Viral Curhat Pilu: Istri Dipaksa Balik ke Jakarta, Suami Pilih Layani Pelakor

Unik | Rabu, 15 Juli 2020 10:55
Viral Curhat Pilu: Istri Dipaksa Balik ke Jakarta, Suami Pilih Layani Pelakor

Reporter : Sugiono

"Mantan suamiku menjanjikan pelakor itu untuk menceraikan aku bulan sembilan nanti," tulis Nindi.

Dream - Curahan hati seorang istri yang suaminya direbut wanita lain kembali viral. Kali ini, kisah pilu tersebut diunggah oleh pengguna Instagram bernama Renindita Meiyanti Hapsari.

Melalui akun @reninditamh, dia mengaku baru saja bercerai dari sang suami yang lebih memilih wanita lain. " Aku seorang janda," demikian Renindita mengawali kisahnya.

Dia memperkenalkan diri sebagai Nindi. Usia 26 tahun. Anak pertama dari tiga bersaudara. Sang mantan suami merupakan anak tunggal.

" Sesuai judul yang kubuat ya bener, mantan suami tercintaku direbut seorang pelakor," tambah dia.

2 dari 14 halaman

Nindi berkenalan dan pacaran dengan mantan suaminya itu sejak 13 Februari 2014. Saat masa pacaran itu, semua berjalan dengan baik.

" Dia orang yang sangat baik, supel, dewasa, dan sayang keluargaku dan adik-adikku," kata Nindi.

Setelah hampir empat tahun pacaran, mereka lamaran pada Desember 2017. Mereka mengikat hubungan dalam sebuah perkawinan karena tahu bakal menjalin hubungan jarak jauh, alias LDR.

" Dia di Makassar dan aku di Jakarta. Dia anak seorang pemilik bengkel di Makassar," tambah dia.

Nindi mengaku hubungannya dengan sang suami tidak mulus-mulus amat. Mertuanya tidak setuju anaknya menikahinya.

" Lika-liku kami hadapi untuk mendapatkan restu orangtuanya," tutur dia.

Mantan suaminya ketika itu juga meyakinkannya bahwa suatu saat hubungan Nindi dan sang mertua bakal baik-baik saja.

" Dan akupun berusaha agarbisa dekat dengan kedua orangtuanya," ujar Nindi.

3 dari 14 halaman

Akhirnya mereka menikah pada 4 November 2018. Pukul 07.00 WIB. Prosesi ijab kabul berjalan dengan lancar.

Bagi Nindi, pernikahan itu sangatlah indah. Maklum, itu merupakan pernikahan pertama di dalam keluarganya, begitu pula dengan keluarga sang suami.

" Dan dihadiri orang-orang terdekat bahkan saudara jauh pun ternyata hadir," sambung dia.

Nindi dan sang suami benar-benar bahagia pada pernikahan itu. " Sudah tidak sabar untuk tinggal bersama menjalankan ibadah paling panjang selama hidupku."

4 dari 14 halaman

Akhirnya Nindi meninggalkan Jakarta pada 2019. Dia hijrah adri kota kelahiran menuju Makassar, kampung halaman sang suami.

" Susah beradaptasi? Iya, tapi aku coba," kata dia.

Pada Januari dan Februari, mereka tinggal di rumah kos. Sepetak kamar dengan sebuah kamar mandi. Sang suami bekerja di bengkel ayahnya.

" Walaupun mantan suami anak pemilik bengkel, dia tetap digaji layaknya karyawan karena dia baru satu tahun bekerja di bengkel itu," tutur Nindi.

Nindi dan sang suami hidup seadanya. Makan dengan lauk tahu dan tempe sudah biasa. Sang suami pun selalu memuji masakannya. " Kami menikmati kesederhanaanitu."

Sang suami melarang Nindi bekerja. Dengan berat hati, dia menuruti permintaan itu. Dia tinggalkan pekerjaan dan hijrah ke Makassar.

" Karena sebelumnya aku adalah karyawan swasta di salah satu bank ketika masih di Jakarta."

5 dari 14 halaman

Mereka akhirnya pindah dari tempat kos setelah pada bulan Maret bapak mertua Nindi membelikan mereka sebuah rumah. Kediaman itu terletak di dekat rumah sang mertua.

" Rumahku di seberang rumah mertua, mungkin agar dia mudah melihat anak tunggalnya itu."

Nindi juga sempat balik ke Jakarta pada bulan April. Dia kangen keluarga. Sang suami pun memberi izin kepada Nindi untuk menjenguk keluarga di Jakarta.

" Maklum aku di Jakarta dari umur tiga tahun. Rasanya rindu dengan keramaian, makanan, dan keluargaku," tulis dia.

6 dari 14 halaman

Kehidupan keluarga Nindi berjalan baik-baik saja setahun pertama. Pada 4 November 2019 mereka bahkan merayakan ulang tahun pertama pernikahan dengan romantis.

Nindi benar-benar bahagia dengan ulang tahun pertama pernikahan itu karena memang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

" Berharap akan bertemu dengan tanggal 4 November selanjutnya," tulis dia.

7 dari 14 halaman

Sikap sang suami masih belum berubah pada bulan puasa yang lalu, saat Ramadhan ke dua bagi pasangan ini.

Sang suami bahkan semakin romantis saat merayakan ulang tahun Nindi pada 11 Mei. " Dia memberiku surprise kue redvelvet yang sangat enak dan bouqet bunga yang sangat cantik."

Sang suami, yang berulang tahun pada 26 Mei itu sebenarnya bukan tipe pria romantis. Sehingga hadiah kue dan bunga cantik itu membuat Nindi terkejut.

Saat ulang tahun sang suami, bertepatan dengan Idul Fitri, Nindi hanya memberi kue dari kedai kopi karena sulit mencari pesanan.

Dan, saat idul fitri itu pula Nindi dan suami menjalani program kehamilan. Mereka telah datang ke spesialis kandungan di Kota Angin Mamiri.

" Sudah memikirkan punya anak dan rumah tangga terasa lebih lengkap ada si kecil," harap Nindi.

8 dari 14 halaman

Namun, sikap sang suami mulai berubah. Sejak 27 Mei, Nindi sakit selama seminggu. Dia batuk, pilek, dan demam. " Tapi kok suamiku sibuk banget," kata dia.

Nindi menduga ada masalah di bengkel. Maklum, pandemi Covid-19 membuat semua usaha menjadi lebih susah. " Jadi aku tidak menaruh curiga sedikitpun."

Dia percaya sang suami lembur di bengkel. Selama Nindi seminggu sakit, sang suami hanya sekali membelikan obat. Sang suami juga kerap pulang telat.

Nindi mengaku bukan tipe wanita yang mengekang suami. " Karena aku tidak mau suami gerah kalau aku mengekang," kata dia.

Namun, Nindi punya firasat. Dia kemudian memasang status di WhatsApp dengan harapan sang suami mengerti kondisinya yang sedang sakit.

" Aku tidak berharap dia merawatku, aku hanya berharap dia di sampingku menemaniku disaat aku sakit."

9 dari 14 halaman

Sikap sang suami terus berubah. " Sampai akhirnya dia memaksaku untuk ke Jakarta sampai Idul Adha."

Nindi dan sang suami memang sudah berencana merayakan Idul Adha di Jakarta. Meski demikian, Nindi awalnya menolak permintaan itu.

" Kenapa dia terlalu memaksa aku untuk ke Jakarta dalam waktu satu setengah bulan? Lama loh!" kata Nindi.

Namun Nindi tidak menaruh curiga kepada sang suami. Dia akhirnya mengurus surat-surat yang diperlukan untuk terbang ke Jakarta. Maklum, penerbangan saat ini agak ribet karena pandemi Covid-19.

" Tapi mungkin dengan cara aku ke Jakarta seperti ini mantan suamiku lebih fokus dengan pekerjaannya dan kami bisa kembali seperti dulu," tulis dia.

Namun sejak Juni 2020, Nindi yang sudah di Jakarta malah sering terlibat perdebatan dengan sang suami. Soal sepele bisa jadi masalah besar.

" Dia selalu mengatakan kata-kata poligami, selingkuh, dan menanyakan aku apakah mau dimadu," tulis Nindi.

Dia mengira sang suami sedang bercanda. Apalagi mereka sedang terpisah jarak, sehingga jarang berkomunikasi.

Tapi sang suami memang telah berubah. Menjadi sering marah. Benar-benar beda dengan saat awal pernikahan.

" Tapi aku tidak menaruh curiga , aku berpikir mungkin otak dan badannya terlalu lelah seharian di antor," tulis Nindi.

10 dari 14 halaman

Namun pada 6 Juni 2020 akun Instagram sang suami hilang dari ponsel Nindi. Dia menjadi curiga karena sejak pacaran mereka bisa saling mengakses media sosial masing-masing. " Tapi kok kali ini aneh."

Nindi pun bertanya kepada sang suami. Bukannya penjelasan, sang suami justru meluapkan amarah kepada Nindi.

Rasa curiga Nindi semakin muncul. Sehingga dia mencoba beberapa kombinasi kata kunci untuk membuta Instagram sang suami. Dan, sukses!

Tapi betapa terkejutnya Nindi melihat halaman Instagram sang suami. " Begitu kagetnya diriku, ternyata selama ini suamiku dan wanita itu berhubungan."

Tak hanya sekadar chat, sang suami dan wanita selingkuhan itu juga kerap bertemu. " Mantan suamiku menjanjikan pelakor itu untuk menceraikan aku bulan sembilan nanti," tulis Nindi.

11 dari 14 halaman

Nindi semakin menemukan banyak bukti perselingkuhan suaminya. Pada 7 Juli 2020, dia menemukan fakta mengejutkan.

" Mantan suamiku membelikan cincin Rp1,7 juta, makan di resto mewah Rp900 ribu," tulis dia.

Tak hanya itu, sang suami ternyata telah 3 kali menginap di hotel dengan wanita pelakor tersebut. Pertama pada 14 Juni saat Nindi terbang ke Jakarta.

" Tepat hari itu subuh saya terbang ke Jakarta, ternyata siangnya mereka check in," kata Nindi.

Mereka juga menginap pada 23 dan 29 Juni. " Tepat pelakor itu ulang tahun."

12 dari 14 halaman

Menurut Nindi, perebut suaminya adalah sales mobil. Dia sempat bertanya baik-baik kepada sang suami tentang wanita itu. Nindi juga bertanya sang suami memilih siapa.

" Tapi dia jatuhkan cerai padaku, dia bilang sudah tidak cinta dan sayang kepadaku," tulis Nindi.

Nindi heran karena selama ini mereka tidak pernah ribut serius. Mereka selalu baik-baik saja.

" Mungkin sudah jalannya seperti ini dengan statusku yang kusandang sekarang aku adalah seorang janda."

Dia merasa aneh. Belakangan ini memang selalu bermimpi tentang perselingkuhan. " Mataku selalu berkedut setiap hari, menangis tidak jelas di malam hari, mungkin aku rindu suamiku saat itu, fikirku," tulis Nindi.

Tapi, kenyataannya lain. Sang suami malah menceraikannya. " Setelah ini akan aku masukkan bukti-buktinya."

13 dari 14 halaman

      View this post on Instagram

BISMILLAH YA ALLAH!! ini mungkin sudah jalan terbaik untuk hidupku????????????

A post shared by Renindita Meiyanti Hapsari (@reninditamh) on

14 dari 14 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by Renindita Meiyanti Hapsari (@reninditamh) on

Terkait
Join Dream.co.id