Takut Hantu, Presiden Tak Mau Tinggal di Istana Negara

Unik | Kamis, 12 Mei 2016 13:15
Takut Hantu, Presiden Tak Mau Tinggal di Istana Negara

Reporter : Eko Huda S

"Mereka masih berkumpul di situ dan terkadang melakukan rapat," kata Pak Presiden.

Dream - Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan tak mau tinggal di Istana Malacanang. Dia menyebut, rumah dinas kepresidenan itu dihuni oleh banyak hantu.

" Saya tak mau tinggal dan tidur dengan hantu. Semua hantu yang ada di Filipina berada dalam rumah itu," kata Duterte, sebagaimana dikutip Dream dari laman Sinar Harian, Kamis 12 Mei 2016.

Menurut dia, hantu berkeliaran di bangunan yang didirikan pada tahun 1750 tersebut. Berjalan ke sana ke mari. " Mereka masih berkumpul di situ dan terkadang melakukan rapat," tambah Duterte, sebagaimana dilansir laman Interaksyon.

Daripada tinggal di rumah dinas itu, Duterte mengaku memilih tinggal di cottage. Meski demikian, rupaya dia tak takut jika pengambilan sumpah presiden yang dilakukan bulan depan dilakukan di gedung yang dia bilang berhantu itu.

Mantan Walikota Davao berusia 71 tahun ini baru saja memenangi pemilihan presiden Filipina. Dia meraup sekitar 39 persen suara dalam pemilihan umum.

Entah benar atau tidak perkataan pria yang suka melempar lelucon ini soal hantu-hantu di Istana Malacanang itu. Yang jelas, ucapannya itu telah menjadi pembicaraan banyak orang, termasuk media-media luar negeri. 

2 dari 6 halaman

Bosan Skor Imbang, Presiden Perintahkan Adu Penalti

Dream - Hanya karena bosan pertandingan sepakbola yang ditontonnya tidak menarik, Presiden Mauritania memerintahkan wasit menggelar adu penalti mendadak di menit ke-63.

Pertandingan final di Piala Super Mauritania yang sebelumnya berjalan normal tiba-tiba berubah menjadi adu penalti di menit ke-63. Langkah ini terjadi setelah Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz merasa bosan dengan pertandingan itu.

Abdel Aziz menghadiri malam final Piala Super Mauritania yang mempertemukan FC Tevragh-Zeina dan ACS Ksar. Meski pun pada akhirnya dia dilaporkan kehilangan minatnya setelah kedudukan masih tetap 1-1 hingga mendekati akhir pertandingan.

Sang presiden dilaporkan menjadi tidak sabar dengan tempo permainan yang lamban setelah kedua tim sama-sama mencetak 1 angka. Bukannya menunggu hingga babak kedua usai dan diteruskan dengan perpanjangan waktu, dia memerintahkan kedua tim untuk melewatkan menit yang tersisa.

Setelah diberi petunjuk, wasit tiba-tiba menghentikan pertandingan tiba-tiba dan dilanjutkan dengan adu penalti. Tentu saja hal itu membuat banyak pihak, termasuk pemain dan penonton, bingung.

Keputusan aneh tersebut telah memicu kemarahan publik. Ribuan rakyat Mauritania menyerukan meminta penjelasan. Namun, federasi liga negeri itu membantah klaim keterlibatan Abdel Aziz.

" Saya menyangkal adanya intervensi dari Presiden Republik," kata Ahmed Ould Abderrahmane, presiden federasi, dalam sebuah pernyataan.

" Keputusan itu dibuat karena adanya masalah organisasi dan telah sesuai dengan petunjuk presiden dan pelatih dari kedua tim."

Tevragh Zeina akhirnya berhasil mengangkat trofi setelah memenangkan adu penalti dadakan tersebut.

(Ism, Sumber: Gazzettaworld)

3 dari 6 halaman

Presiden Jatuh dari Tangga, Paspampres Panik

Dream - Sebuah insiden mewarnai kepulangan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, yang baru saja berkunjung ke Ethiopia. Saat tiba di Bandara Internasional Harare, presiden berusia 90 tahun itu terjatuh dari tangga.

Presiden yang telah menjabat sejak tahun 1987 itu jatuh saat berjalan turun beberapa langkah dari podium, tempat dia menyapa para pendukung yang menyambut kedatangannya. Saat turun tangga itu, Mugabe memang terlihat kesusahan.

Sesaat setelah jatuh, para pengawal yang berada di sekitarnya langsung memburu dan memberikan pertolongan. (Ism, Sumber: Youtube – The Incredible World

 

4 dari 6 halaman

Kisah Sri Sultan Disuruh Minggir Saat Presiden Jokowi Lewat

Dream - Pengguna sosial media (netizen) tengah ramai memperbincangkan kisah kesahajaan dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang rela menepi bersama warga saat rombongan Presiden Jokowi lewat, meski ia diminta untuk mengikuti iring-iringan.

Cerita ini bermula saat Presiden Jokowi menghadiri acara Hari AntiKorupsi di UGM, Yogyakarta, Selasa lalu. Begitu selesai, rombongan lalu bertolak menuju Gedung Agung Malioboro.

Sesampainya di Jalan Kusumanegara, petugas voorijder Presiden Jokowi meminta semua kendaraan menepi karena Jokowi akan lewat.

Setelah beberapa waktu, petugas baru menyadari kalau salah satu kendaraan yang diminta minggir itu adalah Camry berplat AB 1, mobil dinas Gubernur sekaligus Raja Keraton Yogyakarta.

Petugas kemudian meminta mobil itu berjalan bersama iring-iringan Jokowi, tetapi Sri Sultan memilih tetap berhenti bersama masyarakat menunggu hingga rombongan lewat.

Kisah yang beredar di sosial media itu memantik simpati banyak orang, salah satunya Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Achmad Charris Zubair. Dosen filsafat UGM ini tersentuh dengan kesahajaan Sultan.

" Ini adalah contoh nyata, di tengah kita sedang merayakan hari Anti Korupsi, ada sosok teladan di Yogyakarta, sikap sahaja dan jujur. Coba sekarang kita konfirmasi kepada Ngarso Dalem, gimana tanggapannya," kata Charris Zubair yang duduk dalam satu panggung dengan Sultan di penutupan Festival Anti Korupsi dikutip Dream.co.id dari lama Merdeka.com, hari ini.

Sultan yang diminta tanggapan, hanya tersenyum dan meminta Busyro Muqodas yang malam ini sebagai moderator untuk melanjutkan acara dialog.

Saat dikejar wartawan Sultan juga menolak komentar. Dia justru heran kenapa sampai ada yang tahu kejadian itu.

" Kalau saya nggak ada komentar-komentar, komentar saya kok ya ada wartawan yang tahu, mungkin ada yang membuntutiku yo?" kata Sri Sultan lalu tertawa.

Sebenarnya bukan wartawan yang membuntuti Sri Sultan. Kisah itu mencuat berkat tulisan warga Yogya, Hartady Nugroho, yang kebetulan berada di lokasi saat kejadian.

(Sumber: Merdeka)

5 dari 6 halaman

Presiden Termiskin Dunia Hadiri Pelantikan Pakai VW Butut

Dream - Ada yang unik saat Presiden Uruguay lama Jose Mujica menghadiri pelantikan Presiden Uruguay yang baru, Tabare Vazquez, pada hari Minggu kemarin.

Mujica yang menyandang julukan sebagai presiden paling miskin di dunia, datang ke lokasi mengendarai mobil tua, Volkswagen Beetle tahun 1987 warna biru langit.

VW milik Mujica yang ditaksir US$ 1.800 (Rp 24 juta) membuat heboh dunia. Ini karena menjadi satu-satunya aset berharga yang dilaporkan mantan kombatan tersebut kepada negara.

Di tahun-tahun selanjutnya, Mujica menambahkan aset istrinya berupa mesin traktor dan sebidang tanah dalam daftar kekayaannya.

Selama menjabat presiden, Mujica dan istrinya tinggal di peternakan sederhana mereka di luar ibu kota Uruguay, Montevideo.

Tahun lalu, Mujica mengatakan seorang sheikh Arab menawarkan US$ 1 juta (Rp 13 miliar) untuk mobil VW kesayangannya. Saat itu, Mujica mengatakan ia tidak akan menjual mobilnya itu.

Menariknya, saat upacara pelantikan dan pelepasan presiden dan mantan presiden itu, baik Vazquez dan Mujica seperti hendak pamer mobil tua mereka.

Jika Mujica memiliki VW 'Kodok', sang suksesor memakai mobil Fordson. Namun, mobil Vazquez menjadi perdebatan di media Uruguay.

Beberapa melaporkan bahwa mobil itu sudah dimiliki Vazquez ketika dia masih menjadi seorang dokter muda.

Ada juga yang menyebut teman-teman Vazquez telah menjelajahi seluruh negeri untuk mencari mobil tua. Mereka kemudian memperbaikinya dan memberikannya sebagai hadiah pada hari pelantikannya.

Sementara surat kabar lainnya mengatakan Vazquez telah membeli mobil itu untuk dirinya sendiri pada tahun lalu. Setelah diperbaiki mobil itu mengingatkannya pada mobil pertama yang ia dimiliki.

Ini adalah kedua kalinya Vazquez menjabat presiden Uruguay dan diarak dengan mobil tua.

Pada pelantikan 2005 silam, Vazquez juga diarak dengan mobil tua Ford Model T yang dibeli keluarga istrinya pada 1920an. (Ism) 

6 dari 6 halaman

Saat Presiden Erdogan Jadi Wali Murid Bocah Yatim Piatu

Dream - Ini kisah haru dari Turki. Datang dari murid yatim piatu. Sang bocah ingin memiliki keluarga yang datang ke rapat sekolah, sebagaimana teman-teman lain yang diwakili oleh ayah dan ibunya.

Namun, bocah lelaki ini sudah tak punya siapa-siapa. Baik ayah maupun ibu. Sehingga tak ada yang bisa mewakilinya untuk pertemuan antara guru dan wali murid itu.

Bocah yang tak disebutkan namanya itu lantas menulis surat. Ditujukan kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bocah itu meminta sang presiden datang ke sekolah, menjadi orangtuanya.

Surat itu disampaikan kepada sang guru yang kemudian dikirim ke Erdogan. Namun sang guru memberi tahu sang bocah untuk tidak terlalu bErharap. Sebab, sang presiden pasti sibuk, dan sulit memenuhi keinginan itu.

Namun apa yang terjadi? Pada hari pertemuan itu Erdogan datang ke pertemuan guru dan wali murid itu. Tentu semua orang terkejut. Siapa sangka di tengah kesibukan itu, sang presiden meluangkan waktu untuk anak yatim piatu itu.

Rasa haru langsung membungkus sekolah, saat Erdogan memeluk anak yatim piatu tersebut. Ingin tahu kisah selengkapnya, klik tautan berikut ini. (iSM

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Terkait
Join Dream.co.id