Viral, Pembeli Mengamuk karena Harga Teh Tawar Rp1.000 Perak

Unik | Selasa, 25 Juni 2019 08:47
Viral, Pembeli Mengamuk karena Harga Teh Tawar Rp1.000 Perak

Reporter : Maulana Kautsar

Penjual nasi bebek mendapatkan doa dari warganet.

Dream - Video pria marah-marah di warung nasi bebek madura mendadak menjadi perbincangan warganet. Video berdurasi 1 menit yang viral di sosial media itu disebut terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Tapi, tak jelas kapan peristiwa itu direkam.

Dalam video itu, pria berbadan kekar itu meluapkan emosi saat minuman yang dia dapat dikenai harga Rp1.000. 

Pria yang berkaos tanpa lengan itu lantas memaki-maki pedagang nasi bebek.

"Besok pakaian dines gw usir lu ya," kata pria itu memulai amarahnya.

"Makan itu harus minum, g***. Bukan, ini g*** ini. Ngerti nggak? minum kok makan bayar? apa harus gua diusir? Makan ya harus ada minum," ucap pria bertato dan berkaos itu.

2 dari 7 halaman

Doa Warganet

Video itu kini sudah ditonton sebanyak 3 jutaan pengguna Instagram di akun @lambe_turah. 

Melihat aksi itu, warganet merespon dengan doa agar dagang penjual nasi bebek itu semakin laris.

" Semoga semakin lancar pak rejekinya setelah digituan," ujar seorang warganet.

" Ya Allah, bapak, semoga rezeki bapak yang jualan bertambah banyak ya Allah dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Amin," ucap warganet lainnya.

3 dari 7 halaman

19 Tahun Tak Pernah Masuk Restoran, Kini Bos Rumah Makan

Dream – Seorang pria di China ini tak pernah mencicipi sedapnya hidangan restoran selama 19 tahun sejak dia lahir ke dunia. Tapi siapa sangka, 30 tahun kemudia dia malah menjelma menjadi seorang taipan restoran sukses dunia. 

Tak hanya satu, bisnis restorannya telah memiliki 300 jaringan rumah makan yang tersebar di seluruh dunia.

Dengan kondisinya saat ini, pengusaha ini telah mengelola sebuah perusahaan yang ditaksir bernilai lebih dari US$3,9 miliar (Rp59,27 triliun).

Dilansir dari CNBC, Kamis 11 Oktober 2018, pria itu bernama Zhang Yong. Pria berusia 47 ini ternyata tak pernah lulus SMA. 

Kondisi itu bukan penghalangnya untuk menjadi sukses. Zhang saat ini adalah Cofounder Haidilao International Holding, perusahaan induk dari jaringan restoran Tiongkok, Haidilao. Di restoran ini, dia menghadirkan makanan hotspot untuk karyawan.

Tahun lalu, restoran berbasis di Beijing ini memiliki pendapatan sebesar US$1,6 miliar. Pada September 2018, restoran ini meraup US$1 miliar (Rp15,19 triliun) ketika IPO dan nilai perusahaannya mencapai US$12 miliar (Rp182,36 triliun).

Zhang dan istrinya, Shu Ping, memiliki 58 persen saham Haidilao. IPO ini membuat kekayaan keduanya sebesar US$8 miliar (Rp121,58 triliun).

4 dari 7 halaman

Nekat Keluar dari Pabrik

Cerita bisnis ini bermula saat Zhang yang putus sekolah SMA mengambil pekerjaan pengelasan di pabrik traktor. Dia keluar dari pabrik setelah terlibat perselisihan dengan para majikan pada 1994.

Ketika itu, permohonan apartemen perusahaan untuk dirinya sendiri dan sang istri (ketika itu masih berstatus tunangan) ditolak.

Sebagai seorang pemuda, dia memberanikan diri keluar dari pekerjaannya untuk merintis bisnis restoran di desanya, Jianyang, Tiongkok. Ketika diwawancarai Bloomberg pada 2017, Zhang mengaku tak tahu-menahu tentang bisnis restoran dan makanan hotpot. Yang ada dia sering makan di kantin pabrik dan tak pernah makan di restoran sungguhan.

Nekat memang. Ketika membuka restoran, dia memberikan layanan berupa semir sepatu dan manikur kuku gratis kepada pelanggan sembari menunggu meja kosong. Ketika sedang memesan mie, karyawan Haidilao melakukan “ tarian mie” untuk menghibur pembeli. Alasannya sederhana. Dia percaya layanan pelanggan yang unggul itu penting.

“ Saya berasal dari pedesaan di mana orang-orang pedesaan percaya bahwa jika kamu mengambil uang dari mereka dan tak bermanfaat baginya, kamu adalah pembohong,” kata dia.

5 dari 7 halaman

Restorannya Berkembang Pesat

Dengan konsep hotpot tradisional, Haidilao bisa berkembang pesat. Restorannya tak hanya ditemukan di Tiongkok, tetapi juga di Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Singapura.

Zhang mengatakan sebagian keberhasilan perusahaannya berasal dari insentif keuangan yang ditawarkan kepada para manajer yang mengelola restoran Haidilao. Dia memberikan 3 persen keuntungan restoran kepada manajer. Insentif ini sebagai motivasi ekstra bagi manajemen untuk meraih target.

Lalu, dia juga tak lupa memberian apresiasi kepada karyawan yang datang dengan ide-ide kreatif. Ide-ide ini diterapkan di seluruh lokasi Haidilao.

Misalnya, memberikan tas plastik kepada pelanggan untuk menyimpan ponsel sehingga tak jatuh ke kaldu panas yang mendidih. Restoran juga memberikan ikatan rambut kepada pelanggan yang berambut panjang.

“ Kalau menginginkan kreativitas, kamu harus membiarkan karyawanmu menciptakan dan menggunakan kreasinya,” kata dia kepada The Wall Street Journal.

6 dari 7 halaman

Viral Pemudik Makan Seafood Pinggir Jalan 'Digetok' Sampai Rp 700 Ribu

Dream - Seperti tak pernah berakhir, kasus bon tagihan dengan harga selangit kembali ramai dibicarakan. Yang menyesakkan dada, menu yang dibeli biasa saja. Rumah makannya pun bukan di resto mewah, melainkan hanya warung pinggir jalan.

Pengalaman menyesakkan dada itu datang dari unggahan akun instagram @infokejadianmakasar.

Dari unggahan itu diceritakan seorang pengendara yang melintas di kawasan Tegal dalam perjalanan mudik mampir untuk makan di warung sederhana.

Pesanannya hanya berupa nasi, cah kangkung, dan cumi dengan banderol harga Rp 220 ribu!

7 dari 7 halaman

Jebakan Betmen

Dikabarkan bahwa kejadian ini berlangsung pada Senin malam 27 Mei 2019.

      Lihat postingan ini di Instagram

- Makan nasi + cah kangkung + cumi, pria ini kaget harga yang di minta pedagang Rp. 220rb Sementara pembeli lain mengalami hal yg sama, dia kaget saat di tanya harga untuk 1 porsi kepiting, 1 porsi cumi, 1 porsi udang, 1 piring nasi dan 2 gelas es teh ternyata Rp. 700 rb Lokasi Tegal. (27 Mei 2019) Menurut kalian apakah harganya wajar? kalau wajar apakah kalian akan berlangganan di tempat ini? Sepertinya banyak pembeli yg tidak tau harga dari makanan nya di karenakan tidak di cantumkan pada menu makanan. Lain kali kalau harga tidak di cantumkan pada menu makanan, mending kita tanya dulu sama pedagangnya harga untuk makanan yg akan kalian pesan.

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO KEJADIAN KOTA MAKASSAR (@infokejadianmakasar) pada 

Melihat unggahan ini netizen sontak membanjirinya dengan beragam komentar.

"Jebakan betmen begini banyak di Pantura. Hati2. Kalau makan di area jalan pantura kemudian menunya tidak tercantum harga, mending cari yang lain," saran seorang netizen.

"Perasaan cumi, kangkung, nasi. Rata-rata harganya gak sampe Rp 50 ribu," tambah netizen lain.

Menjelang puncak arus mudik memang kerap ditemukan warung-warung nakal yang suka mengetok harga makanan seenaknya.

Buat sahabat dream yang akan mudik atau sedang dalam perjalanan mudik, harap lebih teliti dan hati-hati ya.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id