Viral Pengantin Hindu Menikah di Masjid

Unik | Kamis, 23 Januari 2020 08:48
Viral Pengantin Hindu Menikah di Masjid

Reporter : Sugiono

Malah dapat komentar dukungan dari netizen.

Dream - Pernikahan penganut Hindu yang digelar di sebuah masjid di Kerala, India, menjadi viral di media sosial. Prosesi itu disebut sebagai simbol kerukunan umat beragama di Kerala.

Pernikahan menurut tradisi Hindu itu digelar di sebuah masjid di Cheravally, Distrik Alappuzha, Kerala, pada Minggu 19 Januari 2020.

Kabar pernikahan itu viral setelah Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, berkicau di Twitter. Dalam cuitannya, Vijayan memberi selamat kepada pasangan Asha dan Sharath yang tengah berbahagia itu.

Vijayan juga memberikan apresiasi karena telah menjunjung tinggi kerukunan umat beragama di Kerala.

" Sebuah contoh persatuan dari Kerala. Masjid Jamat Muslim di Cheravally menjadi tuan rumah pernikahan Hindu antara Asha dan Sharath," cuit Vijayan.

Menurut Vijayan, pernikahan tersebut bisa terlaksana setelah ibu Asha minta pertolongan dari pengelola masjid.

" Selamat kepada kedua mempelai, keluarga, pengelola masjid dan warga Cheravally," tambah Vijayan dalam cuitannya.

Cuitan Vijayan itu langsung mendapat respons positif dari netizen. Seorang netizen optimis tentang persatuan India di masa depan.

" Kerala telah menetapkan visi masa depan India," komentar seorang netizen.

Komentar lainnya menyebut bahwa Kerala tidak hanya negara bagian paling maju, tapi juga paling berpendidikan di India.

" Lanjutkan warga Kerala. Sekarang kita tahu Kerala bukan hanya negara bagian paling terpelajar, tapi juga paling berpendidikan," katanya.

Sumber: Khaleej Times

2 dari 6 halaman

Saat Gadis-gadis Berhijab Jadi Pendamping Nikah di Gereja

Dream - Ada pemandangan yang cukup unik saat sebuah pernikahan digelar di sebuah gereja di Malaysia. Pernikahan di Sarawak itu menjadi perbincangan hangat netizen.

Kenapa begitu viral? Ini karena gadis-gadis pagar ayu pendamping mempelai di gereja itu mengenakan hijab. 

Sementara pengantin wanitanya memakai gaun pengantin model Barat yang terbuka di bagian bahunya.

" Pernikahan paling unik di tahun 2018. Anda tidak akan bisa melihat ini setiap hari," kata fotografer pernikahan, Ariffin Husaini, yang memposting foto-foto itu di Facebook.

 Gadis berjilbab jadi pagar ayu pernikahan di gereja© Facebook/Ariffin Husaini

(Foto:Facebook Ariffin Hussaini)

Menurutnya, pengantin wanita berasal dari Sarawak, sedangkan teman-temannya kebanyakan dari Semenanjung Malaysia.

" Perbedaan ras dan agama tidak menghentikan mereka untuk menjadikan pernikahan itu menyenangkan dan berkesan!" kata Ariffin.

Ariffin berharap ada lebih banyak lagi pernikahan seperti itu di masa-masa yang akan datang.

 Gadis berjilbab jadi pagar ayu pernikahan di gereja© Facebook/Ariffin Husaini

(Foto: Facebook Ariffin Hussaini)

" Inilah yang kami sebut 1 Malaysia. Bahkan dengan perbedaan ras dan agama, itu tidak menghentikan teman-teman baik ini untuk merayakan salah satu hari paling bahagia dalam hidup teman mereka.

" Tidak ada yang lebih manis daripada melihat teman-teman dari latar belakang yang berbeda menghormati dan menoleransi budaya satu sama lain," tambah Ariffin.

Pernikahan seperti yang diunggah Ariffin ini merupakan acara yang sangat jarang terjadi. Bahkan hampir tidak pernah ada di Malaysia karena alasan ras dan agama.

" Kita seharusnya lebih mengutamakan keindahan negara kita yang terdiri dari berbagai macam ras dan agama," pungkas Ariffin.

(ism, Sumber: World of Buzz)

3 dari 6 halaman

Sepasang Pengantin Dikawal Massa 112 ke Gereja Katedral

Dream - Sepasang pengantin yang akan menjalani proses pemberkatan di Gereja Katedral mengalami momen yang tak terlupakan. Pasangan itu, Asido dan Felicia, harus menembus massa yang membludak saat aksi 112.

Meski begitu, mereka merasa senang dapat menjalani prosesi pernikahan dengan mendapat pengawalan dari massa.

" Saya merasa excite dengan aksi ini. Sangat toleran dan saya dikawal oleh massa sampai sini," kata mempelai pria, Asido, di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Februari 2017.

Menurut Asido, dia baru mengetahui adanya aksi saat membaca berita, Jumat, 10 Februari 2017. Dia sempat pasrah saat membaca kabar tersebut.

" Ya, ini jalan Tuhan mas, kita sudah dijadwalkan di sini, hari ini ya gimana?" kata Asido.

Tetapi, mereka memaklumi aksi tersebut dan merasa tak terganggu meski harus berjalan sekitar 200 meter dari mobil yang diparkir di sekitaran Lapangan Banteng.

Dia mengucapkan terima kasih kepada massa dan peserta aksi yang telah membantu mengawal mereka hingga sampai ke Gereja Katedral.

" Mereka sangat menghargai," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Sama-sama Non-Muslim, Pasangan Ini Akhirnya Mualaf dan Nikah

Dream - Sebuah pernikahan unik terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pasangan yang menikah itu memiliki latar belakang sama-sama non-Muslim, tapi mereka memutuskan menjadi mualaf dan menikah secara Islam.

Prosesi ijab kabul berlangsung pada Selasa, 16 April 2019, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wua-wua. Pernikahan berlangsung di hadapan Kepala KUA Wua-wua, Musdar.

Dikutip dari Liputan6.com, calon mempelai pria bernama Yanuar Rustanto, 44 tahun, pemeluk agama Kristen. Sedangkan calon mempelai wanita bernama Komang Suratmini, pemeluk Hindu dari Desa Puudaria Jaya, Kabupaten Konawe.

Pasangan ini datang bersama keluarga menemui Musdar di kantornya. Kepada Musdar, pasangan ini menyampaikan keinginan untuk melangsungkan pernikahan.

Musdar lalu memberikan pemahaman mengenai prosesi pernikahan dalam Islam. Salah satu syaratnya, masing-masing mempelai harus memeluk Islam dulu.

" Mereka akhirnya bersyahadat masuk Islam sebelum menikah, disaksikan dua orang saksi dari KUA dan keluarga masing-masing mempelai," kata Musdar.

Menurut Musdar, pernikahan berlangsung tanpa paksaan. Dia menjelaskan mempelai ini sudah memiliki pengetahuan mengenai ajaran Islam.

5 dari 6 halaman

Perjuangan yang Berat

Sebelumnya, rencana pernikahan pasangan ini tidaklah berjalan mulus. Sejak Maret 2019, keduanya sudah mencoba mencari pihak yang mau menikahkan mereka.

Sayangnya, tidak ada satupun pihak yang bersedia. Mereka tidak mau mengambil risiko dengan menikahkan orang yang memiliki latar belakang agama berbeda.

Musdar menjelaskan prosesi pernikahan berlangsung dengan penuh antusias. Banyak anggota keluarga dari kedua mempelai datang ke KUA untuk menyaksikan ijab kabul antara Yanuar dengan Komang.

Yanuar sendiri diketahui pernah menikah pada 2003. Tetapi, dia sudah bercerai dan memiliki dokumen resmi perceraian.

" Semua bukti perceraian dan administrasi dibawa kepada kami. Berdasarkan itu saya berani nikahkan mereka," ucap Musdar.

6 dari 6 halaman

Mempelai Wanita Berhijab Meski Bukan Muslimah

Hijab bukan hal baru bagi Komang. Meski pemeluk Hindu, dia kerap tampil dalam balutan hijab.

Sebabnya, dia pernah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Kendari. Ketika kuliah, dia selalu memakai hijab untuk memenuhi ketentuan yang diberlakukan pihak kampus.

" Waktu masih agama Hindu, di kampus saya pakai hijab. Di rumah tidak pakai, saya lepas," ucap Komang.

Hal itu lalu menjadi kebiasaan Komang. Lambat laun, wanita itu tertarik untuk mempelajari ajaran Islam.

" Pas waktu saya mau minta izin kepada keluarga, mereka awalnya menolak. Tapi, alhamdulillah mereka menerima akhirnya," kata dia.

Komang bertemu dengan Yanuar berkat rekan kerjanya. Pertemuan keduanya berlangsung pada 2018.

Komang pun menjalin hubungan serius sejak Januari tahun ini. Ternyata, pria tersebut telah mengenal Islam lebih banyak meski dalam KTP masih beragama Kristen.

" Alhamdulillah ada yang mau mengajar saya. Lebih syukur lagi, keluarga ikhlas pada saya lepas agama," ucap Komang.

Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id