 halaman

Viral Siswa SMP Tantang dan Cengkeram Kerah Guru di Dalam Kelas

Dream - Aksi seorang siswa sekolah menengah pertama di Gresik, Jawa Timur menjadi viral di media sosial. Siswa diduga murid SMP PGRI Wringinanom itu terlihat menantang guru lelaki yang mengajarnya.

Dia mendatangi guru yang berdiri. Siswa tersebut memegang pundak dan mencengkeram kerah sang guru.

"Kamu mau ngapain?" kata si siswa tersebut.

 

Beginilah nasib guru jaman sekarang. Keras dikit dilaporin ke Polisi. TKP SMP PGRI Kecamatan WIRINGANOM Kabupaten Gresik. Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru2. We love you. We always support you.. #kmupdates @ndorobeii

A post shared by Krishna Murti (@krishnamurti_bd91) on

Ulah tak santun si siswa tak berhenti disitu. Usai bergaya seolah menantan muridnya, si sia lantas duduk di meja sembari merokok. Saat didatangi sang guru, siswa yang mengenakan topi itu tampak mendorong dada dan memegangi kepala si guru tersebut.

Video itu juga sempat diunggah Karo Misinterdivhubinter Polri, Brigjen Khrisna Murti di Instagram pribadinya.

"Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru-guru," tulis dia.

 

5 dari 7 halaman

Akan Diperiksa Polisi

Dilaporkan Jatimnow.com, Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro membenarkan video persekusi siswa terhadap guru tersebut. Guru honorer yang mendapatkan persekusi tersebut bernama Khalim.

" Ya, Polsek Wringianom telah meminta keterangan terhadap korban atau guru tersebut. Permasalahan terjadi minggu lalu pada Sabtu, 2 Februari 2019," kata Wahyu, Minggu, 10 Februari 2019.

Usai meminta keterangan Khalim, rencananya, polisi akan memanggil siswa yang melakukan persekusi.

(Sumber: Jatimnow.com)

6 dari 7 halaman

Nasib Murid Penganiaya Guru Hingga Tewas di Madura, Kini...

Dream - MH seorang siswa sekolah yang menganiaya sang guru Achmad Budi Cahyanto menjadi sorotan di dunia pendidikan tanah air. Guru honorer SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura itu meninggal dunia setelah mendapatkan penganiayaan.

Atas tindakannya, MH ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian setempat. Sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia, MH dijerat dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun.

Hukuman itu didasari karena usianya yang masih belum dewasa. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Sampang pada 6 Maret 2018, MH divonis hakim dengan hukuman penjara 6 tahun.

" Dari hasil sidang, terdakwa MH terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga tewas terhadap almarhum Budi Cahyanto," kata Hakim Ketua selaku Purnama.

 

7 dari 7 halaman

Sebelum Putusan Dibacakan

Purnama mengatakan majelis hukum sepakat menyatakan MH terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sesuai dengan isi Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

" Dengan demikian, MH dijatuhi hukuman enam tahun penjara" ujar Purnama.

" Hasil putusan ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yaitu hukuman penjara 7,5 tahun," kata Purnama.

Sebelum putusan ini dibacakan, MH tampak mencium tangan sang ibu.

Kuasa hukum MH belum dapat menanggapai vonis yang diberikan majelis hakim.

Sumber: Planet Merdeka

22 NOV 2019 | 15:00 WIB - Dear Netizen - Polemik Wacana Sertifikasi dan Kelas Pranikah
Join Dream.co.id