Tragis! Gadis Cantik Tewas Saat Tidur karena Rumah Dibuldoser Pemerintah

Unik | Selasa, 23 Juni 2020 13:32
Tragis! Gadis Cantik Tewas Saat Tidur karena Rumah Dibuldoser Pemerintah

Reporter : Sugiono

Digusur demi pembangunan mega proyek pemerintah.

Dream - Sebuah kejadian tragis dan mengerikan menimpa seorang orang gadis remaja di Provinsi Asir, Arab Saudi. Gadis yang hanya dikenal sebagai Noura itu tewas terlindas buldoser.

Saat itu Noura sedang tertidur di kamarnya ketika beberapa rumah, termasuk milik keluarganya, dihancurkan karena dibangun tanpa izin.

Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan salah satu pekerja konstruksi yang mengoperasikan buldoser menghancurkan salah satu rumah tersebut.

Postingan yang diberi tagar 'kecelakaan mematikan yang membunuh gadis di Noua' dalam bahasa Arab, memicu kemarahan warga setempat dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

Para pejabat di Asir menyampaikan belasungkawa kepada keluarga gadis itu. Sementara itu gubernur Asir telah memerintahkan para pejabat untuk menangani kecelakaan itu.

Jaksa penuntut umum Sheikh Saud Bin Abdullah Al-Moajab dilaporkan telah memerintahkan penyelidikan segera atas kematian Noura.

2 dari 8 halaman

Kelompok-kelompok kemanusiaan mendesak mereka yang bertugas untuk bertanggung jawab atas kematian gadis remaja dari Harajah itu.

Sedangkan aktivis HAM Abdul Aziz Al-Shehri mengungkapkan keterkejutannya terhadap penggusuran rumah tanpa memerhatikan protokol keselamatan dan keamanan.

" Tindakan pejabat di Asir benar-benar tidak masuk akal karena menggusur rumah warga tanpa melakukan inspeksi terlebih dahulu hingga menyebabkan korban jiwa," katanya.

Insiden yang merenggut warga sipil tidak hanya menimpa Noura. Sebelumnya seorang pria juga meninggal karena ditembak tentara.

Bulan April lalu, tentara Saudi menembak warga yang menolak mengosongkan rumahnya yang harus dihancurkan untuk pembangunan jalan di Provinsi Tabuk.

Warga bernama Abdul Rahman Al-Huwaiti itu merupakan anggota terkemuka suku Al-Huwaiti yang telah tinggal di wilayah tersebut selama berabad-abad.

Laporan media lokal menyebutkan, buntut dari kematian Abdul Rahman, delapan anggota sukunya ditangkap.

Sumber: DailyStar

3 dari 8 halaman

Ada Proyek Jalan Tol, Rumah Pribadi Menteri Basuki Digusur

Dream – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, merelakan rumahnya digusur untuk proyek pembangunan jalan tol. 

Kabar penggusuran tersebut diketahui dari cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D di akun Twitternya, @mohmahdfudmd, Rabu 15 Mei 2019.

Mahfud bercerita bahwa rumah pribadi Basuki di Bekasi, Jawa Barat, akan digusur untuk proyek jalan tol. Proyek yang dimaksud adalah tol elevated Jakarta-Cikampek dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melauyu (Becakayu).

Mahfud juga angkat topi dengan sikap Basuki yang merelakan rumahnya kena gusur. Alasannya, proyek pembangunan jalan tol tersebut dipimpin sendiri oleh Basuki. Tindakan ini berbeda dengan sikap pejabat daerah yang memiliki menyelamatkan asetnya.

“ Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono di Bekasi akan digusur utk proyek jalan tol. Padahal dialah yang menjadi pimpinan pembuatan jalan. Dulu diberitakan ada pejabat daerah yang membelokkan rencana jalan tol agar tak melewati tanah pribadinya. Hormat untuk Pak Basuki,” cuit Mahfud.

 

Kabar rumah Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, digusur untuk proyek tol.© Akun Twitter @mohmafudmd.

 

Dia juga menambahkan Basuki adalah sosok yang sederhana. Sejak menjadi mahasiswa, Basuki memang dikenal sebagai seorang yang rajin beribadah. Plus, rendah hati.

“ Saat berbuka bersama di rumdin Men-PUPR kemarin sore saya dapat cerita dari teman-temannya betapa sederhananya gaya hidup Pak Basuki. Sejak mahasiswa dulu, termasuk saat studi di USA, ibadahnya kenceng, termasuk rajin salat tahajjud utk selalu bermunajat kepada Allah. Dia adalah pejabat yang rendah hati,” cuit Mahfud.

 

 

Basuki juga disebut sebagai pejabat yang rendah hati.© Akun Twitter @mohmahdfudmd

4 dari 8 halaman

Benarkah Demikian?

Dikutip dari Merdeka.com, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, membenarkan kabar rumah Basuki digusur. Kabar tersebut, kata Endra sudah ada sejak kurang lebih setahun lalu. Namun, Basuki enggan mengungkapkannya kepada publik.

Rumah yang terletak di daerah Kalimalang tersebut, kata Endra, merupakan kediaman Basuki sejak mengabdi sebagai Menteri ASN di Kementerian PUPR hingga diangkat menjadi menteri.

" Betul. Jadi rumah beliau itu kan rumah yang sudah didiami sejak lama, sejak beliau pulang S3 tiga dari Amerika. Itu tahun 1990-an beliau sudah tinggal di situ," kata dia kepada Merdeka.com.

Rumah tersebut, lanjut Endra, ditinggali Basuki sejak belum menjadi menteri. “ Waktu jadi Dirjen, jadi Irjen, di situ. Mulai dari Dirjen SDA, terus Kabalitbang, Irjen, ya rumahnya di situ. Jadi sebelum jadi Menteri sampai tahun 2014, ya di situ rumahnya," kata dia.

Endra mengatakan Basuki merelakan rumahnya digusur. Menteri ini mengikuti aturan yang berlaku. Penggusuran rumahnya dilakukan untuk menjalankan proyek yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

" Nah memang rumah itu diapit antara tol Becakayu dan tol Cikampek. Jadi karena itu kan kompleks pengairan, di tepi Kalimalang. Rumahnya diapit dua tol. Kalau di Cikampek itu ada proyek tol elevated Japek. Terus ada LRT, terus ada Becakayu. Memang rumahnya sudah sangat, mungkin kurang layak lah. Banyak debu proyek di situ," kata dia.

" Tapi beliau juga kan warga negara biasa harus tunduk juga ke itu, Undang-Undang No 2 tahun 2014 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Publik," kata Endra.

Terkait kediaman baru Menteri Basuki setelah penggusuran karena proyek tol ini, Endra enggan berkomentar banyak. Sebab, hal tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan Menteri Basuki secara pribadi. " Tapi saya belum tahu beliau mau pindah kemana dari situ. Harus tanya ke beliau langsung," kata dia.

5 dari 8 halaman

Dapat Ganti Rugi?

Endra mengatakan Basuki akan tetap mendapatkan ganti rugi sesuai aturan yang ditetapkan. Namun, dia tidak merinci berapa besarannya.

" Tetap mengikuti aturan Undang-Undang No 2 tahun 2014 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Publik. Harus begitu. Kan ini kan untuk kepentingan publik," kata dia.

Menurut Penjelasan Kepala Bidang Perumahan dan Pertanahan Kementerian Koordinator Perekonomian, Hotman Sidauruk, besaran ganti rugi tanah yang tergusur karena proyek untuk kepentingan umum akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Di mana disebutkan pada pasal 1 angka 2 yakni 'Pengadaan tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian yang laik dan adil kepada pihak yang berhak'.

" Untuk mencapai suatu keadilan dan kelaikan, penilaian besarnya nilai ganti kerugian yang telah ditentukan oleh Undang Undang untuk dilakukan oleh penilai tanah (independen) dilakukan atas bidang per bidang tanah," jelasnya yang dikutip dari laman KPPIP.(Sah)

6 dari 8 halaman

Tak Tega Digusur, Pria Ini Geser Rumah Sejauh 40 Meter

Dream - Seorang pria di Duchang, Jiangxi, China, Gao, diharuskan pindah dari rumah tiga lantai miliknya oleh pemerintah setempat. Sebab, tanah tempat rumahnya berdiri akan dijadikan jalan raya.

Gao pun menuruti perintah itu. Namun apa yang dilakukannya bikin kepala geleng-geleng.

Rumah yang ditempati Gao  digeser dari tempatnya semula. Bukannya satu atau 10 meter, Gao memindahkan rumahnya sampai sejauh 40 meter. Ya, dia menggeser rumah 40 meter. 

Pria tersebut menghabiskan uang 330 ribu yuan, setara Rp720 juta untuk menggeser rumahnya. Menggunakan 1.000 batang kayu, butuh waktu enam pekan untuk para pekerja menggeser rumah itu ke lokasi baru, seperti dilaporkan Straits Times.

Gao mengatakan sudah tinggal di rumah itu selama hampir satu tahun. Untuk membangun tempat tinggalnya, Gao menghabiskan uang sebanyak 1 juta yuan, setara Rp2,2 miliar.

" Saya tidak tega menghancurkannya," kata Gao.

 

7 dari 8 halaman

Lebih Murah Daripada Bangun Lagi

" Menurut perhitungan saya, meskipun saya menghabiskan 400 ribu yuan (setara Rp874 juta) untuk memindahkan rumah, itu jauh lebih murah dan lebih cepat daripada untuk membangun rumah yang baru," tutur dia.

Beruntung, Gao mendapat kompensasi sebesar 680 ribu yuan, setara Rp1,5 miliar, dari pemerintah setempat untuk pindah rumah.

Langkah Gao ternyata menginspirasi tetangganya untuk melakukan hal serupa. Alhasil satu unit rumah empat lantai di dekat rumah Gao digeser sejauh 120 meter.

Si pemilik rumah itu, Jiang Weimin, juga berencana mengubah arah rumah 90 derajat. Dia menghabiskan 60 ribu yuan lebih banyak daripada Gao.

Banyak orang bertanya apakah aman rumah itu ditempati kembali. Menanggapi pertanyaan itu, Gao menjawab dia belum menemukan adanya retakan sama sekali sejak rumahnya digeser tiga bulan lalu.

8 dari 8 halaman

Lihat Aksi Gao di Sini

Join Dream.co.id